Banyumas Kegiatan presentasi mata kuliah qirā’ah di Ma’had Aly Andalusia kembali menghadirkan suasana ilmiah yang hidup dan reflektif, dengan penampilan Kelompok 2 sebagai pemateri utama yang beranggotakan Hidayat Sholih Mas’ud, Hamid Mustofa, Nuha Zain, dan Miftah Atho’illah.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 tersebut menghadirkan presentasi dari Kelompok 2 yang mengangkat karya dari Ali al-Tantawi yang berbeda dari pembahasan sebelumnya, yakni Dzikirat (Kenangan), sebuah karya reflektif yang memuat catatan kehidupan pribadi penulis.
Dalam pemaparannya, Kelompok 2 menegaskan bahwa kitab tersebut bukanlah karya ilmiah keagamaan atau fikih, melainkan potret perjalanan hidup yang ditulis dengan gaya naratif dan penuh perenungan. Salah satu poin penting yang diangkat adalah perbedaan antara “kenangan” dan “memoar”. Kenangan tidak selalu tersusun secara kronologis, namun justru lebih jujur karena lahir dari ingatan yang spontan dan manusiawi.
Lebih jauh, para pemateri menguraikan pemikiran mendalam penulis tentang hakikat manusia. Mereka menjelaskan bahwa manusia senantiasa mengalami perubahan, baik dalam aspek fisik, perasaan, maupun cara berpikir. Namun di tengah perubahan tersebut, terdapat satu unsur yang tetap dan tidak berubah, yaitu ruh sebagai hakikat “aku” yang sesungguhnya. Gagasan ini menjadi bagian yang paling menarik perhatian dan memantik diskusi di antara para hadirin.
Keistimewaan lain dari kitab ini terletak pada banyaknya kutipan reflektif yang sarat makna kehidupan. Hal tersebut menjadikan suasana presentasi terasa lebih hidup dan interaktif, karena sejumlah kutipan mampu menggugah perhatian sekaligus mengundang respons dari peserta kajian.
Sebagai penutup, Kelompok 2 menyampaikan pesan penting dari penulis tentang pentingnya kebiasaan menulis. Mereka menekankan bahwa anjuran untuk mencatat pengalaman, pemikiran, dan perasaan setiap hari bukan sekadar aktivitas dokumentasi, melainkan upaya menemukan kembali jati diri yang kerap hilang di tengah arus perubahan kehidupan.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Selain memperkaya wawasan, presentasi tersebut dinilai mampu menghadirkan nuansa reflektif yang mendalam, sehingga tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga dirasakan secara personal. Dengan demikian, kegiatan presentasi qirā’ah ini tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang perenungan yang menghidupkan kesadaran diri.
DOKUMENTASI





Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan