Belum lama ini, Dunia maya digemparkan dengan seorang muslim Indonesia yang mengaku ahli dalam berbicara menggunakan Bahasa Suryani. Bahkan Ia mengklaim dirinya dapat berbicara dan berkomunikasi dengan hewan, seperti semut, cacing, harimau, bahkan dengan malaikat dan nabi khidr. Apakah mungkin mempelajari bahasa kuno yang kami kira sudah jarang digunakan atau bahkan sudah tidak digunakan? Kemungkinan itu selalu ada, tetapi di sini kami tidak akan membahas tentang kemungkinan tersebut. Di sini kami akan membahas tentang apa saja bahasa-bahasa kuno yang masih digunakan saat ini.
Sebelum kami membahas hal tersebut ada baiknya kita tau, apa itu bahasa? ada berapa bahasa yang terdapat di seluruh dunia?
Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya baik menggunakan kata, gerakan, tanda, ataupun isyarat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.
Bahasa manusia termasuk bahasa yang unik jika dibandingkan dengan selain manusia seperti hewan, karena bahasa manusia bisa berkembang tanpa batas, sedangkan hewan tidak. Hal ini dikarenakan, pada umumnya bahasa hewan berpindah secara genetis. Oleh karena itu bahasa hewan biasanya itu-itu saja.
Jika kita tarik ke asal usul munculnya bahasa, di sana terdapat berbagai teori tentangnya yang menurut kami terlalu bertele-tele. Sebagian ahli sejarah mengatakan asal usul bahasa berasal ketika awal mula manusia diciptakan, dan sejarah bahasa terus berlangsung sepanjang sejarah manusia.
Tetapi menurut perspektif agama islam, asal usul bahasa itu berawal dari Nabi Adam yang telah diajarkan tentang semua nama-nama benda yang ada oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 31:
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
Ayat ini menjelaskan bahwa sebenarnya Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama semua benda yang kemudian digunakan nabi adam untuk berbicara dan berkomunikasi. Dengan ini dapat kita simpulkan bahwa manusia yang pertama diciptakan yaitu Nabi Adam mempelajari bahasa melalui apa-apa yang diajarkan oleh Allah SWT. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Ar-Rahman ayat 3 dan 4
خَلَقَ الْإِنْسانَ عَلَّمَهُ الْبَيانَ
“Dialah yang menciptakan manusia, mengajarnya berbicara” (Q.S al-Rahman Ayat 3-4).
Ayat di atas menjelaskan pada kita bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT, dan Allah-lah yang telah mengajari manusia berbicara. Dalam ayat 4 beberapa mufassir bahkan mengartikan البيان dengan arti pandai berbicara.
Jika kita telusuri mulai dari zaman Nabi Adam hingga saat ini, telah muncul banyak bahasa, karena seperti yang telah kami tuturkan bahwa bahasa manusia itu selalu berkembang. Saat ini diperkirakan kurang lebih ada 7000 bahasa diseluruh dunia. Bahasa-bahasa tersebut berkembang dari bahasa kuno hingga bahasa modern yang kita pakai sehari hari.
Dari banyaknya bahasa yang ada dan berkembangnya bahasa-bahasa tersebut, ada bahasa- bahasa kuno yang masih digunakan hingga saat ini, yang mana bahasa ini masih terjaga orisinilnya, dan dikenal dengan bahasa tertua, diantaranya:
1. Bahasa Arab

Bahasa Arab yang berkembang sejak abad ke-8 SM di barat laut Semenanjung Arab, dapat dianggap sebagai salah satu bahasa tertua yang masih bertahan hingga kini. Keberlanjutan bahasa ini terutama dipengaruhi oleh perannya dalam agama Islam, terutama dalam kitab suci Al-Quran, yang diikuti oleh lebih dari 1,8 miliar umat di seluruh dunia. Selain itu, bahasa Arab memiliki sejarah penting dalam perdagangan dan diplomasi di wilayah Semenanjung Arab, memperkuat perannya sebagai bahasa lintas-budaya. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur’an dan merupakan satu-satunya bahasa yang disebut di dalam Alquran. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain.
2. Bahasa Ibrani

Bahasa Ibrani, sebagai bahasa suci kitab suci Yahudi, merentang sejarahnya selama lebih dari 3.000 tahun, yang menandai keberlanjutan dan relevansinya dalam perkembangan budaya serta agama. Bahasa Ibrani yang pertama kali ditemukan dalam teks-teks Alkitab Ibrani, juga dikenal sebagai Tanakh, sekitar tahun 1.200 SM. Bahasa ini awalnya digunakan oleh para pemimpin agama. Tanakh mencakup Taurat, Nevi’im, dan Ketuvim yang merupakan bagian-bagian dari kitab suci Yahudi. Teks-teks ini menjadi catatan tertulis pertama dari bahasa Ibrani dengan sejarah yang mencakup berbagai aspek kehidupan dan keyakinan masyarakat Israel kuno. Namun, peran bahasa ini berkembang seiring waktu. Saat ini, Ibrani telah menjadi bahasa sehari-hari bagi sekitar 9 juta orang. Transformasinya menjadi bahasa lisan yang umum digunakan, terutama dipercepat melalui pergerakan Zionisme yang mendukung pembentukan negara Israel. Keberhasilan Zionisme dalam mendirikan negara Israel pada abad ke-20 mengangkat kembali bahasa Ibrani menjadi bahasa resmi. Kini, Bahasa Ibrani digunakan secara luas di Israel dalam kehidupan sehari-hari, pemerintahan, pendidikan, dan budaya, sehingga menciptakan kebangkitan yang luar biasa dalam penggunaan bahasa ini.
3. Bahasa Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah bahasa kuno Asia Selatan yang merupakan cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini berkembang di Asia Selatan setelah moyangnya mengalami difusi trans-budaya di wilayah barat laut Asia Selatan pada Zaman Perunggu. Bahasa Sanskerta adalah bahasa suci umat Hindu, Buddha, dan Jain. Bahasa ini merupakan bahasa Asia Selatan pada zaman kuno dan pertengahan, dan menjadi bahasa agama, kebudayaan, dan politik yang tersebar di sejumlah wilayah di Asia Tenggara, dan Tengah. Bahasa ini memberikan banyak pengaruh bahasa di Asia Selatan, Tenggara, dan Timur, khususnya melalui kosakata yang dipelajari. Bahasa Sanskerta termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini menjadi salah satu dari tiga bahasa Indo-Eropa tertua yang didokumentasikan serta lahir dari suatu bahasa purba yang di rekonstruksi yaitu bahasa Proto-Indo-Eropa.
Inilah beberapa bahasa kuno yang masih bertahan hingga hari ini. Selain Bahasa-bahasa yang telah kami sebutkan masih ada lagi bahasa kuno lain, tetapi masih ada perbedaan pendapat akan jumlah pasti dan bahasa kuno apa saja yang masih bertahan.
Penulis : M. Najmuddin Zuhri
Editor : Malyjurnalistik










Tinggalkan Balasan