Banyumas, Jawa Tengah (14-15 Oktober 2024) – Ma’had Aly Andalusia menggelar sidang munaqosyah perdana bagi angkatan pertama. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi lembaga pendidikan tinggi pesantren ini, karena menandai ujian tugas akhir pertama sejak didirikan. Sidang munaqosyah merupakan ujian akhir yang harus ditempuh mahasantri untuk mempertahankan penelitian (skripsi) di hadapan para penguji, sekaligus menjadi penentu kelulusan setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan persyaratan akademik.
Penguji sidang munaqosyah perdana ini tidaklah main-main, karena untuk menjaga kredibelitas lembaga pendidikan ini, Ma’had Aly Andalusia mendatangkan penguji dari luar juga salah satunya Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., dan Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A.
Dalam wawancara eksklusif dengan tim media, Dr. KH. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A., salah satu penguji, menyampaikan apresiasinya terhadap angkatan pertama ini. “Angkatan pertama ini akan menjadi barometer yang sangat baik. Mahasantri lulusan Ma’had Aly Andalusia bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi adik-adiknya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S1. Program studi Bahasa Arab di Ma’had Aly merupakan tempat yang tepat untuk mendalami ilmu ini lebih lanjut dan mengamalkannya. Bahasa Arab adalah ilmu alat, jika tidak digunakan, akan tumpul. Oleh karena itu, gunakanlah bahasa ini dalam belajar, berpikir, dan memahami kitab-kitab klasik,” ujar beliau.
Senada dengan Dr. Sugeng, Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., penguji dari luar, turut menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Arab di lingkungan pesantren. “Bahasa Arab adalah mahkota pesantren. Ada ungkapan yang mengatakan, Al-Lughoh Tajul Ma’had, yang berarti bahasa adalah mahkotanya pesantren. Di Ma’had Aly Andalusia, bahasa Arab tidak hanya diajarkan dalam teori, tetapi juga diterapkan dalam percakapan sehari-hari, bahkan dalam kegiatan informal seperti wajib berbahasa arab di hari rabu dan kamis bahkan ketika ada di maskan. Ini adalah kebanggaan tersendiri yang harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena penguasaan bahasa Arab adalah kewajiban untuk memahami Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab turats,” ungkapnya.
Kedua penguji ini juga menyoroti bahwa program studi di Ma’had Aly Andalusia, khususnya Bahasa Arab dan Sastra Arab, adalah fondasi penting dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu keislaman. Bahasa Arab menjadi alat utama untuk mendalami Al-Qur’an, Hadits, dan literatur klasik yang menjadi sumber ilmu agama.
Dr. KH. Muhammad Agus Salim, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al-Ihsan Wa Taqwa di Kebumen, Jawa Tengah, menegaskan kembali dalam wawancara ini bahwa bahasa Arab adalah kunci bagi pesantren untuk terus berkembang dan menjaga tradisinya. “Lughotul Arobiyah Tajul Ma’had – bahasa Arab adalah mahkota pesantren,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Dr. KH. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. menyampaikan kesan positif terhadap perkembangan mahasantri angkatan pertama Ma’had Aly Andalusia. “Alhamdulillah, kemampuan bahasa Arab mereka, baik dalam tulisan maupun presentasi, sangat baik. Ini mencerminkan bagaimana pendidikan di Ma’had Aly Andalusia, di bawah asuhan KH. Zuhrul Anam Hisyam, berjalan dengan sangat serius. Angkatan pertama ini akan menjadi pijakan kuat bagi generasi berikutnya,” tutupnya.
Penulis: Ramah Tegar Pambudi
Sumber: Wawancara eksklusif dengan Dr. KH. Muhammad Agus Salim, Lc., M.A., dan Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. di Ma’had Aly Andalusia.











Tinggalkan Balasan