Banyumas, 18 Februari 2026 kegiatan Pengajian Balagh Ramadan yang sudah menjadi kebiasaan di Pondok Pesantren Attaujieh Al islamy 2 ,kali ini dibuka dengan mengkaji Kitab Mukhtashar Sahih Muslim karangan imam Abdul ‘Azhim bin ‘Abdul Qawi al-Mundziri sebagai kitab yang akan dikaji selama ramadan berlangsung kitab ini dikaji setelah kajian Kitab Arba’un fi atTashowuf.
Pada pembukaan kajian malam itu, Abah Anam (KH. Zuhrul Anam) menerangkan maksud dari tujuan imam Al mundziri mengarang kitab ini yaitu, untuk memberikan kemudahan bagi طالب العلم (santri) untuk memahami materi pokok dari isi hadis yang ada.Caranya dengan mengurangi sanad perowinya yang sangat panjang. Menukil dari penjelasan Abah Anam:”Kitab ini memudahkan bagi santri karena mengutamakan pokok materi hadis dengan menghapus sanad sanad nya , jika ingin tau tentang sanad maka mengandalkan pada kitab aslinya (kitab shahih muslim).”
Beliau menjelaskan bahwa kitab aslinya, yaitu Kitab Sahih Muslim, berisikan sanad perowi yang sangat banyak dan kompleks, maka dalam kitab Mukhtashar ini santri bisa langsung fokus pada inti sarinya tanpa kehilangan kesahihannya dan jika ingin tau tentang kesanadanya bisa merujuk pada kitab shahih muslimnya langsung.
Setelah sesi Muqaddimah selesai dibaca, pembahasan pun beralih kepada Kitabul Iman. Kajian sampai kepada hadis dengan rowi Said bin Musayyib. Di sela-sela pembacaan, Abah sedikit menceritakan latar belakang atau tindak lampah sang perowi yang sangat luar biasa dalam urusan ibadah.
Diceritakan bahwa Said bin Musayyib adalah sosok yang sangat konsisten. Beliau selama 40 tahun istiqomah shalat jamaah tanpa melihat punggung orang (selalu berada di barisan terdepan) dan istiqomah sudah berada di dalam masjid sebelum adzan berkumandang.
kajian berakhir pada hadis yang mendekati wafatnya Abu Thalib paman nabi yang hendak dirayu untuk bersyahadat oleh nabi, namun hingga akhir hayatnya tak terucap di lisannya.
Peristiwa tersebut berkaitan dengan firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 56.
Pengajian Balagh Ramadan malam itu ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar ilmu yang dipelajari membawa keberkahan dan kemanfaatan. Kajian ini berlangsung sepanjang bulan Ramadan dengan target khatam, sehingga para santri diharapkan dapat mengikuti rangkaian pembahasan secara istiqamah hingga selesai.
Oleh : Abdullah Al-Kaff
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan