Para ahli tafsir berbeda pendapat dengan sangat tajam dalam menentukan siapa sebenarnya sosok yang disebut sebagai Zulkarnain. Perbedaan ini membawa mereka pada beragam riwayat dongeng (qashashiyyah), fakta sejarah, hingga sekadar mencocok-cocokkan makna dari asal-usul kata (etimologi).
Boleh jadi, perbedaan pendapat mereka ini sangat berkaitan erat dengan perbedaan versi dari para tukang cerita (qashash) yang menaruh perhatian pada kondisi para penakluk dunia dengan cara yang mencampuradukkan fakta (takhliit), bukan dengan penelitian yang akurat (tahqiq), lalu mereka mencoba memaksakan cerita Zulkarnain ini agar cocok dengan tokoh-tokoh tersebut.
Hal yang harus dipisahkan (dijelaskan) sejak awal adalah bahwa penyebutan namanya dengan ‘Zulkarnain’ (Pemilik Dua Tanduk) mestinya merupakan sifat yang melekat pada dirinya. Itu adalah istilah bahasa Arab yang nampaknya dikenal maknanya di kalangan orang-orang yang melontarkan pertanyaan tentangnya (kepada Nabi), lalu mereka menerjemahkannya dengan istilah ini. (At-Tahrir Wat-Tanwir, 16/17)
Cerita Zulqarnain disebutkan pada QS. Al-Kahf: Ayat 83
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِۗ قُلْ سَاَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِّنْهُ ذِكْرًاۗ
Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Zulqarnain. Katakanlah, “Akan aku bacakan kepadamu sebagian kisahnya.”
Imam Ashowi menjelaskan: Zulqarnain nama asli nya adalah Iskandar (Alexander), yaitu sosok yang membangun kota Iskandariyah (Alexandria,mesir) dan menamakannya dengan namanya sendiri.
Adapun pendapat lain:
Ibnu Ishaq berkata: “Telah menceritakan kepadaku seseorang yang membawakan riwayat-riwayat dari bangsa non-Arab (A’ajim) mengenai pengetahuan tentang Zulqarnain yang mereka warisi secara turun-temurun. Bahwa Zulqarnain adalah seorang lelaki dari penduduk Mesir bernama Marzuban bin Mardubbah al-Yunani, dari keturunan Yunan bin Yafits bin Nuh.”
Ibnu Hisyam berkata: “Nama Zulqanain adalah al-Iskandar (Alexander), dialah yang membangun kota Iskandariyah (Alexandria), sehingga kota tersebut dinisbatkan (dinamakan) kepadanya.” (Tafsir Al-Qurthubiy)
Menurut pendapat yang paling shohih; sesungguhnya Zulqarnain hanyalah seorang Wali (kekasih Allah) saja.
Adapun dalil-dalil yang tampak seperti menunjukkan kenabiannya، maka hal itu harus ditakwil (diinterpretasikan) dan dipahami sebagai bentuk ilham atau bisikan ke dalam hati (ilqa’ fi al-qalb), di mana hal tersebut tidaklah terbatas hanya bagi para Nabi saja
Zulqarnain memakai syariat siapa?
Iskandar (Zulqarnain) adalah termasuk keturunan Sam bin Nuh. Ia adalah putra dari seorang wanita tua yang tidak memiliki anak lain selain dirinya. Ia berkulit hitam, dan ia mengikuti syariat Nabi Ibrahim Al-Khalil.
Sebab sesungguhnya ia masuk Islam di tangan Nabi Ibrahim, yang kemudian mendoakannya serta memberinya wasiat-wasiat. Ia pernah melakukan tawaf bersama Ibrahim, dan Khidir saat itu menjabat sebagai menterinya sekaligus sepupunya (anak dari bibinya). Khidir juga bertugas memimpin garda terdepan pasukannya. (Hasyiyah Ashowi, 4/180)
Apakah Zulqarnain (iskandar) itu adalah Alexander the great?
Sesungguhnya yang berasal dari bangsa Romawi (Yunani) adalah Iskandar Kedua, putra Philip al-Maqduni (Alexander Agung), yang sejarahnya dijadikan awal penanggalan oleh bangsa Romawi.
Adapun sosok yang pertama (Zulqarnain yang asli), maka al-Azraqi dan lainnya menyebutkan bahwa ia pernah tawaf di Baitullah bersama Ibrahim al-Khalil as. saat pertama kali beliau membangunnya, serta ia beriman dan mengikuti ajarannya.
Sedangkan sosok yang kedua adalah Iskandar bin Philip al-Maqduni yang berkebangsaan Yunani, dan menterinya adalah Aristoteles, sang filosof yang masyhur. Wallahu a’lam. (Tafsir Ibnu katsir, 5/189)
Penulis: Mujiburrohman
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan