Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama telah memberikan andil yang sangat besar di dalam memajukan peradaban masyarakat Indonesia,baik dari sisi pendidikan,ekonomi,sosial,budaya,bahkan dari sisi politik ,pesantren telah memberikan subangsih yang tidak terhitung di dalam membentuk sistem politik di Indonesia,sebut saja KH Abdurrahman Wahid ,presiden RI ke 4 tersebut merupakan lulusan pesantren dan sejak kecil hidup di tengah tengah lingkungan pesantren yang di asuh oleh kakek nya.

Akan tetapi,belakangan ini sedang viral di media sosial video seorang santri yang sedang berjalan menunduk di hadapan kiai nya,sontak netizen pun beramai-ramai mengkritik sikap santri tersebut,santri tersebut dinilai terlalu berlebihan di dalam menghormati kiai nya ,bahkan ada sejumlah netizen yang melontarkan kritikan pedas dan menohok terhadap sikap santri tersebut,viral juga sejumlah video, yang didalamnya ada sejumlah santri sedang berebut cangkir bekas minum kiai mereka,netizen berbondong-bondong mengkritik, bahkan ada yang mencela sikap para santri tersebut,sehingga muncul prespektif di media sosial dan masyarakat umum bahwasanya feodalisme tumbu subur di pesantren Beginilah cara 2 kacamata yang berbeda untuk menanggapi kecaman netizen,berupa pernyataan feodalisme tumbuh subur di pesantren,yaitu kacamata formal dan agama.
feodalisme dari kacamata formal.
Dalam buku Oxford Learner’s Dictionary, dijelaskan bahwa feodalisme adalah: “sebuah sistem sosial kemasyarakatan yang berkembang di Eropa pada Abad Pertengahan”.Sistem feodalisme menunjukkan masyarakat yang bekerja untuk tuan tanah dan mendapatkan upah dari mereka.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),feodalisme didefinisikan sebagai:
- Sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan.
- Sistem sosial yang mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja.
Prof. Dr. Habib Mustopo,dalam buku yang berjudul Sejarah,menjelaskan bahwa ciri khas feodalisme adalah ketaatan mutlak dari lapisan bawah kepada lapisan atasa,dan Feodalisme melahirkan sistem piramida di tengah-tengah masyarakat dan menjadikan masyarakat menduduki kasta yang bertingkat,sehingga menjadikan masyarakat menjadi kaum feodal.
Adapun masyarakat feodal adalah masyarakat yang berorientasi pada nilai pelayanan yang berlebihan terhadap penguasa, pejabat, birokrat, atau orang yang dituakan.
sekarang kita telah mengetahui benang merah feodalisme itu sendiri, merupakan suatu faham yang beredar di tengah masyarakat,dan faham ini menjadikan masyarakat menduduki kasta yang berbeda beda,sehingga masyarakat di kasta bawah memiliki kehidupan yang tidak berkecukupan bahkan tidak sedikit dari mereka yang kesulitan di dalam mencari makan dan mencari sumber air yang bersih.

Feodalisme dari kacamata agama.
Penghormatan terhadap kiai bukanlah hal yang tidak berdasar tanpa dalil dan substansi, dengan kharisma paripurna yang dimiliki kiai, sebagai pengasuh sekaligus pemimpin di pesantren, dengan segala keilmuan yang mumpuni serta budi pekerti yang mulia, telah menjadi sosok yang harus di hormati,sekaligus menjadi idola para santri sepanjang hayat.
kiai dengan ilmu yang sangat luas,dinilai sebagai sosok yang bisa memahami kehendak Tuhan,sehingga para santri mampu beribadah dengan benar kepada Tuhan,maka seharusnya lah seorang murid mengagungkan dan memuliakan gurunya yang telah mengeluarkan dia dari gelap gulitanya kebodohan.
Kiai sebagai ahli ilmu jelas memiliki keutamaan yang agung di dalam agama,karena kiai merupakan pemegang panji islam di zaman sekarang dan penerus para nabi di dalam menyebarkan agama,sesuai dengan apa yang ALLAH SWT firman kan dalam surah Al Mujadilah:
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ
artinya :”niscaya Allah akan meninggikan orang orang yang beriman dari kalian,dan orang orang yang diberi ilmu sejumlah derjat-“
ALLAH SWT sebagai Tuhan semesta alam memuliakan orang yang memiliki ilmu,lantas mengapa kita manusia sebagai hamba enggan untuk memuliakan ahli ilmu ?.
Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin menjelaskan,bahwa seorang pencari ilmu harus memiliki sifat rendah hati, serta menaruh perhatian yang maksimal kepada sang guru,serta melayani guru dengan sebaik- baik nya:
“وينبغي أن يتواضع لمعلمه ويطلب الثواب والشرف بخدمته ، فلا ينبغي لطالب العلم أن يتكبر على المعلم،فلا ينال العلم إلا بالتواضع وإلقاء السمع ،فليكن المتعلم لمعلمه كأرض دمثة نالت مطرا غزيرا فتشربت جميع أجزائها وأذعنت بالكلية لقبوله”
artinya :
“hendaklah seorang pencari ilmu berperilaku rendah hati kepada gurunya,dan mencari pahala serta kemuliaan dengan cara melayani sang guru,seorang pencari ilmu hendaklah tidak berperilaku sombong kepada sang guru,sesungguhnya ilmu hanya bisa di dapatkan dengan kerendahan hati dan mendengarkan keterangan guru secara seksama,hendaklah pencari ilmu kepada sang guru seperti tanah yang lunak,sehingga dapat menyerap semua partikel kebaikan yang di kandung oleh hujan yang deras,dan tanah tersebut dapat patuh secara maksimal untuk menerimanya”.
Seorang ulama besar dari Dubai ,sekaligus ahli keritik hadist ,yaitu Syaikh prof dr Muhamad Nur Saif Hilal, menerangkan bahwasanya berperilaku sopan dengan guru di dahulukan atas segala galanya,beliau berpesan :
” الأدب مع الشيوخ مقدم على الجميع “
Bahkan murid beliau yang sangat alim dalam berbagai disiplin ilmu, yaitu Syaikh KH Zuhrul Anam Hisyam,menerangkan keutamaan orang yang mencintai orang-orang sholih serta keagungan orang yang dicintai oleh orang-orang sholih,beliau berpesan :
“إذا أحببت الصالحين فاعلم أن فيك خيرا وإذا أحبّك الصالحون فاعلم أن فيك سرا”
artinya :
“jika engkau mencintai orang sholih maka ketahuilah bahwasanya di dalam dirimu terdapat kebaikan,dan jika engkau di cintai oleh orang sholih maka ketahuilah bahwasanya di dalam dirimu terhadap kekhususan dari ALLAH SWT”
setelah kita mengetahui definisi feodalisme itu sendiri ,maka dapat kita semua simpulkan bahwasanya sikap santri terhadap gurunya, berupa mencium tangan guru,berjalan menunduk di hadapan guru,tidak menatap langsung wajah sang guru ketika berbicara 4 mata ,bukanlah bagian dari budaya feodalisme ,tetapi merupakan kewajiban sang murid,serta menjadi tanda sukur seorang murid kepada sang guru karena telah memberikan ilmu yang begitu banyak, sehingga sang murid dapat memperoleh cahaya hidayah yang akan menerangi hatinya di dunia dan akhirat.
oleh :Umar Toyib Ubaidillah
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA #IMDADSUBIANTO #IHSANNURSHOLIH #POLITIKSANTRI










Tinggalkan Balasan