Dalam kehidupan seorang Muslim, iman bukan hanya sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan keteguhan sikap dan konsistensi dalam menjalankan ajaran agama. Hal ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ ketika seorang sahabat berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلاَمِ قَوْلًا لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ
قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya lagi kepada selain engkau.” Maka beliau bersabda, Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah.” (رواه مسلم)
Hadis ini menunjukkan bahwa inti ajaran Islam terangkum dalam dua hal: iman dan istiqamah. Iman adalah keyakinan yang tertanam kuat dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Sedangkan istiqamah adalah konsistensi dalam menjaga keimanan tersebut agar tetap lurus di jalan Allah.
Istiqamah berarti teguh dalam ketaatan, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, serta tetap berpegang pada ajaran Islam dalam segala kondisibaik saat lapang maupun sempit, senang maupun susah. Orang yang istiqamah tidak hanya rajin beribadah ketika semangat saja, tetapi terus menjaga kualitas ibadahnya sepanjang waktu.
Allah ﷻ juga menegaskan keutamaan istiqamah dalam Al-Qur’an:
إِ نَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ
اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)
Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah membawa ketenangan hati, perlindungan dari rasa takut yang berlebihan, serta kabar gembira berupa surga.
Betapa besar balasan bagi mereka yang mampu menjaga konsistensi dalam iman dan amal saleh.
Namun, istiqamah bukan perkara mudah. Ia membutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta perjuangan melawan hawa nafsu. Tantangan zaman, pergaulan, dan godaan dunia sering kali membuat seseorang goyah. Karena itu, seorang Muslim perlu memperkuat hubungannya dengan Allah melalui shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berkumpul dengan orang-orang saleh.
Bagi para santri dan mahasantri, istiqamah sangat penting dalam menuntut ilmu. Konsisten hadir dalam majelis ilmu, menjaga adab kepada guru, serta mengamalkan ilmu yang dipelajari merupakan bentuk nyata dari istiqamah. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh akan menjadi berkah dan bermanfaat.
Kesimpulannya, hadis tentang istiqamah mengajarkan bahwa setelah seseorang beriman, tugas berikutnya adalah menjaga dan mempertahankan iman tersebut hingga akhir hayat. Iman tanpa istiqamah akan mudah pudar, sedangkan istiqamah adalah bukti kejujuran iman. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beriman, lalu tetap teguh di jalan-Nya hingga akhir kehidupan. Aamiin.
Oleh: Zulfa Zakiah Elfataqiyah
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan