Banyumas, 22 Mei 2026 — Ma’had Aly Andalusia sukses menggelar rangkaian Debat Calon Presiden Mahasantri dan Pemilu Raya DEMA Ma’had Aly 2026 pada Jumat (22/5/2026) di Auditorium Aly Andalusia. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Kongres IV Ma’had Aly Andalusia yang mengusung tema “Merajut Integritas Bangsa: Peran Strategis Mahasantri sebagai Perekat Sosial dalam Keberagaman.” Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum penting dalam proses demokrasi mahasantri untuk menentukan arah kepemimpinan Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA) satu periode ke depan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasantri (KPUM), Fauzan Al-Fatikh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan ruang pembelajaran politik yang sehat bagi seluruh mahasantri.
“Pemilu ini bukan hanya soal memilih siapa yang menang, tetapi bagaimana kita belajar menjaga nilai demokrasi, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kedewasaan organisasi bersama,” ujar Fauzan dalam sambutannya.
Setelah sambutan pembukaan, seluruh hadirin berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Ma’had Aly Andalusia sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai nasionalisme dan identitas kelembagaan mahasantri.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan KPUM terkait partai-partai yang telah resmi dilegalisasi dalam Pemilu Raya Ma’had Aly 2026. Adapun partai-partai yang dinyatakan sah mengikuti kontestasi politik mahasantri tahun ini antara lain Partai API, PSG, FKM, COMPAS, dan ALTER.
Memasuki inti acara, debat calon Presiden Mahasantri berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Dua kandidat yang maju dalam kontestasi tahun ini yakni nomor urut 01 Eka Prasetya dan nomor urut 02 Rafif Erol Zain. Sebelum debat dimulai, hadirin terlebih dahulu disuguhkan penayangan video profil serta visi-misi kedua calon presiden mahasantri.
Suasana debat berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Kedua kandidat secara bergantian memaparkan gagasan, arah kepemimpinan, serta program prioritas mereka untuk Ma’had Aly Andalusia ke depan. Debat juga diwarnai sesi saling tanya antar kandidat, sesi sanggahan, serta pertanyaan langsung dari para hadirin yang membuat suasana auditorium semakin hidup.


Berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan, mulai dari penguatan bahasa Arab, pengembangan organisasi mahasantri, peningkatan kualitas kegiatan akademik dan non-akademik, hingga penguatan sinergi antara mahasantri putra dan putri dalam membangun lingkungan Ma’had Aly yang lebih progresif dan kolaboratif.
Setelah rangkaian debat selesai, proses pemungutan suara dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Seluruh mahasantri menggunakan hak pilihnya secara langsung dalam suasana yang tertib dan demokratis. Proses pencoblosan dilanjutkan dengan penghitungan suara terbuka yang disaksikan langsung oleh peserta pemilu, tim sukses kandidat, serta pihak KPUM.
Puncak acara berlangsung saat pengumuman hasil perolehan suara yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Pemilu Raya Ma’had Aly Andalusia 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya demokrasi di lingkungan Ma’had Aly terus berkembang secara sehat, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan antarmahasantri.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan