PURWOKERTO – Kabar membanggakan kembali datang dari Ma’had Aly Andalusia. Dalam gelaran Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2026 yang berlangsung di Hetero Space Purwokerto, Selasa (16/6/2026), salah satu mahasantri Ma’had Aly Andalusia, Mujiburrohman, mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam sesi Bincang Inspiratif dan Bedah Buku dengan membawakan karya perdananya yang berjudul Meniti Jembatan Tafsir.
Kehadiran mahasantri di panggung festival literasi bergengsi ini menjadi bukti bahwa tradisi intelektual pesantren tidak hanya hidup di ruang-ruang pengajian, tetapi juga mampu hadir dan berdialog di tengah masyarakat luas. Melalui forum tersebut, Mujiburrohman berhasil menunjukkan bahwa kajian tafsir klasik yang selama ini dianggap rumit dan berat ternyata dapat dikemas secara ringan, kontekstual, dan dekat dengan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Mujiburrohman mengungkapkan bahwa buku Meniti Jembatan Tafsir lahir dari kegelisahannya melihat maraknya pemahaman Al-Qur’an yang instan dan fenomena cocoklogi ayat di media sosial. Berangkat dari keresahan itu, ia menghimpun puluhan artikel ilmiah yang ditulisnya menjadi sebuah buku populer yang tetap berpegang teguh pada disiplin keilmuan kitab-kitab turats.
“Al-Qur’an tidak boleh berhenti hanya pada teks terjemahan. Di balik itu terdapat samudera makna yang perlu dijembatani agar dapat dipahami dengan benar,” ungkapnya.
Diskusi yang dipandu oleh Ismail, M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan kritis dari peserta mengalir, mulai dari pembahasan balagah Al-Qur’an, astronomi dalam tafsir klasik, hingga relevansi kajian Bani Israil dan Palestina dalam perspektif Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail, M.Ag. turut memberikan apresiasi atas keberanian seorang santri muda yang mampu menerjemahkan khazanah tafsir klasik menjadi karya yang mudah diakses masyarakat.
“Sangat jarang ada anak muda yang berani menyelami kitab-kitab tafsir ratusan tahun lalu, lalu menghadirkannya kembali dengan bahasa yang relevan bagi generasi hari ini,” ujarnya.
Selain mengikuti sesi bedah buku, kehadiran delegasi Ma’had Aly Andalusia di BIL Fest 2026 juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperluas relasi, menambah pengalaman, serta membangun jejaring literasi dengan berbagai komunitas, pegiat literasi, penerbit, dan media di Banyumas.
Partisipasi ini menjadi catatan penting bagi Ma’had Aly Andalusia. Sebab, seorang mahasantri tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi tampil sebagai pembicara dan penulis yang dipercaya mengisi forum literasi tingkat kabupaten. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam, tetapi juga mampu menyajikannya kepada masyarakat melalui karya tulis dan ruang-ruang intelektual.
Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak karya, lebih banyak penulis, dan semakin menguatkan tradisi literasi di lingkungan Ma’had Aly Andalusia. Sebab, ilmu yang ditulis dan dibagikan kepada masyarakat adalah salah satu bentuk pengabdian yang jejak manfaatnya akan terus hidup melampaui usia penulisnya.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan