Pada Sabtu malam, 26 Agustus 2024, Ma’had Aly menggelar kegiatan Debat Qonun dengan tema “Haruskah Mahasantri Belajar Politik?” Kegiatan ini berlangsung di gedung Zawiyah lantai 2, di mana setiap sanah (tingkatan) melaksanakan debat di kelas masing-masing. Santri dibagi menjadi dua kelompok, pro dan kontra, dan diskusi berlangsung dalam bahasa Arab untuk mengasah kemampuan retorika dan berpikir kritis mereka.
Di sanah 1, debat berlangsung dengan penuh dinamika. Kelompok pro berpendapat bahwa mempelajari politik penting agar mahasantri mampu memahami dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu argumen mereka berbunyi, “تعليم السياسة يساعدنا على فهم كيفية إدارة المجتمع والمشاركة في تحسينه” (Belajar politik membantu kita memahami bagaimana mengelola masyarakat dan berpartisipasi dalam memperbaikinya). Di sisi lain, kelompok kontra menekankan bahwa keterlibatan dalam politik dapat mengalihkan fokus dari ilmu agama. Mereka menyatakan, “السياسة قد تأخذنا بعيدا عن العلم الشرعي الذي هو أساس حياتنا” (Politik bisa menjauhkan kita dari ilmu agama yang menjadi dasar hidup kita).
Meskipun diskusi berlangsung sengit, moderator mampu mengarahkan jalannya debat dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam kemampuan bahasa Arab santri, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mempertimbangkan keseimbangan antara ilmu agama dan pengetahuan umum.
Penulis : M Hisyam Abdulloh
BERITA DIWAN AS-SYI'RI FEATURE HASIL MUSYAWAROH HIKMAH KTI MUTARJIM OPINI POLITIK PROFIL ULAMA Sastra Pesantren SEJARAH Tafsir Al-Qur'an










Tinggalkan Balasan