Banyumas – Pondok Pesantren Attaujieh Al-islamy 2 menggelar acara pengajian rutin Ahad Pon, (4/8/2024) yang diisi langsung oleh Abah Anam. Beliau mengkaji 3 kitab sekaligus yaitu: Fathul Wahab, Lawaqihul Anwar, dan khozinatul asror. Dalam kitab khozinatul asror Beliau membahas mengenai amal dan ibadah, dengan penekanan khusus pada makna sujud.



Abah Anam menjelaskan bahwa sujud merupakan puncak dari ibadah yang menunjukkan kehinaan manusia di hadapan Allah SWT. Beliau menjelaskan dalam sujud, manusia menunjukkan sikap tawadhu dan kepasrahan yang mendalam kepada Allah. Sujud adalah cara utama untuk mendekatkan diri kepada-Nya, karena dalam posisi sujud, manusia merendahkan diri seutuhnya di hadapan Allah.
Penjelasan lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa sujud tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allah. Hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menolak permintaan seseorang untuk sujud kepadanya. Beliau bercerita: “Suatu hari ada seseorang meminta untuk mencium tangan Rasulullah maka Rasulullah langsung mengulurkan tangannya untuk dicium , kemudian ingin mencium kaki Rasulullah juga dan Rasulullah mengulurkan kakinya, lalu orang tersebut juga ingin sujud kepada rasululloh maka Rasulullah spontan melarangnya, tidak boleh orang sujud kepada seseorang, andaikan boleh tentu yang paling berhak adalah seorang istri terhadap suaminya, mengingat besarnya kewajiban istri terhadap suami. Namun, sujud tetap diperuntukkan kepada Allah SWT semata”.
Dalam kajian ini, para jama’ah diajak untuk merenungkan pentingnya sujud dalam ibadah dan bagaimana hal ini mencerminkan ketundukan serta penghambaan kita kepada Allah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman dan pengamalan ibadah sujud dalam kehidupan sehari-hari.
Liputan Tim Malyjurnalistik Putri
lihat selengkapnya ;










Tinggalkan Balasan