Mayoritas ulama sepakat bahwasanya surat Al-Fatihah itu Makkiyah (turun di mekkah). Namun, ada pula yang mengatakan surah ini Madaniyah. Sebagian ulama mencoba menggabungkan kedua pendapat tersebut dan berkata: “Surah ini turun dua kali; sekali di Mekah saat kewajiban salat dimulai, dan sekali lagi di Madinah saat kiblat dipindahkan.” Oleh karena itu, surah ini dinamakan Al-Matsani (yang diulang-ulang).
Ada juga yang berpendapat setengahnya turun di Mekah dan setengahnya di Madinah. Namun, pendapat pertamalah yang paling shohih (bahwa Al-Fatihah itu Makkiyah), berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (Sab’an minal Matsani) dan Al-Qur’an yang agung.” (QS. Al-Hijr: 87)
Sedangkan surah Al-Hijr sendiri adalah Makkiyah berdasarkan ijma’ (kesepakatan ulama).
Selain itu, kewajiban salat terjadi di Makkah, dan tidak ada bukti dalam sejarah Islam bahwa pernah ada salat yang dilakukan tanpa membacanya (Al-Fatihah). Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi ﷺ:
لا صَلَاةَ إِلَّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak ada salat kecuali dengan membaca Fatihatul Kitab (Surat Al-Fatihah).” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (No. 756) dan Imam Muslim (No. 394)
Bahkan, surah ini termasuk di antara bagian Al-Qur’an yang paling awal diturunkan. (Hasyiyah Ashowi, 1/63)
Nama-nama Surat Al-Fatihah
Dinamakan al-Fatihah karena ia adalah pembuka bagi Al-Qur’an yang mulia, dan ini merupakan salah satu dari total dua puluh nama yang dimiliki surah ini. Berikut sisa nama-nama nya:
2. Fatihatul Kitab (فَاتِحَةُ الْكِتَابِ)
3. Ummul Qur’a /Induk Al-Qur’an (أمُّ الْقُرْآن) : karena Al-Qur’an dibuka dengannya, sehingga seolah-olah ia adalah asal dan fondasinya.
4. Suratul Kanz/Surah Simpanan Berharga (سُورَةُ الْكَنْزِ): karena ia turun dari perbendaharaan di bawah Arsy
5. Al-Kafiyah/Yang Mencukupi (الْكَافِيَةُ)
6. Al-Wafiyah Yang Sempurna (الْوَافِيَةُ): Karena ia telah sempurna dan mencukupi bagi sahnya salat tanpa perlu (membaca surah) yang lain, bagi mereka yang mampu membacanya.
7. Asy-Syafiyah/Yang Menyembuhkan (الشَّافِيَةُ)
8. Asy-Syifa’/Obat(الشِّفَاءُ) berdasarkan riwayat:
هي شفاء من كل داء
“Ia adalah obat dari segala penyakit.” HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (No. 2154) dari Abdul Malik bin Umair secara mursal.
9. As-Sab’ul Matsani /Tujuh yang diulang-ulang(السَّبْعُ الْمَثَانِي): karena ia terdiri dari tujuh ayat menurut pendapat yang sahih, baik kita menganggap Basmalah bagian darinya atau bukan.
10. An-Nur /Cahaya(النُّورُ)
11. Ar-Ruqyah (الرُّقْيَةُ)
12. Suratul Hamd wa Syukr/surat pujian dan syukur (سُورَةُ الْحَمْدِ وَالشُّكْ)
13. Ad-Du’a’/doa (الدُّعَاءُ)
14. Ta’limul Mas’alah/Pengajaran cara meminta(تَعْلِيمُ الْمَسْأَلَةِ).
15. Suratul Munajah/Surah Bisikan Rohani(سُورَةُ الْمُنَاجَاةِ).
16. Suratut Tafwid/Surah Penyerahan Diri(سُورَةُ التَّفْوِيضِ.).
17. Suratus Su’al/Surah Permohonan(سُورَةُ السُّؤَالِ).
18. Surat Ummul Kitab (سُورَةُ أُمِّ الْكِتَابِ)
19. Fatihatul Qur’an (فَاتِحَةُ الْقُرْآنِ)
20. As-Shalah/Salat(الصَّلَاةُ): Ini berdasar kan hadist qudsi:
قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، فَنِصْفُهَا لِي، وَنِصْفُهَا لِعَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ
“Aku membagi salat (Al-Fatihah) antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian; separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”(Hasyiyah Ashowi, 1/63)
Jawaban Allah ta’ala di masing-masing ayat Al-Fatihah
Imam Ashowi mengutip hadist dari Abi Hurairoh :
يَقُولُ الْعَبْدُ: ﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾، يَقُولُ اللَّهُ: «حَمِدَنِي عَبْدِي».
Ketika hamba mengucap: (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam), Allah berfirman: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”
يَقُولُ الْعَبْدُ: ﴿الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ﴾، يَقُولُ الرَّبُّ: «أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي».
Ketika hamba mengucap: (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), Tuhan berfirman: “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.”
يَقُولُ الْعَبْدُ: ﴿مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ﴾، يَقُولُ اللَّهُ: «مَجَّدَنِي عَبْدِي».
Ketika hamba mengucap: (Pemilik hari pembalasan), Allah berfirman: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”
يَقُولُ الْعَبْدُ: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾، يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: «هَذِهِ الْآيَةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ».
Ketika hamba mengucap: (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), Allah Azza wa Jalla berfirman: “Ayat ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”
يَقُولُ الْعَبْدُ: ﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ﴾، يَقُولُ اللَّهُ: «فَهَؤُلَاءِ لِعَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ».
Ketika hamba mengucap: (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat), Allah berfirman: “Ini semua untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (No. 395)
Penulis : Mujiburrohman
Sumber rujukan:
حاشية العلامة الصاوي على تفسير الجلالين
الشيخ أحمد بن محمد الصاوي الخلوتي (١١٧٥ ١٢٤١٠هـ)
(دار تحقيق الكتاب)
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan