Telah selesai perjalanan 2 utusan allah yang mulia. Dari awal ketika Nabi musa merasa mahluk yang paling tahu segalanya . Sehingga Allah menegurnya karena beliau tidak mengembalikan ilmu kepada-Nya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: “Sesungguhnya Aku memiliki seorang hamba di pertemuan dua lautan yang ia lebih berilmu daripadamu.”
Nabi Khidir pun mengajari Nabi musa dengan cara yang tidak masuk akal yaitu:
1. Melubangi/merusak kapal yang di tumpangi mereka
2. Membunuh anak kecil
3. Membangun/memperbaiki tembok di suatu tempat yang di ingin menjamu mereka
Maka apa hikmah dari 3 perkara tersebut???
Hikmah 3 perkara yang dingkari oleh Nabi Musa terhadap Nabi Khidir
Adapun hikmah mengapa Nabi Khidir melakukan tiga perkara tersebut khusus untuk Nabi Musa, sebagaimana diriwayatkan:
Bahwa ketika Nabi Musa mengingkari perbuatan melubangi kapal.. terdengar seruan: Wahai Musa, di manakah pemikiranmu ini saat engkau dahulu berada di dalam peti dan dihanyutkan ke sungai Nil?.
Maka ketika ia mengingkari perihal pembunuhan anak muda.. dikatakan kepadanya: Di manakah pengingkaranmu ini jika dibandingkan saat engkau memukul orang Qibti (Mesir) hingga tewas?!.
Ketika ia mengingkari pembangunan tembok.. terdengar seruan: Di manakah keberatanmu ini jika dibandingkan saat engkau mengangkat batu penutup sumur untuk kedua putri Syuaib tanpa meminta upah???(Tafsir Al-Qurthubiy, 11/33)
Wasiat Nabi Khidir kepada Nabi Musa
Ketika Nabi Khidir hendak berpisah dengan Nabi Musa.. Nabi Musa berkata kepadanya: “Berilah aku wasiat (nasihat).”
Nabi Khidir berkata: “Jadilah orang yang murah senyum (bassaman), dan janganlah menjadi orang yang banyak tertawa terbahak-bahak (dahhakan) ,dan tinggalkanlah sifat keras kepala (debat yang tak kunjung usai), serta janganlah engkau berjalan (bepergian) tanpa adanya keperluan. Janganlah engkau mencela orang-orang yang bersalah atas kesalahan mereka, namun tangisilah kesalahanmu sendiri, wahai putra Imran.” (Hasyiyah Ashowi, 4/179)
Penulis: Mujiburrohman
Sumber rujukan:
حاشية العلامة الصاوي على تفسير الجلالين
الشيخ أحمد بن محمد الصاوي الخلوتي (١١٧٥ ١٢٤١٠هـ)
(دار تحقيق الكتاب)
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan