Ketika Nabi Musa ditanya oleh bani Israil “siapa manusia yang paling tahu?” maka Nabi Musa menjawab: “Aku manusia yang paling tahu” . Maka Allah menegurnya karena Nabi Musa tida mengembalikan segala ilmu nya kepada Allah.
Padahal seharusnya ia mengucapkan، misalnya: “Allah yang lebih mengetahui/الله أعلم” Maka hal ini termasuk dalam kategori “teguran kekasih” (‘itabul ahbab) sebagai bentuk pendidikan (adab) bagi Musa. Karena jika tidak dilihat dari sisi lain.. maka kenyataannya Musa tetaplah lebih berilmu (secara umum) daripada Khidir.
Akan tetapi Allah mewahyukan kepada Nabi Musa
إِنَّ لِي عَبْدًا بِمَجْمَعِ الْبَحْرَيْنِ هُوَ أَعْلَمُ مِنْكَ.
“Sesungguhnya Aku memiliki seorang hamba di pertemuan dua lautan (Majma’ al-Bahrayn), dia (Nabi Khidir) lebih berilmu darimu.”
Disini Nabi Khidir diisyaratkan bahwa dia lebih berilmu daripada Nabi Musa. Yakni: Dia (Nabi khidir) lebih tahu di dalam kekhususan ilmu kasyaf (penyingkapan rahasia ilahi) dan peristiwa-peristiwa yang khusus (yang bersifat takdir/batin). Maka ilmu tersebut (ilmu Khidir) jika dibandingkan dengan ilmu (syariat) yang Allah wahyukan kepada Musa، maka jumlahnya sedikit. Oleh karena itulah، Musa sangat ingin meraihnya demi menambah ilmu yang telah ia miliki.
Maka dijawab bahwa menambah ilmu adalah hal yang senantiasa dianjurkan, di samping fakta bahwa ilmu yang dimiliki Khidir sebenarnya tidak dibutuhkan oleh Musa dalam menjalankan syariatnya. (Hasyiyah Ashowi, 4/168)
Bagaimana bisa Seorang Ulul Azmi belajar kepada Nabi khidir?
Musa adalah termasuk Ulul ‘Azmi, seorang Nabi dan Rasul secara pasti, sosok yang diajak bicara langsung oleh Allah, dan dikaruniai Taurat, serta ia lebih mulia daripada Khidir; maka bagaimana mungkin ia (Musa) bersusah payah mendatangi dan belajar darinya (Khidir)?!
Ilmu tersebut hanyalah sebuah keistimewaan (maziyyah) yang dikhususkan bagi Nabi Khidir, dan Allah memerintahkan Musa untuk mengambil (pelajaran) dari Nabi Khidir namun menyembunyikannya tidak menjadikannya syariat umum; hal itu bertujuan agar Nabi Musa meraih kesempurnaan dalam segala macam keistimewaan ,dan hal ini bukan berarti bahwa Nabi Khidir lebih berilmu daripada Nabi Musa; karena ilmu Musa sudah sempurna (dalam bidangnya), di mana syariatnya tidak memerlukan tambahan apa pun dari ilmu Khidir.
Sesungguhnya ilmu Khidir adalah keistimewaan yang Allah khususkan baginya, yang mana ilmu tersebut bukan untuk dijadikan pedoman hukum (syariat) yang diikuti oleh orang banyak. (Hasyiyah Ashowi, 4/169)
Sifat seorang murid terhadap ilmu gurunya
Nabi Khidir berkata kepada Nabi Musa:
إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
“Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.”
Yakni: karena apa yang akan engkau lihat nanti secara lahiriah menyelisihi syariatmu.
Imam Ashowi menafsiri ayat ini: Murid itu ada dua tipe:
Pertama, murid yang tidak memiliki dasar ilmu sedikit pun dan belum terbiasa dengan metode penalaran (istidlal). Tipe ini mudah diajar, karena ia akan menerima begitu saja setiap apa yang disampaikan kepadanya.
Kedua, murid yang telah mahir dalam penalaran dan telah menguasai berbagai ilmu, namun ia ingin menambah wawasan di atas ilmunya. Tipe ini pengajarannya sangat sulit dan berat. Karena apabila ia melihat sesuatu atau mendengar suatu ucapan, ia akan membandingkannya dengan ilmu yang telah ia miliki; jika cocok maka ia terima, namun jika tidak cocok, ia akan mendebatnya (mendiskusikannya). (Hasyiyah Ashowi, 4/169-170)
Teks ini menonjolkan bahwa pengajaran yang sejati bukanlah sekadar “indoktrinasi” (pendiktean), melainkan sebuah “bimbingan” bagi mereka yang memiliki nalar kritis.
Hal inilah yang menjadikan perjalanan Musa bersama Khidir sebagai madrasah (sekolah) terbesar dalam hal berserah diri terhadap takdir ilahi, yang hikmahnya terkadang tersembunyi bahkan dari ulama yang paling hebat sekalipun.
Penulis: Mujiburrohman
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan