Setelah Zulqarnain berhasil “menaklukan” wilayah timur bumi. Maka ia berbelok menuju wilayah yang berada di tengah-tengah bumi yang dihuni oleh manusia, jin, serta Ya’juj dan Ma’juj
Zulqarnain pun menapaki jalan lain yang menyampaikannya ke arah Utara. karena Ya’juj dan Ma’juj, meskipun mereka berada di (tengah garis membujur) bumi, namun posisi mereka cenderung ke arah Utara. Karena tanah/wilayah mereka sangat luas sekali hingga berbatasan dengan Samudra yang Melingkar (Al-Bahr al-Muhit).
Sebagian ulama berkata: “Luas (jarak tempuh) bumi secara keseluruhan adalah lima ratus tahun perjalanan; tiga ratus tahun berupa lautan, dan seratus sembilan puluh tahun adalah kediaman Ya’juj dan Ma’juj. Tersisa sepuluh tahun: tujuh tahun untuk wilayah Habasyah (Ethiopia/Afrika), dan tiga tahun sisanya untuk seluruh makhluk (umat manusia) selain mereka.” (Hasyiyah Ashowi , 4/185)
Lokasi Ya’juj dan Ma’juj
Allah ta’ala berfirman pada QS. Al-Kahf: Ayat 93 (Juz 16)
حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًاۙ لَّا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا
Hingga ketika sampai di antara dua gunung, dia mendapati di balik keduanya (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.
Kedua gunung tersbut terletak diujung wilayah negeri negeri bangsa turk. Bahkan Imam Ashowi menjelaskan tempat tersebut dengan sangat detail:
الْفَتْحَةُ الَّتِي بَيْنَ الْجَبَلَيْنِ، وَقَدْرُهَا مِئَةُ فَرْسَخٍ وَمَسِيرَةُ الْفَرْسَخِ سَاعَةٌ وَنِصْفٌ، فَتَكُونُ مَسِيرَتُهُ مِئَةً وَخَمْسِينَ سَاعَةً. مَسِيرَةُ اثْنَيْ عَشَرَ يَوْمًا وَنِصْفٍ، فَتَبْلُغُ مَسَافَتُهُ نَحْوَ الْعَقَبَةِ مِنْ مِصْرَ.
Celah (bukaan) yang berada di antara dua gunung tersebut ukurannya mencapai seratus farsakh, dan perjalanan satu farsakh itu memakan waktu satu setengah jam، maka total waktu tempuh (sepanjang celah itu) adalah seratus lima puluh jam. Hal itu setara dengan) perjalanan selama dua belas setengah hari، sehingga jaraknya kira-kira sejauh jarak dari Mesir ke Aqaba.
Adapun penggalan ayat:
قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا
Suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan
Yakni: Kaum itu adalah bangsa Turk dan Romawi.Dikarenakan asingnya bahasa mereka serta lambatnya daya tangkap (pemahaman) mereka. (Hasyiyah Ashowi, 4/185)
Bertemunya Zulqarnain dengan penduduk di sekitar Ya’juj dan Ma’juj
Maka ketika Zulqarnain berada di tengah perjalanan di wilayah yang berbatasan dengan ujung wilayah bangsa Turk ke arah Timur.. suatu umat yang saleh dari kalangan manusia berkata kepadanya:
يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ بَيْنَ هَذَيْنِ الْجَبَلَيْنِ خَلْقًا مِنْ خَلْقِ اللَّهِ كَثِيرِينَ، لَيْسَ فِيهِمْ مُشَابَهَةٌ لِلْإِنْسِ وَهُمْ أَشْبَاهُ الْبَهَائِمِ يَأْكُلُونَ الْعُشْبَ، وَيَفْتَرِسُونَ الدَّوَابَّ وَالْوَحْشَ كَمَا تَفْتَرِسُهَا السِّبَاعُ.
“Wahai Zulqarnain, sesungguhnya di antara dua gunung ini terdapat makhluk ciptaan Allah yang sangat banyak. Mereka tidak memiliki kemiripan dengan manusia dan lebih menyerupai binatang; mereka memakan rumput, serta memangsa hewan ternak dan binatang buas sebagaimana binatang buas memangsanya.”
وَيَأْكُلُونَ دَوَاب الْأَرْضِ كُلَّهَا مِنَ الْحَيَّاتِ وَالْعَقَارِبِ وَالْوَزَغِ وَكُلَّ ذِي رُوحٍ.. فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا.
“Dan mereka memakan segala jenis melata di bumi mulai dari ular, kalajengking, hingga cicak, dan segala yang bernyawa.. Maka bolehkah kami memberikanmu suatu upeti (imbalan) agar engkau membangun sebuah bendungan/dinding (sadd) antara kami dan mereka?” (Hasyiyah Ashowi, 4/181)
Perkataan mereka berlanjut pada QS. Al-Kahf: Ayat 94
قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Mereka berkata, “Wahai Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah (bangsa) pembuat kerusakan di bumi, bolehkah kami memberimu imbalan agar engkau membuatkan tembok penghalang antara kami dan mereka?”
Maka Zulqarnain berkata kepada mereka:
أَعِدُّوا لِي الصَّخْرَةَ وَالْحَدِيدَ وَالنُّحَاسَ حَتَّى أَعْلَمَ عِلْمَهُمْ، فَانْطَلَقَ حَتَّى تَوَسَّطَ بِلَادَهُمْ.
“Siapkanlah untukku batu-batu besar, besi, dan tembaga hingga aku mengetahui keadaan mereka.”
Pergi nya Zulqarnain ke negeri Ya’juj dan Ma’juj
Lalu Zulqarnain berangkat hingga sampai ke tengah-tengah negeri Ya’juj dan Ma’juj. Ia mendapati tinggi salah seorang dari mereka hanya separuh dari tinggi laki-laki berperawakan sedang dari kalangan kita. Mereka memiliki cakar dan taring seperti binatang buas.
Tubuh mereka ditutupi rambut yang lebat.. dan masing-masing memiliki dua telinga yang sangat besar; ia menjadikan salah satunya sebagai alas tidur dan telinga lainnya sebagai selimut.
Ketika Zulqarnain menyaksikan hal itu, ia pun segera menyeriusi pembangunan bendungan (Sadd). Ia membangun dinding di atas air menggunakan batu, besi, dan tembaga yang dicairkan.
Pembangunan tembok Ya’juj dan Ma’juj
Maka Zulqarnain berkata mereka: QS. Al-Kahf: Ayat 96
اٰتُوْنِيْ زُبَرَ الْحَدِيْدِۗ حَتّٰىٓ اِذَا سَاوٰى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوْاۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَعَلَهٗ نَارًاۙ قَالَ اٰتُوْنِيْٓ اُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًاۗ
Berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga ketika (potongan besi) itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulqarnain) berkata, “Tiuplah (api itu).” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”
(Berilah aku potongan-potongan besi): yakni bongkahan besi yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran batu yang biasa digunakan untuk membangun. Maka ia pun membangun menggunakan (blok-blok besi) tersebut, dan meletakkan di sela-selanya kayu bakar serta batu bara.
Ketika sudah sama ketinggian tembok dengan puncak kedua sisi gunung. Maka Zulqarnain meletakkan alat-alat peniup api (manafikh) serta menyalakan api di sekeliling bangunan tersebut.
Ini merupakan sebuah karomah bagi Zulqarnain; di mana Allah menghalangi panasnya api agar tidak mengenai para pekerja yang sedang meniup bara api dan menuangkan tembaga cair. Padahal suhu tembaga cair itu lebih berat/panas daripada api itu sendiri, ditambah lagi dengan posisi para pekerja yang sangat dekat dengan proses tersebut.
Maka ia menuangkan tembaga cair itu ke atas besi yang telah dipanaskan hingga memerah, lalu cairan tembaga itu masuk ke celah-celah bongkahan besi. yakni menempati posisi kayu bakar dan batu bara yang sebelumnya berada di sela-sela bongkahan tersebut. Maka ketika api telah melahap habis kayu dan batu bara tersebut, dan ruang di antara celah-celah itu menjadi kosong, lalu ia menuangkan tembaga cair ke dalamnya hingga menyatu dengan besi.
Maka Allah berfirman QS. Al-Kahf: Ayat 97
فَمَا اسْطَاعُوْٓا اَنْ يَّظْهَرُوْهُ وَمَا اسْتَطَاعُوْا لَهٗ نَقْبًا
Maka, mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak mampu mendakinya dan tidak mampu (pula) melubanginya.
Yakni: Mereka tidak mampu menembus tembok itu dengan alat/senjata tajam; sebagaimana diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.
أَنَّهُمْ يَحْفِرُونَهُ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى إِذَا كَادُوا يَخْرِقُونَهُ.. قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمُ: ارْجِعُوا فَسَتَحْفِرُونَهُ غَدًا.فَيُعِيدُهُ اللَّهُ كَأَشَدَّ مِمَّا كَانَ، حَتَّى إِذَا بَلَغَ مُدَّتَهُمْ وَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَهُمْ إِلَى النَّاسِ.قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمُ: ارْجِعُوا فَسَتَحْفِرُونَهُ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ، قَالَ: فَيَرْجِعُونَ فَيَجِدُونَهُ عَلَى هَيْئَتِهِ حِينَ تَرَكُوهُ فَيَخْرِقُونَهُ فَيَخْرُجُونَ مِنْهُ إِلَى النَّاسِ.فَيَسْتَقُونَ الْمِيَاهَ وَتَنْفِرُ النَّاسُ مِنْهُمْ.
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ:
“Bahwasanya mereka (Ya’juj dan Ma’juj) menggalinya setiap hari hingga ketika mereka hampir saja melubanginya.. pemimpin mereka berkata: “Pulanglah, kalian akan menggalinya lagi besok.” Lalu Allah mengembalikannya (Sadd tersebut) menjadi lebih kokoh dari sebelumnya, hingga apabila telah sampai waktu mereka dan Allah hendak melepaskan mereka kepada manusia.Maka pemimpin mereka berkata: “Pulanglah, kalian akan menggalinya lagi besok, Insya Allah.” Maka mereka kembali dan mendapati tembok tersebut masih dalam keadaan (berlubang) seperti saat mereka meninggalkannya, lalu mereka melubanginya (sampai tembus) dan keluar menuju manusia. Lalu mereka meminum habis sumber-sumber air (karena jumlah mereka yang sangat banyak) dan orang-orang pun lari ketakutan dari mereka.”
Maka Zulqarnain berkata: QS. Al-Kahf: Ayat 98
قَالَ هٰذَا رَحْمَةٌ مِّنْ رَّبِّيْۚ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ رَبِّيْ جَعَلَهٗ دَكَّاۤءَۚ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّيْ حَقًّاۗ
Dia (Zulqarnain) berkata, “(Tembok) ini adalah rahmat dari Tuhanku. Apabila janji Tuhanku telah tiba, Dia akan menjadikannya hancur luluh. Janji Tuhanku itu benar.”
Ketika Ya’juj dan Ma’juj keluar dari tempat mereka terkurung. Maka mereka pun menyerbu manusia, lalu manusia llari ketakutan dari mereka. Kemudian mereka melepaskan anak-anak panah mereka ke arah langit, lalu anak-anak panah tersebut kembali (jatuh ke bumi) dalam keadaan berlumuran darah. Lalu Mereka berkata:
قَهَرْنَا مَنْ فِي الْأَرْضِ وَمَنْ فِي السَّمَاءِ
“Kami telah menaklukkan siapa yang ada di bumi dan siapa yang ada di langit,”
sehingga mereka pun semakin bertambah kuat dan bertambah bengis (kejam).
Ya’juj dan Ma’juj pada akhir zaman
Allah berfirman pada QS. Al-Kahf: Ayat 99 (Juz 16)
۞ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ يَّمُوْجُ فِيْ بَعْضٍ وَّنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَجَمَعْنٰهُمْ جَمْعًاۙ
Pada hari itu Kami biarkan sebagian mereka (Ya’juj dan Ma’juj) berbaur dengan sebagian yang lain. (Apabila) sangkakala ditiup (lagi), Kami benar-benar akan mengumpulkan mereka seluruhnya.
Yakni karena sangat padatnya desakan mereka saat keluar, dan hal itu terjadi tepat setelah kematian Dajjal. Maka Nabi Isa bersama orang-orang beriman menyingkir (mengungsi) ke Gunung Thur untuk menyelamatkan diri dari mereka. Maka datanglah burung-burung (raksasa) yang mengangkut dan melemparkan bangkai mereka ke laut berkat doa Nabi Isa ‘alaihissalam. Maka mereka tidak akan bisa memasuki Makkah, Madinah, maupun Baitul Maqdis, serta tidak akan mampu menyentuh siapa pun yang membentengi diri dengan wirid atau dzikir. (Hasyiyah Ashowi, 4/186-190)
Allahu ‘alam
Penulis: Mujiburrohman
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan