Seperti yang kita ketahui, Nabi Adam ‘alaihissalam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi, pernahkah kalian berpikir dari tanah apa Nabi Adam ‘alaihissalam itu diciptakan? Bagaimana prosesnya? Dan bagaimana ruh dimasukkan ke tanah tersebut?Pertanyaan itu telah terjawab di Al-Qur’an:
QS. Al-Hijr: Ayat 28 (Juz 14)
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk.’”
Penjelasan Tafsir Ayat Tersebut:
1. Perspektif Bahasa (Imam Ibnu ‘Asyur)
Al-shalsal adalah tanah liat yang dibiarkan hingga mengering. Apabila ia telah kering, ia disebut shalsal. Ia menyerupai tembikar (al-fakhkhar), hanya saja tembikar adalah tanah yang mengering karena proses pembakaran dengan api. Al-hama’ adalah tanah liat apabila telah menghitam dan baunya menjadi tidak sedap. Al-masnun adalah sesuatu yang telah lama masa diamnya (masanya).
(At-Tahrir wat-Tanwir, 6/209-210
2. Perspektif Sejarah (Imam Ash-Shawi)
Al-shalsal adalah fase keempat dari fase-fase penciptaan Adam dari tanah. Prosesnya dimulai dari:
- Tanah biasa (turab).
- Diaduk dengan berbagai jenis air sehingga menjadi tanah liat (thin).
- Dibiarkan hingga berbau dan menghitam sehingga menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk (hama’ masnun).
- Mengering setelah dibentuk sehingga menjadi tanah kering yang berdenting (shalsal).
Setelah itu, barulah ditiupkan ruh ke dalamnya setelah melewati masa 120 tahun, 40 tahun dalam bentuk tanah liat (thin). 40 tahun dalam bentuk lumpur hitam (hama’ masnun). 40 tahun dalam bentuk shalsal yang telah dibentuk. Begitu pula dengan fase keturunan Adam (manusia):
- 1.Air mani (nuthfah) berdiam di rahim selama 40 hari.
- 2.Segumpal darah (‘alaqah) selama 40 hari.
- 3.Segumpal daging (mudghah) selama 40 hari.
- 4.Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya setelah 120 hari.
(Ash-Shawi ‘ala Tafsir Jalalain, 3/247-248)
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penciptaan manusia bukan sekadar peristiwa fisik, melainkan sebuah proses bertahap yang penuh hikmah. Dimulai dari tanah (turab) hingga menjadi tanah kering yang berdenting (shalsal), setiap fase selama 120 tahun tersebut mencerminkan ketelitian Sang Pencipta, yang polanya kemudian diteruskan secara simbolis dalam penciptaan keturunan Adam di dalam rahim setiap 40 hari.
Sumber rujukan:
1.Hasyiyah Ashowi ‘ala Tafsir jalalain (Imam ashowi)
2. Tafsir At tahwi wat tanwir (Imam ibnu ‘asyur)
Oleh : Mujiburrohman

Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan