Kantin sederhana yang berada di dekat Kampus Ma’had Aly Andalusia selalu ramai dikunjungi mahasantri setiap hari. Sejak pagi hingga waktu istirahat, para mahasantri berdatangan untuk membeli makanan dan minuman.
Meskipun letaknya berada dekat area pemakaman, suasana kantin tetap terasa nyaman dan tidak menyeramkan. Banyak mahasantri justru merasa betah berada di tempat tersebut karena suasananya tenang serta penjualnya dikenal sangat ramah kepada para pembeli.
Berbagai makanan dijual di kantin tersebut, mulai dari bakso tahu, tahu brontak, gorengan, ayam katsu, hingga aneka minuman segar. Selain rasanya enak, harga makanan di kantin itu juga cukup terjangkau bagi kalangan mahasantri. Hal tersebut membuat kantin hampir tidak pernah sepi pengunjung.
Salah satu hal yang membuat kantin tersebut disukai banyak orang adalah keramahan penjualnya. Penjual kantin yang akrab dipanggil Bu Mus dikenal murah senyum dan sopan saat melayani pembeli. Ia selalu berbicara dengan lembut dan tetap sabar meskipun kantin sedang ramai.
Menurut Anisa Istiqomah (19) salah satu mahasantri, pelayanan di kantin tersebut membuat pembeli merasa nyaman. “Bu Mus orangnya baik sekali. Kalau melayani pembeli selalu ramah dan murah senyum. Jadi, saya lebih suka membeli makanan di sini,” ujarnya.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Elsa Alzahra (19) seorang mahasantri yang hampir setiap hari membeli makanan di kantin tersebut.
“Walaupun pembelinya banyak, Bu Mus tetap sabar melayani satu per satu. Selain itu, makanannya juga enak dan harganya murah,” katanya.
Sementara itu, Bu Mus (45) mengatakan bahwa dirinya senang bisa melayani para mahasantri setiap hari. Menurutnya, bersikap ramah kepada pembeli merupakan hal penting saat berjualan.
“Saya hanya ingin pembeli merasa nyaman saat datang ke sini. Kalau mereka senang, saya juga ikut senang,” ujar Bu Mus.
Selain terkenal karena pelayanannya yang baik, suasana kantin juga terasa hangat dan akrab. Banyak mahasantri memanfaatkan waktu istirahat untuk makan bersama sambil berbincang dengan teman-teman mereka. Suasana ramai membuat kantin terasa hidup dan penuh kebersamaan. Walaupun berada dekat area pemakaman, kantin tersebut tetap terasa nyaman karena lingkungannya bersih dan selalu dipenuhi aktivitas mahasantri. Bahkan, beberapa mahasantri mengaku tidak merasa takut sama sekali karena suasana kantin sangat ramai dan menyenangkan.
Setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai, beberapa mahasantri sudah terlihat datang ke kantin untuk membeli sarapan ringan atau sekadar minuman hangat. Suasana pagi di kantin terasa cukup tenang dengan udara yang masih sejuk. Beberapa mahasantri duduk santai sambil berbincang bersama teman-temannya sebelum masuk kelas. Kehadiran kantin tersebut menjadi salah satu tempat yang membantu mahasantri memulai hari dengan suasana yang nyaman.
Ketika waktu istirahat tiba, kantin mulai dipenuhi antrean pembeli. Meskipun ramai, suasana tetap tertib karena Bu Mus melayani pembeli dengan sabar dan teratur. Para mahasantri juga terlihat sudah terbiasa menunggu giliran sambil bercanda bersama teman-teman mereka. Hal itu membuat suasana kantin terasa lebih hangat dan menyenangkan.
Beberapa mahasantri mengatakan bahwa mereka merasa betah berada di kantin karena suasananya sederhana tetapi penuh keakraban. Tidak sedikit dari mereka yang memilih duduk lebih lama setelah selesai makan hanya untuk berbincang atau melepas rasa lelah setelah belajar. Kantin tersebut seolah menjadi tempat berkumpul yang sederhana, tetapi memiliki banyak kenangan bagi para mahasantri.
Selain makanan yang dijual cukup beragam, kualitas rasa juga menjadi alasan mengapa kantin tersebut selalu ramai pengunjung. Bakso tahu dan tahu brontak menjadi salah satu menu yang paling sering dicari oleh mahasantri. Aroma makanan yang baru dimasak sering kali membuat orang yang lewat tertarik untuk membeli. Dengan harga yang murah dan rasa yang enak, kantin itu dianggap cocok untuk kalangan mahasantri.
Keramahan Bu Mus juga terlihat dari cara dirinya menyapa para pembeli. Ia sering menanyakan kabar mahasantri atau memberikan senyuman ketika melayani mereka. Sikap sederhana tersebut ternyata membuat banyak pembeli merasa dihargai. Beberapa mahasantri bahkan menganggap Bu Mus seperti orang tua sendiri karena sikapnya yang hangat dan perhatian.
Menurut beberapa mahasantri, pelayanan yang baik merupakan salah satu alasan utama mengapa mereka lebih memilih membeli makanan di kantin tersebut dibanding tempat lain. Mereka merasa nyaman karena tidak hanya datang untuk membeli makanan, tetapi juga mendapatkan suasana yang menyenangkan. Keramahan kecil yang diberikan Bu Mus membuat hubungan antara penjual dan pembeli terasa lebih dekat.
Di sekitar kantin juga terdapat beberapa tempat duduk sederhana yang sering digunakan mahasantri untuk berkumpul. Saat jam kosong atau setelah kegiatan belajar selesai, tempat tersebut biasanya dipenuhi obrolan santai para mahasantri. Suasana itu membuat kantin terasa hidup setiap harinya.
Walaupun lokasi kantin berada dekat area pemakaman, hal tersebut tidak mengurangi minat mahasantri untuk datang. Banyak mahasantri justru merasa suasana di sekitar kantin cukup tenang dan nyaman. Karena selalu ramai oleh aktivitas pembeli, suasana di kantin tidak pernah terasa sepi atau menyeramkan.
Keberadaan kantin sederhana tersebut memberikan warna tersendiri bagi kehidupan mahasantri di Kampus Ma’had Aly Andalusia. Kantin bukan hanya tempat membeli makanan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berbagi cerita bersama teman-teman. Kehangatan suasana serta keramahan penjual membuat kantin tersebut memiliki kesan tersendiri di hati para mahasantri.
Melalui sikap ramah dan pelayanan yang baik, Bu Mus berhasil menciptakan suasana kantin yang nyaman bagi semua pembeli. Hal sederhana seperti senyuman, sapaan hangat, dan kesabaran saat melayani ternyata mampu membuat banyak orang merasa senang. Kantin sederhana itu menjadi bukti bahwa keramahan dapat menciptakan hubungan baik dan menghadirkan rasa nyaman bagi siapa saja yang datang.
Oleh: Anisa Istiqomah
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan