Volume 1 Part 6
KH. Hisyam Zuhdi meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia pendidikan Islam di Banyumas dan sekitarnya. Kepemimpinan beliau di Pondok Pesantren Leler, yang kemudian berganti nama menjadi At-Taujieh Al-Islamy, tidak hanya mengubah wajah pesantren tersebut, tetapi juga memperluas pengaruhnya hingga ke berbagai belahan Nusantara. Di bawah bimbingan beliau, pesantren ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memainkan peran kunci dalam membentuk karakter dan keilmuan para santrinya.
Dalam aspek pendidikan, KH. Hisyam Zuhdi dikenal dengan pendekatan yang tidak monoton dan sangat praktis. Metode pengajaran yang beliau terapkan mengedepankan interaksi langsung dan praktik nyata dalam setiap materi yang diajarkan. Hal ini terlihat dari kebiasaannya memeragakan ajaran agama yang disampaikannya, memberikan contoh konkret yang membantu santri lebih memahami dan mengaplikasikan ilmu yang dipelajari. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman santri, tetapi juga menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan efektif.
Dalam konteks sosial, KH. Hisyam Zuhdi memainkan peran yang sangat penting. Beliau seringkali terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, menjadi imam shalat jenazah, penghulu dalam acara pernikahan, dan penasihat dalam berbagai permasalahan keagamaan. Keterlibatan aktif ini menunjukkan dedikasi beliau tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara umum. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, KH. Hisyam menjadi panutan yang dihormati dan dicontoh oleh banyak orang di Banyumas.
Masyarakat tidak hanya mengakui KH. Hisyam sebagai seorang ulama yang alim, tetapi juga sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati. Beliau dikenal dengan sifat penyayang dan kesabaran yang tinggi, baik terhadap santri maupun orang-orang di sekelilingnya. Keterampilan dan kecintaannya terhadap aktivitas luar seperti memelihara burung perkutut dan membuat batu akik, menambah dimensi personal yang mengagumkan dalam diri KH. Hisyam. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menunjukkan bakatnya, tetapi juga memberi gambaran tentang keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal yang beliau pegang teguh.
Pondok Pesantren Leler, di bawah kepemimpinan KH. Hisyam, juga menjadi tempat di mana banyak ulama besar dilahirkan. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren ini melanjutkan warisan keilmuan yang telah ditanamkan oleh KH Hisyam dan menerapkannya dalam kehidupan mereka masing-masing. Ini termasuk mereka yang kemudian menjadi tokoh-tokoh penting dalam dunia keagamaan dan sosial, membuktikan dampak luas dari pengajaran dan bimbingan KH. Hisyam.
Setelah wafatnya KH. Hisyam pada tahun 1994, penerusnya—terutama ketiga anaknya dan menantu—melanjutkan kepemimpinan dan pengelolaan Pondok Pesantren Leler. Mereka berkomitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan yang telah ditinggalkan oleh KH. Hisyam. Perubahan nama pesantren menjadi At-Taujieh Al-Islamy merupakan salah satu upaya untuk memperbaharui dan menyesuaikan pesantren dengan perkembangan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai dan tradisi yang telah ada.
Dalam kajian keilmuan, KH. Hisyam Zuhdi dan para penerusnya terus memelihara dan menyebarkan ilmu yang telah diwariskan, menjadikan Pondok Pesantren Leler sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang terkemuka di Banyumas. Kontribusi KH. Hisyam dalam dunia pendidikan dan sosial tidak hanya dikenang dalam konteks sejarah, tetapi juga terus hidup dalam setiap aktivitas dan pembelajaran yang dilakukan di pesantren tersebut.
Dengan segala dedikasi, ilmu, dan kontribusi yang diberikan, KH. Hisyam Zuhdi telah meninggalkan warisan yang abadi. Pesantren At-Taujieh Al-Islamy tetap menjadi bukti nyata dari kerja keras dan komitmen beliau dalam mencerdaskan umat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan sosial. Warisan KH. Hisyam terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang dalam kebaikan dan ilmu pengetahuan.
Penulis : M Hisyam Abdillah










Tinggalkan Balasan