Bani Israil sudah membuat kerusakan yang banyak sekali di muka bumi ini bahkan para nabi terdahulu pun di bunuh mereka juga Dan yang terakhir diutus kepada mereka adalah Nabi Zakaria, Nabi Yahya, dan Nabi Isa. Mereka membunuh Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, serta berniat membunuh Isa, namun Allah mengangkatnya (ke langit).
Mereka semua itu bersaudara yaitu Nabi yahya anak nya Nabi Zakariya , dan adapun Nabi Isa adalah keponakan dari nabi yahya.
Penyebab di bunuh nya Nabi Yahya bin Zakariya
Raja Bani Israil semula sangat memuliakan Nabi Yahya dan mendekatkan kedudukan Nabi Yahya di majelisnya. Namun sang raja mencintai anak perempuan dari istrinya (anak tiri)—ada yang mengatakan anak perempuan saudaranya (keponakan)—lalu ia meminta fatwa kepada Yahya untuk menikahinya, namun Yahya melarangnya untuk menikahi wanita tersebut.
Kabar itu sampai ke telinga ibu si gadis, maka ia merasa dengki kepada Yahya. Ia sengaja menunggu saat raja sedang meminum khamar, lalu memakaikan putrinya pakaian merah yang tipis, memberinya wewangian dan perhiasan, kemudian mengutusnya menemui raja.
Si ibu menyuruh putrinya untuk memberi minum raja; dan jika raja merayu untuk menyetubuhinya, ia harus menolak hingga raja memberikan apa yang dimintanya. Maka si gadis meminta agar raja membawakan kepala Yahya di atas nampan, dan raja pun melakukannya.
Dan disebutkan dalam hadis:
(لا خير في الدنيا ؛ فإن يحيى بن زكريا قتلته امرأة)
رواه البيهقي في شعب الإيمان (۹۹۹۱) عن سيدنا أبي بن كعب“Tidak ada kebaikan di dunia ini; karena sesungguhnya Yahya bin Zakaria dibunuh oleh seorang wanita.” HR.Baihaqi
Maka Allah menguasakan atas mereka seorang raja dari raja-raja Babilonia yang bernama Khardus (atau Khurdusy bin Kusy)
Ia berangkat menyerang mereka bersama penduduk Babilonia dan memasuki wilayah Syam.
Setelah ia menang atas mereka, ia memerintahkan salah seorang panglima perangnya yang bernama Biruz Adzan, lalu sang panglima memasuki Baitul Maqdis.
Ia berdiri di tempat biasanya mereka mempersembahkan kurban, lalu ia menemukan darah yang mendidih (bergejolak). Ia pun bertanya kepada mereka tentang hal itu. Ia berkata: “Wahai Bani Israil, ada apa dengan darah ini hingga ia mendidih?! Beritahukan kepadaku kabarnya.”
Mereka menjawab: “Ini adalah darah kurban kami yang kami persembahkan namun tidak diterima, itulah sebabnya ia mendidih.” Panglima berkata: “Kalian tidak jujur kepadaku.”
Lalu ia membunuh 770 orang dari mereka namun darah itu tetap tidak tenang. Kemudian ia memerintahkan 700 anak muda dari mereka untuk disembelih di atas darah tersebut, namun darah itu tetap tidak tenang.
(Hasyiyah Ashowi , 4/27)
Maka ia berkata: “Wahai Bani Israil…Celaka kalian! Jujurlah kepadaku sebelum aku tidak menyisakan seorang pun dari kalian yang hidup, baik laki-laki maupun perempuan, melainkan akan aku bunuh semuanya. Akhirnya mereka pun memberitahunya bahwa itu adalah darah Yahya bin Zakaria.“
Maka ia berkata lagi :”Sekarang kalian baru jujur kepadaku. Karena perbuatan seperti inilah Tuhan kalian membalas dendam kepada kalian.’ Ia pun beriman kepada Taurat dan berkata kepada orang-orang di sekelilingnya: ‘Tutuplah pintu-pintu kota dan keluarkanlah semua tentara Khardus yang ada di sini.”
Kemudian ia berkata: ‘Wahai Yahya bin Zakaria; Tuhanku dan Tuhanmu telah mengetahui apa yang menimpa kaummu karenamu dan berapa banyak dari mereka yang telah terbunuh, maka tenanglah dengan izin Tuhanmu sebelum aku menghabiskan kaummu tanpa sisa seorang pun.’ Maka darah itu pun menjadi tenang (berhenti mendidih) dengan izin Allah, dan pembantaian terhadap Bani Israil pun dihentikan.”
Pembantaian Bani Israil
Panglima pasukan babilonia berkata kepada mereka: “Sesungguhnya Khardus telah memerintahkanku untuk membunuh kalian sampai darah kalian mengalir di tengah-tengah perkemahan tentara dan sesungguhnya aku tidak mampu untuk membangkang perintahnya.”
Maka ia memerintahkan mereka (Bani Israil) untuk menggali sebuah parit Lalu mereka membawa kuda, bagal (peranakan kuda dan keledai), keledai, unta, sapi, dan kambing. Panglima itu memerintahkan untuk menyembelih hewan-hewan tersebut hingga darahnya mengalir (memenuhi parit) di perkemahan tentara.
Ia juga memerintahkan agar mayat-mayat yang telah terbunuh sebelumnya dilemparkan ke atas tumpukan hewan-hewan yang telah disembelih itu.
Maka Khardus tidak menyangka melainkan bahwa apa yang ada di dalam parit tersebut adalah darah Bani Israil. Ia pun merasa cukup dengan hal itu, lalu memerintahkan untuk menghentikan pembantaian.
Peristiwa terakhir
Pembantain ini adalah peristiwa terakhir yang Allah firmankan mengenai ayat :
فَإِذَا جَاءَ وَعَدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ … إلخ
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian…” (QS. Al-Isra: 7)
Kemudian kekuasaan di Syam dan wilayah sekitarnya berpindah ke tangan bangsa Romawi dan Yunani. Akan tetapi, sisa-sisa Bani Israil masih banyak dan mereka memiliki kepemimpinan di Baitul Maqdis serta wilayah sekitarnya dalam bentuk pemerintahan.
Mereka berada dalam kenikmatan sampai akhirnya mereka mengubah (syariat) dan melakukan perkara-perkara baru (kemaksiatan).
Maka Allah menguasakan atas mereka Titus bin Vespasianus (Titus bin Asbayanus) Kaisar Romawi, lalu ia menghancurkan negeri mereka dan mengusir mereka darinya.
Allah mencabut kekuasaan dan kepemimpinan dari mereka, serta menetapkan kehinaan atas mereka. Maka tidaklah mereka berada di suatu bangsa melainkan mereka berada dalam kondisi rendah dan (wajib membayar) jizyah (pajak). Dan Baitul Maqdis tetap dalam keadaan hancur…
sampai masa kekhalifahan Umar bin Khattab, maka kaum muslimin membangunnya kembali atas perintahnya. (Selesai).
(Hasyiyah Ashowi , 4/28)
Sumber rujukan :
1. Hasyiyah Ashowi ‘Ala tafsir jalalain , 4 / 27-28(cetakan dar tahqiq al kitab)
Penulis : Mujiburrohman
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan