Purwokerto, September 2025, Kabar membanggakan datang dari Ma’had Aly Andalusia. Salah satu mahasantri sekaligus Ketua UKM, Ikhsan Nur Sholih, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang National Essay Competition 2025, sebuah event bergengsi hasil kolaborasi DEMA FTIK UIN SAIZU Purwokerto dan BEM FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Dalam kompetisi berskala nasional yang diikuti peserta dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, Ikhsan tampil dengan esai berjudul: “Santri Mengajar Bangsa: Menjawab Tantangan Pendidikan di Daerah Terpencil.”
Hasil akhir menunjukkan bahwa Ikhsan hanya terpaut 0,5 poin saja dari juara pertama, Tubagus Naufal Ramadhan, yang mengusung tema integrasi Al-Qur’an, teknologi, dan budaya inovasi pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045. Tubagus sendiri bukan nama asing di dunia perlombaan; rekam jejaknya impresif, mulai dari Juara 2 Nasional hingga Juara 3 Lomba Essay Internasional.
Di sisi lain, Ikhsan datang tanpa pengalaman panjang di dunia essay competition. Ini adalah debut perdananya, dengan pengetahuan yang seadanya, melawan peserta-peserta yang jauh lebih berpengalaman. Namun hasilnya justru mengejutkan, berhasil menembus dua besar nasional. Saat diwawancarai di kamarnya usai pengumuman, Ikhsan mengaku tak menyangka akan mendapat hasil seperti ini.
“Saya sendiri jujur nggak nyangka. Ikut lomba ini awalnya karena lagi butuh uang tambahan, maklum masih ada utang Rp900 ribu ke teman. Jadi ya, niat awalnya sederhana: coba-coba, siapa tahu bisa nutup utang. Eh, ternyata malah dapat juara. Saya anggap ini hoki, atau mungkin memang jalannya. Yang jelas saya bersyukur,” ujarnya dengan senyum simpul dan gaya khasnya yang slengekan.
Ikhsan lalu menambahkan dengan nada bercanda bahwa niat awalnya memang sederhana, tapi berubah seiring perjalanan lomba.
“Awalnya cuma mikir bagaimana caranya bisa dapat uang. Tapi setelah masuk babak final, niatnya berubah—dari sekadar kebutuhan pribadi jadi merasa punya tanggung jawab lebih besar. Alhamdulillah, akhirnya bisa juara juga. Dan tentu saya sangat berterima kasih kepada Mas Wildan, Hilmi, dan Fajar. Kalau kalian nggak mau nolong saya waktu itu, mungkin esai ini nggak pernah lahir. Jadi ya… juara ini bisa dibilang ada saham kalian juga, hahaha…”
Kemenangan Ikhsan ini pun menyimpan kesan “plot twist.” Banyak yang menganggap prestasi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan tanda bahwa mahasantri Andalusia mampu bersaing di panggung nasional, bahkan ketika berhadapan dengan nama-nama besar yang sudah kenyang pengalaman.
Prestasi ini sekaligus menjadi catatan penting: seorang santri yang sederhana, dengan motivasi awal yang realistis, justru mampu menorehkan capaian akademis luar biasa. Entah disebut hoki, bakat terpendam, atau momentum keberuntungan, kemenangan ini menambah warna cerita perjalanan Ma’had Aly Andalusia
kabar Terkini dari Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan