Dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 dijelaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok suri teladan bagi umat manusia. Oleh karena itu, sebagai umatnya kita diperintahkan untuk meneladani beliau dalam berbagai aspek kehidupan. Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ bukan hanya diutus sebagai Nabi dan Rasul yang membawa risalah tauhid, tetapi juga sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam aspek kesehatan.
Hal ini juga ditegaskan oleh imam asyafi’i yang menyatakan pentingnya ilmu yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Beliau berkata:
إِنَّمَا الْعِلْمُ عِلْمَانِ: عِلْمُ الدِّينِ، وَعِلْمُ الدُّنْيَا، فَالْعِلْمُ الَّذِي لِلدِّينِ هُوَ الْفِقْهُ، وَالْعِلْمُ الَّذِي لِلدُّنْيَا هُوَ الطِّبُّ
“Sesungguhnya ilmu itu ada dua: ilmu agama dan ilmu dunia. Ilmu agama adalah fiqh, sedangkan ilmu dunia adalah ilmu kedokteran.”
Dari perkataan tersebut dapat dipahami bahwa kesehatan memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan manusia.
Perhatian terhadap kesehatan juga tampak dalam berbagai ajaran Nabi Muhammad ﷺ, termasuk dalam ibadah puasa. Dalam beberapa hadis, beliau mengajarkan hal-hal yang tampak sederhana namun memiliki dampak besar bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa. Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
Hadis ini diriwayatkan al-Bukhari dan muslim.
Lalu apa hikmah dari anjuran menyegerakan berbuka puasa tersebut?
Dalam kitab Madarik al-Maram fi Masalik as-Siyam, disebutkan penjelasan mengenai hikmah anjuran tersebut:
قُلْتُ: الْحِكْمَةُ فِي ذٰلِكَ أَنَّ الصَّحَابَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فِي حَيَاتِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَتْ مَعَايِشُهُمْ فِيهَا ضِيقًا، وَأَوْقَاتُهُمْ فِيهَا زَهَادَةً، وَكَانَ الِاشْتِغَالُ بِالْمُجَاهَدَةِ فِي الْجِهَادِ شُغْلَهُمْ عَنْ بُلُوغِ الْمُرَادِ وَتَحْصِيلِ الْمَلَاذِّ، وَكَانَتْ فِيهَا حَرَارَةٌ مُفْرِطَةٌ، فَمَا يَرِدُ وَقْتُ الْغُرُوبِ إِلَّا وَقَدْ تَمَكَّنَ مِنْهُمُ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، فَاسْتُحِبَّ لَهُمْ تَعْجِيلُ الْفِطْرِ لِرَدِّ مَا ضَعُفَ مِنْهُمْ مِنَ الْقُوَّةِ بِالْفِطْرِ، وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَكُونَ قَبْلَ الصَّلَاةِ لِيَتَوَفَّرَ خَاطِرُهُ فِي الصَّلَاةِ عَنِ التَّطَلُّعِ لِلْفِطْرِ.
Penulis menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah ﷺ para sahabat hidup dalam kondisi yang sederhana dan penuh kezuhudan. Waktu mereka banyak dihabiskan untuk berbagai aktivitas, termasuk berjihad. Selain itu, kondisi cuaca yang panas membuat mereka merasakan lapar dan haus yang sangat ketika waktu maghrib tiba.
Karena itu, dianjurkan bagi mereka untuk segera berbuka puasa agar kekuatan tubuh yang melemah dapat kembali pulih. Selain itu, disunnahkan pula untuk berbuka sebelum melaksanakan salat, agar hati dapat lebih fokus dan tidak terganggu oleh rasa lapar. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kondisi manusia saat berpuasa dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah. Dengan menyegerakan berbuka, energi tubuh dapat segera pulih sehingga seseorang mampu melanjutkan aktivitas ibadahnya dengan baik.
Hal ini juga sejalan dengan ilmu kedokteran modern yang menjelaskan bahwa menyegerakan berbuka puasa dapat membantu mencegah dehidrasi, mengurangi risiko hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), serta mencegah beban berlebih pada sistem pencernaan. Dengan demikian, tubuh dapat kembali memperoleh energi untuk melaksanakan ibadah seperti salat Magrib dan aktivitas lainnya.
Sebaliknya, menunda berbuka puasa dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi tubuh. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab yang sama:
وَرُبَّمَا أَضَرَّ تَأْخِيرُ الْإِفْطَارِ بِمَنْ عَانَاهُ، فَأَوْقَعَهُ فِي أُمُورٍ مِمَّا عَانَاهُ، وَاخْتَلَّ مِزَاجُ عَقْلِهِ، وَعَسُرَ عِلَاجُ مَا نَزَلَ بِهِ، فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يَتَعَمَّدَهُ أَحَدٌ إِلَّا بِتَجْرِيبٍ وَتَدْرِيجٍ وَبِنِيَّةٍ صَالِحَةٍ.
terkadang menunda berbuka dapat membahayakan orang yang mengalaminya. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada kondisi tubuh dan bahkan menyulitkan proses pengobatan terhadap penyakit yang mungkin timbul.
Selain itu, dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa orang yang paling dicintai oleh Allah adalah mereka yang menyegerakan berbuka puasa:
«قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا»
Hadis ini diriwayatkan dari Abu Hurairah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan fisik manusia, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Islam tidak hanya berfokus pada aspek spiritual semata, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan, sehingga mampu menuntun umatnya menuju kehidupan yang seimbang dan penuh ketakwaan kepada Allah.
oleh:Fauzan al fatikh
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan