Banyumas — Kamis sore, 20 November 2025, rombongan mahasantri Ma’had Aly Andalusia melakukan kunjungan silaturahmi ke perpustakaan pribadi sastrawan nasional Ahmad Tohari di Jatilawang, Banyumas. Kunjungan ini diikuti oleh Idris Ziee, Ihsan Nur Sholih, Hisyam Abdillah, dan Hamdani dari Ma’had Aly Andalusia.
Fokus utama kunjungan adalah wawancara resmi, dengan Hisyam Abdillah bertindak sebagai moderator. Dalam sesi tersebut, Ahmad Tohari menyampaikan pandangan penting mengenai perjalanan panjang peradaban Islam dan hubungan erat antara pengetahuan, dokumentasi, dan ketahanan budaya.

Beliau menuturkan bahwa dunia Islam pada masa lalu pernah melahirkan para pemikir besar seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Al-Jabar. Namun peradaban itu mengalami kemunduran ketika Perpustakaan Dinasti Abbasiyah dihancurkan pasukan Mongol, menyebabkan ribuan manuskrip hilang dan sungai di sekitarnya menghitam oleh tinta yang larut.
Dalam wawancara, Ahmad Tohari juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi Library of Congress, Amerika Serikat, perpustakaan terbesar di dunia. Di sana, ia menemukan banyak karya penulis Indonesia, termasuk karya-karyanya sendiri yang muncul lengkap dalam database, sebagian telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Jepang, Belanda, Inggris, dan Jawa. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pentingnya arsip dan literasi sebagai penanda martabat suatu bangsa.


Beliau menutup wawancara dengan harapan agar Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia dapat menjadi pionir dalam mengembangkan tradisi sastra pesantren serta melahirkan generasi yang mampu menjaga dan mengembangkan kekayaan intelektual Islam melalui tulisan.
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para mahasantri, sekaligus penguatan hubungan antara tradisi kepenulisan pesantren dan dunia literasi nasional.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan