Banyumas — Reuni Akbar ke-3 yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal alumni Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia diselenggarakan pada Selasa, 24 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di aula utama pesantren. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif yang melampaui sekadar ajang temu kangen, dengan mempertemukan pengasuh, masyayikh, dewan asatidz, para guru, serta alumni lintas generasi, dari angkatan pertama hingga ketujuh, dalam satu ruang kebersamaan yang sarat makna.
Lebih dari sekadar silaturahmi, reuni ini menghadirkan dimensi yang lebih mendalam mengenai keberlangsungan hubungan antara santri dan pesantren dalam lintasan waktu. Di tengah mobilitas alumni yang tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang beragam, kehadiran ratusan peserta menjadi indikator kuat bahwa ikatan tersebut tetap hidup dan relevan dalam berbagai situasi.
Sorotan utama kegiatan ini tertuju pada mau’idah hasanah yang disampaikan oleh KH. Zuhrul Anam Hisyam. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat konsep al-wafa’ (kesetiaan) sebagai fondasi akhlak yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan spiritual. Beliau menegaskan bahwa al-wafa’ merupakan bagian dari nilai Qur’ani yang menuntut konsistensi dalam menjaga dan menghargai relasi, khususnya kepada pihak-pihak yang berjasa dalam perjalanan hidup seseorang.
Dengan mengutip ungkapan Arab “الوفاء بما له فضلٌ، والوفاء بمن له فضلٌ”, beliau menjelaskan bahwa kesetiaan mencakup dua dimensi utama, yaitu kesetiaan terhadap nilai-nilai yang memiliki keutamaan serta kesetiaan kepada individu atau institusi yang memiliki jasa. Dalam konteks pesantren, hal ini diwujudkan melalui upaya menjaga hubungan dengan para guru dan almamater sebagai bentuk penghormatan yang berkelanjutan. Kehadiran alumni dalam kegiatan ini dipandang sebagai manifestasi konkret dari nilai tersebut.
Selain itu, kegiatan ini juga merefleksikan pentingnya menjaga alaqah (tali hubungan) antara alumni dan lembaga pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang hadir serta memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam meraih cita-cita dunia dan akhirat. Di penghujung mau’idah, disampaikan pula permohonan maaf atas berbagai dinamika selama masa pendidikan, sebagai refleksi bahwa seluruh proses tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dalam membentuk pemahaman dan karakter santri secara lebih matang. Dengan demikian, nilai al-wafa’ menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan hubungan antara santri dan pesantren, tidak hanya dalam dimensi duniawi, tetapi juga dalam dimensi spiritual yang lebih luas.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan