Banyumas, Jawa Tengah, 14-15 Oktober 2024 – Dengan penuh harap dan keteguhan hati, Ma’had Aly Andalusia menggelar sidang munaqosyah perdana bagi angkatan pertamanya. Momen bersejarah ini menjadi puncak perjalanan akademik yang telah dilalui para mahasantri selama bertahun-tahun, membuktikan ketekunan mereka dalam menggali ilmu demi kemaslahatan umat. Sidang munaqosyah ini menjadi penentu kelulusan 38 mahasantri yang telah menuntaskan penelitian tugas akhir mereka, yang kini diuji oleh para penguji internal dan eksternal yang berkompeten.
Ahmad Yahya Mansur, salah satu mahasantri angkatan pertama, mengungkapkan perasaannya menjelang ujian. “Bagi saya, ini bukan hanya ujian akademik, tapi ujian mental dan spiritual. Ilmu ini untuk umat, bukan sekadar untuk diri sendiri,” ungkapnya dengan penuh makna, menunjukkan tekadnya untuk memaknai ilmu sebagai bekal pengabdian.

potret salah satu mahasantri yang sedang munaqosah
Sidang munaqosyah di Ma’had Aly Andalusia ini melibatkan para penguji dari berbagai kalangan akademisi ternama, di antaranya Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., Dr. Shobirin S.Th.I., M.Hum., Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A., serta Syaikh Toha Abd Wahhab Ibrahim Al-Rasikh dari Al-Azhar, Mesir. Para penguji hadir untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas dari penelitian yang telah dilakukan para mahasantri.
Ahkam Alwi, salah seorang peserta yang juga merasakan ketegangan sebelum sidang, mengungkapkan “Setiap langkah dalam proses ini adalah bagian dari latihan untuk menjadi pribadi yang lebih matang, lebih siap untuk terjun di masyarakat nanti,” katanya. Sidang ini adalah momen krusial, tidak hanya sebagai penentu kelulusan, tetapi juga ujian sejauh mana mahasantri mampu memahami ilmu yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat.
Selama dua hari, sidang munaqosyah dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok diuji dalam dua sesi per hari. Berikut adalah jadwal sidang munaqosyah:
Senin, 14 Oktober 2024
Kelompok 1
Penguji: Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., Dr. Shobirin S.Th.I., M.Hum
Moderator: Ust. Lutfi Fauzan
Notulen: Ust. Rahmat Ridho
Pembimbing: Ust. Masriyanto
Kelompok 2
Penguji: Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A., Syaikh Toha Abd Wahhab Ibrahim Al-Rasikh
Moderator: Ust. Adi Maftuhin
Notulen: Ust. Husni Mubarok
Pembimbing: Ust. Rohli Maulana


selasa , 15 oktober 2024
Kelompok 1
Penguji: Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., Dr. Shobirin S.Th.I., M.Hum
Moderator: Ust. Sakhowi
Notulen: Ust. Husni Mubarok
Pembimbing: Ust. Rohli Maulana
Kelompok 2
Penguji: Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A., Syaikh Toha Abd Wahhab Ibrahim Al-Rasikh
Moderator: Ust. Lutfi Fauzan
Notulen: Ust. Rahmat Ridho
Pembimbing: Ust. Masriyanto
Saat sidang berlangsung, ketegangan pun menyelimuti para mahasantri yang duduk di kursi panas. Namun, begitu semua selesai, perasaan lega dan rasa syukur membanjiri hati mereka. Toifatul Hauro, mahasantri lainnya yang telah selesai menghadapi penguji, menuturkan dengan penuh rasa syukur, “Rasanya seperti terbang, setiap usaha dan doa selama ini akhirnya sampai pada titik ini. Tapi perjalanan kami belum selesai, ini baru awal dari pengabdian kami,” ujarnya dengan mata berbinar, menandakan pencapaian besar ini menjadi pembuka jalan untuk masa depan yang lebih cerah.
Siti Khotijah, yang juga baru saja melewati sidangnya, merasakan hal yang serupa. “Ini bukan akhir, tapi pintu baru untuk membagikan ilmu dan melayani umat. Semua perjuangan ini membawa kita pada pengabdian yang sesungguhnya,” ungkapnya dengan tegas, menguatkan semangat bahwa tugas mereka sebagai penjaga ilmu baru saja dimulai.
Dengan berakhirnya sidang munaqosyah ini, para mahasantri yang dinyatakan lulus akan melangkah menuju wisuda, menyusul tanda tangan dari para penguji dan Mudir pada lembar pengesahan skripsi. Sidang ini tak hanya menjadi ajang uji kemampuan akademik, tetapi juga uji kesungguhan dan keteguhan mereka dalam memperjuangkan ilmu demi kemaslahatan umat.
Sidang munaqosyah perdana ini menjadi bukti bahwa Ma’had Aly Andalusia telah berhasil mencetak generasi ulama yang tak hanya berilmu, tetapi juga siap memimpin umat dan memberikan solusi atas problematika zaman. Dari Andalusia, obor keilmuan ini akan terus menyala, menerangi jalan umat menuju pencerahan yang lebih baik.
PENULIS ; HISAMITSU










Tinggalkan Balasan