Pembahasan mengenai makna kematian dan kehidupan para syuhada telah dijelaskan sebelumnya… disebutkan oleh Allah Ta’ala pada QS. Al-Baqarah: Ayat 154
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Disebutkan juga pada juz 4 ayat yang mirip dengan ayat diatas yaitu: QS. Ali ‘Imran: Ayat 169
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang telah terbunuh di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Apakah perbedaan dari kedua ayat tersebut? Apakah saling berhubungan? dan bagaiman penjelasan dari segi kebahasaan kedua ayat tersebut?
Perbedaan kedua ayat tersebut
Perbedaan kedua ayat tersebut: Pertama, pada Al-Baqarah:154 menggunakan bentuk larangan untuk mengucapkan( لَا تَقُوْلُوْا ) bahwa orang-orang yang syahid sudah mati, dan pada Surat Ali ‘Imran: 169 menggunakan bentuk larangan untuk mengira ( لَا تَحْسَبَنَّ ) bahwa orang-orang yang syahid sudah mati.
Kedua, Pada Al-Baqarah:154 menggunakan terbunuh (يُّقْتَلُ) Pembahasan mengenai makna kematian dan kehidupan para syuhada, dan pada Ali ‘Imran: 169 menggunakan berbagai macam bacaan diantaranya: Imam hasan dan Ibnu Amir membaca “Quttiluu/قُتِّلُوا” dengan tasydid yang menunjukkan banyaknya yang gugur. Imam ‘Ashim membaca “Qoootaluu/قاتَلُوا” yang berarti mereka berperang. sedangkan mayoritas ulama membaca “Qutiluu/قُتِلُوا” tanpa tasydid yang berarti mereka telah terbunuh.
ketiga, Al-Baqarah:154 menyatakan bahwa orang-orang yang syahid masih hidup akan tetapi kalian tidak menyadari (وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ ) maknanya adalah: Bahwasanya kehidupan mereka itu tidak dapat kalian rasakan (dengan indra) ,dan pada Ali-Imran:169 Menyatakan bahwa orang orang-orang yang mati syahid masih hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki ( عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ ) yang menunjukan kedekatan dan perihal rezeki.
Ibnu Athiyyah berkata (tentang Ali Imran:169) : Allah Ta’ala mengabarkan tentang para syuhada bahwa mereka mendapatkan rezeki di dalam surga; inilah inti poin utama (maudhi’ al-fa’idah) dari pemberitahuan tersebut ,dan tidak dapat dimungkiri bahwa secara lahiriah mereka telah mati, jasad mereka berada di dalam tanah, dan roh mereka hidup sebagaimana roh orang-orang mukmin lainnya (di alam barzakh). (Bahrul Muhith, 3/117-118)
Perbedaan sebab turun ayat
Pada Al-Baqarah : 154 menunjukan makna umum (yaitu mencakup siapa pun yang syahid di jalan allah) Ada yang berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan para syuhada Perang Badar yang berjumlah empat belas orang; namun keumuman makna ini tidak boleh dikhususkan (dibatasi) hanya pada sebab tersebut (وَلَا يُخَصَّصُ هَذَا الْعُمُومُ بِهَذَا السَّبَبِ). (Bahrul Muhith, 1/622) Adapun yang dimaksud pada Ali-Imran:169 Mereka adalah syuhada Perang Uhud; pendapat lain: Syuhada Bir Ma’unah; dan ada pula yang mengatakan: Syuhada Perang Badar.
Terdapat dua kemungkinan sebab turunnya (Ali-Imran:169):
Pertama, perkataan mereka yang telah syahid saat sudah masuk surga dan memakan buah-buahannya: “Siapakah yang akan menyampaikan kabar kami kepada saudara-saudara kami di dunia. Bahwa kami diberi rezeki di surga, agar mereka tidak menjauhi jihad?” Maka Allah berfirman: “Aku yang akan menyampaikan kabar kalian,” lalu turunlah ayat ini. Kedua, perkataan para wali (keluarga) syuhada yang masih hidup saat mereka mendapatkan nikmat dunia: “Kami berada dalam kenikmatan dan kegembiraan, sedangkan bapak-bapak, anak-anak, dan saudara-saudara kami berada di dalam kubur,” maka turunlah ayat ini (sebagai jawaban). (Bahrul Muhith, 3/117). Allahu ‘Alam
Penulis: Mujiburrohman
SUMBER RUJUKAN :
البحر المحيط لأبي حيان — أبو حيان (٧٤٥ هـ)
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan