Banyumas, 25 Mei 2026 — Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Haul Al-Maghfurlah K.H. Maimoen Zubair pada Ahad (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para masyayikh, ikhwan Thoriqoh Naqsyabandiyah, santri Andalusia, serta masyarakat sekitar yang memadati area pondok sejak pagi hari.
Haul ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok ulama kharismatik asal Rembang yang dikenal memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, serta kontribusi besar bagi pesantren dan bangsa Indonesia. K.H. Maimoen Zubair lahir pada 28 Oktober 1928 dan wafat di Makkah Al-Mukarromah pada 6 Agustus 2019 M atau bertepatan dengan 5 Dzulhijjah 1440 H. Hingga saat ini, berbagai karya kitab beliau masih terus dikaji di banyak pesantren di Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan dzikir bersama dan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, K.H. Zuhrul Anam Hisyam. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjuangan dakwah, ketawadhuan, serta kecintaan Mbah Maimoen terhadap ilmu dan para santri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidzah Hasanah oleh K.H. Abdur Rouf Maimoen Zubair selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. Kehadiran beliau menjadi momen penuh haru bagi para jamaah karena dapat mengenang sosok Mbah Maimoen secara lebih dekat melalui cerita dan nasihat keluarga beliau.
Selain pengajian, acara juga diisi dengan lantunan Qosidah Burdah, pembacaan syi’ir, serta penayangan video In Memoriam perjalanan hidup dan perjuangan Al-Maghfurlah K.H. Maimoen Zubair. Suasana majelis terasa semakin khidmat ketika para jamaah bersama-sama mengenang perjuangan beliau dalam membimbing umat dan dunia pesantren.
Puncak acara diisi Mauidzah Hasanah oleh K.H. Dr. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.Hum., Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyyah Lirboyo Kediri. Dalam tausiyahnya, Gus Reza menekankan pentingnya akhlak dan hubungan murid dengan guru. Beliau menukil perkataan Sahabat Abu Darda tentang sikap bijak terhadap pelaku kemaksiatan, yakni membenci perbuatannya tanpa membenci orangnya.
Gus Reza juga menggambarkan Mbah Maimoen sebagai sosok ulama yang sangat tawadhu dan mampu merangkul seluruh kalangan tanpa memandang status sosial maupun golongan. Menurut beliau, salah satu kekuatan terbesar Mbah Maimoen adalah ketulusan dalam berdakwah dan kedekatan beliau dengan masyarakat dari berbagai lapisan.
Rangkaian haul ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin selaku utusan resmi Universitas Al-Azhar As-Syarif Kairo Mesir. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia berharap nilai-nilai perjuangan, akhlak, dan kecintaan terhadap ilmu yang diwariskan K.H. Maimoen Zubair dapat terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi santri di masa mendatang.
GALERI






Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan