Malam pertama Ramadhan adalah malam nadrah malam panggilan lembut yang menggugah jiwa-jiwa agar terbangun dari kelalaian. Ia bukan sekadar pergantian tanggal, melainkan gerbang cahaya. Pada malam inilah Allah menatap hamba-hambaNya dengan pandangan cinta. Dan siapa yang mendapat tatapan itu, sungguh ia telah mendapatkan kemuliaan yang tak terukur nilainya.
Sebagaimana disampaikan oleh K.H. Zuhrul Anam Hisyam dalam ceramahnya, awal Ramadhan adalah saat yang sangat menentukan. Beliau mengingatkan agar kita berhati-hati di malam pertama. Karena ketika Allah menatap seorang hamba di awal Ramadhan, maka tatapan itu menjadi sebab keselamatan ia tidak akan disiksa, karena telah mendapatkan perhatian pertama di bulan yang penuh rahmat ini. Betapa agung sebuah awal.
Maka para ulama berpesan: jagalah diri di malam pertama Ramadhan. Jangan nodai ia dengan maksiat, sekecil apa pun. Bahkan hal yang tampak sepele pun menjadi berarti. Beliau mencontohkan dengan sederhana namun mengena, jangan sampai di tanggal 1 Ramadhan masih melakukan “ghosob sandal”, mengambil atau memakai milik orang lain tanpa izin. Tertawa boleh, tapi pesannya dalam. Karena dosa tetaplah dosa, sekecil apa pun bentuknya.
Mengapa malam pertama begitu istimewa? Karena ia adalah pembukaan. Dan setiap pembukaan menentukan arah perjalanan. Jika awalnya bersih, maka insyaAllah langkah-langkah berikutnya akan lebih ringan. Allah melihat siapa yang memasuki Ramadhan dengan hati yang bersungguh-sungguh meninggalkan maksiat, membersihkan niat, dan menata ulang hidupnya.
Itulah sebabnya dianjurkan pada malam pertama memperbanyak membaca Surah Al-Fath. Di dalamnya terdapat kabar tentang kemenangan dan ampunan sebuah simbol bahwa Ramadhan adalah bulan pembukaan menuju kemenangan ruhani. Allah berfirman:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا لِّيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
Pembukaan yang nyata itu berkaitan dengan ampunan. Maka membaca ayat-ayat ini di awal Ramadhan adalah doa agar hidup kita dibukakan pintu kebaikan dan ditutup pintu keburukan.
Malam nadrah adalah malam niat. Di sinilah hati berjanji: tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Tidak lagi meremehkan dosa kecil. Karena justru di awal inilah Allah melihat kesungguhan kita. Apakah kita masuk Ramadhan dengan kebiasaan lama, atau dengan tekad baru yang lebih bersih? Lirih istighfar pun mengalun di keheningan malam:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Dan doa penuh harap:
اللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Air mata yang jatuh di malam pertama lebih berharga daripada tawa tanpa makna di hari-hari setelahnya. Wahai jiwa yang merindu keselamatan, jagalah malam pertama Ramadhan. Bersihkan tanganmu dari mengambil yang bukan hakmu. Bersihkan lisanmu dari dusta. Bersihkan hatimu dari dengki. Karena bisa jadi, pada malam itulah Allah menatapmu dengan cinta. Dan tatapan itu menjadi sebab keselamatanmu di dunia dan akhirat.
Oleh : Wardah Aulia Unnisa
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan