Di tengah akselerasi modernitas yang terus bergerak cepat, generasi muda hari ini kerap berada pada dua kutub yang sama-sama problematik: sebagian menolak perkembangan zaman secara total atas nama kesalehan, sementara sebagian lain justru melakukan afirmasi berlebihan terhadap modernitas hingga nilai-nilai transenden perlahan tereduksi.
Keduanya berangkat dari problem yang sama, yaitu kegagalan menempatkan relasi antara al-dunyā dan al-ākhirah secara proporsional.
Padahal Al-Qur’an telah memberikan formulasi yang sangat presisi melalui firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 77:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ ٱللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Ayat ini menarik karena Islam tidak pernah memerintahkan umatnya untuk melakukan ‘uzlah total dari dunia, tetapi juga tidak menjadikan dunia sebagai ghāyah atau tujuan final. Dunia tetap diakui eksistensinya, tetapi harus diletakkan sebagai wasīlah menuju orientasi ukhrawi.
Dalam Tafsir al-Tabari terdapat beberapa aqwāl terkait frasa وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا. Salah satunya:
أي: لا تترك أن تعمل لله في الدنيا
yakni, jangan meninggalkan amal untuk Allah selama hidup di dunia.
Riwayat Ibn Zayd juga menegaskan:
لا تنس أن تقدم من دنياك لآخرتك، فإنك لا تجد في آخرتك إلا ما قدمت في الدنيا
“Jangan lupa menyiapkan bekal dari kehidupan duniamu untuk akhiratmu, karena di akhirat seseorang hanya akan mendapati apa yang telah dipersiapkannya di dunia.”
Dalam Tafsir al-Baghawi, frasa tersebut dipahami sebagai anjuran untuk mengambil bagian dunia secukupnya sebagai penopang ketaatan. Sementara Al-Tafsir al-Basit menegaskan bahwa kenikmatan dunia yang mubāḥ tidak tercela selama tidak menggeser orientasi akhirat. Dalam khazanah turāts, dunia kerap diposisikan sebagai mazra‘at al-ākhirah, yaitu ladang bagi kehidupan yang lebih abadi.
Namun, tantangan generasi hari ini tidak berhenti pada hedonisme atau kultur populer semata. Ada persoalan yang lebih halus, yaitu semakin banyak cara pandang sekuler yang menempatkan agama hanya sebatas urusan personal. Agama dianggap cukup hadir dalam ruang ibadah dan ritual, tetapi perlahan dikesampingkan dari cara seseorang memandang kehidupan, menentukan standar benar dan salah, hingga merespons persoalan sosial.
Pada titik ini, iman berisiko direduksi menjadi sekadar identitas simbolik. Ia diakui secara personal, tetapi tidak lagi menjadi landasan berpikir dan bersikap.
Padahal mempelajari pemikiran Barat, filsafat modern, atau berbagai diskursus kontemporer bukan sesuatu yang terlarang. Tradisi intelektual Islam sejak dahulu mengenal muqāranah, muqābalah, dialog, hingga kritik terhadap berbagai pemikiran di luar Islam. Keterbukaan intelektual bukanlah masalah. Problem justru muncul ketika seseorang mengadopsi suatu pemikiran tanpa memiliki fondasi uṣūl yang kokoh.
Di titik ini, saya teringat dawuh sederhana dari guru nahwu saya (Ustadz Abdul Aziz):
كن عارفًا بالزمان ولا تنس بالإيمان
Jadilah seseorang yang memahami zaman, tetapi jangan melupakan iman.
Nasihat ini terasa sangat relevan hari ini. Menjadi ‘ārif bi al-zamān berarti memahami perkembangan teknologi, membaca perubahan sosial, mengikuti diskursus intelektual, dan tidak hidup dalam anti-intelektualisme. Namun, seluruh keterbukaan itu harus tetap berada dalam orbit iman.
Sebagaimana dawuh guru tauhid saya, “nakal” tidak selalu bermakna destruktif. Kadang, ia berarti keberanian berpikir kritis, menguji gagasan, dan tidak menerima sesuatu secara pasif. Namun, keberanian intelektual tetap harus berpijak pada akidah yang kokoh.
Barangkali tantangan terbesar pemuda muslim hari ini bukan sekadar bagaimana menjadi religius atau modern.
Melainkan bagaimana tetap terbuka terhadap dunia, tanpa membiarkan dunia mendikte iman.
penulis : Nahja Muhammad Abdil Hakim
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan