WONOSOBO — Komunitas Sound System Pondok Pesantren Nusantara (KSSP Nusantara) kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Lailatul Qohwah II pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Pondok Pesantren Nurun ‘Ala Nur 2, Kapencar, Kertek, Wonosobo. Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Gerakan Audio Pesantren” ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi para teknisi audio dari berbagai pesantren di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Nusantara, di antaranya Pondok Pesantren El Bayan Majenang, Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban, Pondok Pesantren Fadhlu Minallah Yogyakarta, serta sejumlah pesantren lainnya. Rangkaian acara dimulai dengan mahalul qiyam, dilanjutkan seminar nasional, pelantikan pengurus Koordinator Wilayah (Korwil) KSSP Wonosobo, sarasehan, hingga sahur bersama yang semakin menguatkan suasana kebersamaan antar peserta.
Dalam sesi sambutan, sohibul bait sekaligus Kepala Pondok Pesantren Nurun ‘Ala Nur 2, Ustadz Marfu’in, S.Sy, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan pesantrennya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah pengembangan keterampilan santri, sekaligus memperkuat jaringan persaudaraan antar pesantren.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum KSSP Nusantara, Idris Zee, yang menceritakan sejarah berdirinya komunitas tersebut serta perjalanan para santri dalam mengembangkan dunia sound system di lingkungan pesantren. Ia menjelaskan bahwa KSSP lahir dari semangat kebersamaan para santri yang ingin belajar dan berbagi pengalaman dalam bidang audio hingga mampu membangun sistem sound secara mandiri di pesantren masing-masing. Dalam kesempatan itu ia juga menegaskan pentingnya keberanian santri untuk tampil dan berkarya di tengah perkembangan zaman. “Santri iku kudu wani tampil, jaman saiki kok gak wani tampil yo diedek-edek,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Korwil KSSP Wonosobo, Sholeh Muqoddas, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kehadiran kepengurusan wilayah dapat memperkuat koordinasi serta mempermudah kegiatan kolaboratif antar pesantren di daerah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Idris juga menyinggung uji coba perdana ABAP (Akademi Basic Audio Pesantren), sebuah program kursus dasar audio yang dirancang untuk mencetak teknisi pesantren yang terampil sekaligus bersertifikasi. Program tersebut pertama kali diuji coba di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, dengan diikuti oleh 25 peserta. Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta berhasil mengikuti pelatihan dengan baik hingga mampu mengoperasikan perangkat audio secara mandiri.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah seminar nasional audio pesantren yang menghadirkan Ragil Suyatno, CEO Big Band Audio Klaten, sebagai narasumber, dengan Fathul Majdi sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Ragil berbagi pengalaman teknis mengenai bagaimana membangun sistem audio yang efektif namun tetap ekonomis, sekaligus menjelaskan berbagai persoalan teknis yang sering terjadi dalam pengoperasian sound system di lapangan.
Ia juga memberikan demonstrasi langsung mengenai cara mengoperasikan mixer analog dan digital, serta membagikan solusi praktis terhadap berbagai kendala teknis yang sering dialami para operator audio. Seminar tersebut semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka, di mana beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait persoalan teknis yang mereka hadapi di pesantren masing-masing.
Sebagai informasi, Ragil Suyatno dikenal sebagai praktisi audio yang kerap menangani berbagai acara besar, termasuk kegiatan yang melibatkan tokoh dan musisi nasional seperti Habib Zaidan, Habib Syech, Gandrung Nabi, Denny Caknan, hingga berbagai pertunjukan campursari.
Melalui kegiatan ini, KSSP Nusantara berharap dapat terus memperkuat jaringan para teknisi audio pesantren di berbagai daerah, sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang memiliki keterampilan teknis profesional di bidang audio. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keilmuan, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan