Di pesantren, kehilangan sandal itu bukan tragedi besar.
Ia adalah ritual peralihan, bagian dari proses menjadi santri sejati.
Kalau baru sekali sandalmu hilang, berarti kamu baru “pemula”. Kalau sudah lima kali dalam sebulan, selamat, kamu sedang menapaki jalan kesabaran tingkat dewa.
Setiap hari, selepas shalat berjamaah, pemandangan paling klasik di teras masjid adalah santri-santri berdiri sambil menatap tanah, matanya menyapu barisan sandal yang acak-acakan seperti pasukan bubar jalan. Ada yang langsung menemukan sandalnya dengan ekspresi biasa saja. Ada juga yang melongo lama, menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Ada yang mulai celingukan, lalu dengan penuh harap bertanya,
“Bro, liat sandal gue enggak?”

Kalau jawaban temannya, “Coba cari di belakang tiang,” artinya petualangan dimulai.
Kadang, sandalmu tidak benar-benar hilang. Ia hanya… berpindah tempat tanpa permisi. Entah karena ketendang, tertimpa sandal orang, atau diangkut bocil yang iseng cari sandal keren.
Yang lebih lucu, kadang-kadang kamu menemukan sandal yang mirip, tapi satu beda ukuran. Mau ambil, ragu. Mau cari lagi, takut makin hilang.
Akhirnya, dengan perasaan pasrah, banyak santri pulang ke asrama dengan sandal “pinjaman” yang beda kanan kiri.
“Yang penting kaki enggak panas,” katanya sambil nyengir.
Namun, dari sandal hilang ini, sebenarnya kita belajar banyak hal:
Belajar sabar, karena marah pun sandalnya enggak balik.
Belajar ikhlas, karena kadang sandalmu sudah resmi menjadi milik orang lain (secara tidak sadar).
Belajar tabah, karena tidak semua yang kita punya akan selalu bersama kita.
Dan yang paling penting: belajar bertawakkal. Karena setelah semua usaha mencari, pada akhirnya kita hanya bisa berkata,
“Ya Allah, kalau memang bukan rezekiku, ridho’kan aku dengan sandal baru…”
Tidak jarang juga, dari peristiwa sandal hilang ini, muncul cerita-cerita persahabatan.
Ada yang akhirnya berbagi sandal (satu pakai, satu nyeker). Ada juga yang rela antar temannya ke koperasi buat beli sandal baru.
Karena di pesantren, yang kecil-kecil seperti ini — kehilangan, ketemuan, ketawa bareng — adalah bagian dari latihan hidup.
Hidup ini pada akhirnya memang tentang kehilangan: kehilangan waktu, kehilangan kesempatan, kehilangan orang-orang tercinta.
Dan di pesantren, semua itu dipraktikkan dari hal paling sederhana: kehilangan sandal.
Jadi, kalau suatu hari kamu kehilangan sandal, jangan buru-buru murung.
Siapa tahu, di saat itu, hatimu sedang ditempa menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Dan mungkin, sedang diajari oleh Allah,
bahwa kehilangan itu bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru.
- Ramah Tamah Bu Mus, Penjual Kantin Favorit Mahasantri Andalusia
Post Views: 68 Kantin sederhana yang berada di dekat Kampus Ma’had Aly Andalusia selalu ramai dikunjungi mahasantri setiap hari. Sejak pagi hingga waktu istirahat, para mahasantri berdatangan untuk membeli makanan dan minuman…. - Ketika Secangkir Kopi Menjadi Tempat Pulang
Post Views: 107 Di sebuah sudut desa yang tenang di Randegan, Banyumas, berdiri sebuah tempat sederhana yang tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menghadirkan rasa pulang bagi banyak orang. Namanya “Cafe Keramat.”… - Kandang Culture: Cara Pesantren Mengajarkan Tanggungjawab Melalui Ternak
Post Views: 207 Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, menyisakan semburat jingga yang membelah kabut tipis di lereng barat maqam leler. Miftah, salah satu santri Andalusia sudah sibuk dengan perlengkapan ngaritnya…. - Eka Prasetya Comeback
Post Views: 182 Waktu menuju pemungutan suara di Mahad Aly Andalusia semakin menyempit. Di koridor-koridor pesantren, atmosfer politik mahasiswa mulai menghangat. Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu sosok yang auranya terasa… - Malam Waktu Ritual Merawat Ilmu
Post Views: 242 Malam Selasa di Andalusia merupakan waktu yang istimewa. Di saat kebanyakan orang mulai menarik selimut untuk beristirahat, ratusan santri justru memilih berkumpul dan membentuk lingkaran. Bukan untuk demonstrasi, melainkan…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan