BANYUMAS – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan realitas yang mendisrupsi berbagai sektor kehidupan. Menanggapi fenomena tersebut, Ma’had Aly Andalusia menggelar sharing session bertajuk “Memanfaatkan, Bukan Dimanfaatkan Artificial Intelligence (AI)” pada Sabtu (11/4). Acara yang berlangsung di Randegan, Kebasen ini menghadirkan Bapak Saeful Huda, S.Hum., seorang pengajar sekaligus pegiat literasi, untuk mengupas tuntas sejarah hingga tantangan moral di balik teknologi mesin berpikir tersebut.
Dalam paparannya, Bapak Saeful Huda membuka pemaparan nya dengan menarik garis sejarah ke masa Perang Dunia II. Ia mengisahkan sosok Alan Turing, matematikawan hebat yang berhasil memecahkan kode Enigma melalui mesin ciptaannya. Kisah yang juga diabadikan dalam film The Imitation Game ini disebut sebagai “Fase Harapan”, di mana mesin Turing menjadi cikal bakal lahirnya komputer modern sekaligus fondasi awal pengembangan kecerdasan buatan di dunia. Namun, perjalanan AI tidak selalu mulus. Bapak Saeful menjelaskan adanya “Fase Kekecewaan”, di mana perkembangan teknologi ini sempat mengalami stagnasi karena keterbatasan sumber daya pada masanya.
Titik balik kemudian terjadi pada “Fase Kebangkitan”, yang ditandai dengan momen ikonik saat mesin AI mampu mengalahkan juara dunia catur. Momen tersebut membuktikan bahwa algoritma bukan lagi sekadar instruksi kaku, melainkan sistem yang mulai mampu mensimulasikan pola pikir manusia dalam strategi yang rumit.
Memasuki era saat ini, dunia tengah berada dalam “Fase Revolusi AI” yang didorong oleh kehadiran Big Data atau mahadata. Bapak Saeful mendefinisikan Big Data sebagai himpunan data raksasa yang sangat kompleks dan tak terstruktur, sehingga tidak mungkin lagi dikelola oleh aplikasi pengolah data tradisional. Data bandang inilah yang menjadi “bahan bakar” bagi AI untuk terus belajar dan mengolah jutaan informasi secara instan melalui algoritma yang kian canggih.
Meski menawarkan kemudahan, Bapak Saeful memberikan catatan kritis mengenai fenomena penyalahgunaan AI, terutama di kalangan mahasiswa. Ketergantungan yang berlebihan pada alat seperti ChatGPT seringkali menjadi bumerang. Ia mengingatkan bahwa meski terlihat meyakinkan, ChatGPT dan model bahasa serupa masih sering melakukan kesalahan atau halusinasi informasi. Oleh karena itu, pengguna dituntut memiliki literasi yang kuat agar tidak menelan mentah-mentah hasil generatif dari mesin tersebut.
Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan mendasar mengenai perbedaan antara teknologi dan AI. Bapak Saeful Huda menjelaskan secara filosofis bahwa AI adalah sebuah “mesin berpikir”, sementara mesin itu sendiri merupakan produk dari teknologi. AI bekerja dengan cara meng-generating jutaan data berdasarkan algoritma tertentu. Dengan kata lain, AI adalah bagian spesifik dari evolusi teknologi yang fokus pada pengolahan informasi dan pengambilan keputusan layaknya kecerdasan manusia.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dampak AI terhadap disrupsi jurnalistik dan otoritas informasi. Kehadiran AI dinilai mampu menggerus peran institusi informasi tradisional karena kemampuannya memproduksi konten secara masif dan cepat. Namun, Bapak Saeful menegaskan bahwa mesin tidak memiliki nurani dan kedalaman rasa. Disrupsi ini menciptakan seleksi alam bagi para praktisi informasi dan akademisi di masa depan.
Sebagai penutup, Bapak Saeful menekankan bahwa di masa depan, hanya mereka yang memiliki kedalaman ilmu dan integritas yang mampu bertahan di tengah gempuran teknologi. Manusia tidak boleh hanya menjadi objek yang digerakkan oleh algoritma, melainkan harus menjadi subjek yang mengendalikan mesin. Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan substansi menjadi kunci utama agar kita tetap menjadi tuan atas teknologi, bukan justru dimanfaatkan olehnya.
Penulis: Mujiburrohman
DOKUMENTASI








Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan