Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia melaksanakan kegiatan ziarah kubur pada Selasa pagi (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi tradisi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, yang di masyarakat dikenal dengan istilah nyekar. Sejak pukul 07.00 WIB, seusai jamaah dhuha, seluruh santri bersiap menuju makam masyayikh Leler sebagai tujuan pertama. Setibanya di lokasi, pembacaan tahlil dimulai dan dipimpin langsung oleh pengasuh pondok, Syaikhina Zuhrul Anam Hisyam.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Anam sapaan akrab beliau menyampaikan kisah sejarah leluhur beliau, mulai dari Mbah Ditowongso, yang merupakan sosok pembabat alas, penghuni pertama daerah leler. hingga Mbah Hisyam ayahanda beliau. Beliau juga menceritakan sosok Syaikh Ahmad Harun ulama asal syiria yang tidak menonjolkan diri, tapi kemudian dicari oleh mufti Irak untuk dimintai penjelasan sebuah kitab serta perjalanan spiritualnya. Yang disamakan kisah kealimannya dengan kealiman mbah hisyam.
“Syaikh Ahmad Harun itu menjadi wali karena berkah dari neneknya yang merawat makam wali, begitu pula mbah hisyam, mbah zuhdi, beliau ini alim ya berkah dari mbah ditowongso yang ahlul ihsan, mbah ditowongso nggak dikenal alim, tapi senang dengan orang alim. ” tutur Abah Anam di hadapan para santri.
Usai doa bersama di makam pertama, Abah Anam memanjatkan harapan agar para santri memperoleh keberkahan dari para sohibul maqam serta dapat meneladani perjuangan para pendahulu.
Ziaroh makam kedua dan ketiga hanya diikuti oleh santri kelas 3 Tsanawiyah, 3 Aliyah, serta mahasantri, yaitu menuju makam Kyai Suyuti di Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Anwar Bogangin. Dalam penjelasannya, Abah Anam menyampaikan bahwa asal-usul Pondok Leler memiliki keterkaitan dengan Bogangin. Mbah Zuhdi, kakek beliau, pernah menjadi santri di pondok tersebut, yang dikenal sebagai salah satu pondok tertua di Banyumas.
Ziarah terakhir dilaksanakan di makam Kyai Habib yang berada di daerah Kebarongan, Kecamatan Kemranjen. Kyai Habib merupakan ayah dari Ibu Nyai Hafsoh, yang tak lain adalah ibunda Abah Anam.
Kegiatan ziarah berlangsung dengan tertib dan khidmat hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Melalui kegiatan ini, pengasuh pondok berharap para santri semakin menumbuhkan rasa hormat kepada para pendahulu serta meningkatkan kekhusyukan dalam menyambut dan menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
Ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk merenungi perjalanan hidup, mengingat jasa para ulama, dan mempersiapkan hati agar lebih bersih dalam menyambut bulan penuh berkah.
Oleh: lini Inayatul Mutmainnah
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan