Jika ditanya, tempat paling ikonik di Pondok Pesantren Andalusia, banyak santri tidak akan menyebut masjid atau ruang kelas. Jawaban paling jujur dan sering keluar justru adalah: WC. Ya, tempat yang secara fungsi utama adalah buang hajat ini justru menyimpan segudang kisah yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang hidup di dalamnya.
Bukan tanpa alasan, WC Andalusia sudah seperti “markas rahasia” bagi para santri. Di sinilah para santri bisa sejenak “menghilang” dari padatnya aktivitas ngaji, sekolah, hingga kegiatan pondok lainnya. Bahkan, beberapa santri menyebut WC sebagai tempat terbaik untuk “menenangkan diri”,meski hanya lima sampai sepuluh menit.

“Kadang kita capek, ngantuk, atau pengen sendiri. Masuk WC tuh jadi momen healing kita, meskipun ya tempatnya bau,” canda rifaul, salah satu santri senior sambil tertawa kecil. Lebih dari sekadar tempat hajat, WC Andalusia juga jadi ruang curhat, tempat ngopi diam-diam, bahkan kadang jadi studio rekaman suara bagi santri yang suka nge-vokal di dalam. Gema ruangannya yang khas membuat suara jadi lebih “berkarakter”, katanya.
Tak jarang juga santri yang menunda-nunda keluar dari WC hanya karena sedang asyik berselancar di HP,meski sinyal kadang naik-turun. Lucunya, hal ini sudah seperti rahasia umum di kalangan para santri dan ustaz. Beberapa ustaz bahkan dengan santai berkata, “Kalau dia nggak di asrama, pasti lagi di WC.”
Simbol Kebebasan dan Ruang Pribadi
Di pesantren yang penuh aturan dan kebersamaan, WC menjadi satu-satunya tempat yang memberi ruang pribadi tanpa banyak interupsi. Bukan berarti para santri tidak betah di pondok, tapi kadang mereka butuh jeda dari interaksi sosial yang nyaris tak berhenti. “Di kamar rame, di kelas rame, di masjid rame. WC tuh satu-satunya tempat kita bisa mikir sendiri, kadang sambil muhasabah juga,” ucap raihan , santri yang tak tahu asal muasalnya.
Bau, Jorok, Tapi Penuh Kenangan
Meskipun kadang jadi sumber keluhan karena bau atau antrean panjang, tetap saja WC punya tempat khusus di hati para santri. Bahkan, tak sedikit yang saat sudah lulus dari pesantren, mengaku rindu suasana aneh dan lucu di dalamnya. “WC Andalusia itu saksi hidup semua perasaan. Mulai dari sakit perut karena sambel, nangis karena dimarahi, sampe ketawa-ketawa nggak jelas,” kata rojih, alumni tahun lalu.
Bagi para santri Andalusia, WC bukan cuma fasilitas pondok,tapi simbol kedekatan, kejujuran, dan tempat melepas penat secara diam-diam. Tempat di mana semua peran, status, dan hirarki seakan hilang. Di dalam WC, semua santri sama: manusia biasa yang butuh ruang untuk bernapas.
Oleh; Nazil Kafi Muhammad
Kabar Terkini dari Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA










Tinggalkan Balasan