KH. Zuhrul Anam Hisyam, atau yang akrab disapa Abah Anam, adalah pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia. Pesantren ini menaungi berbagai lembaga pendidikan formal, seperti SMP, SMA, MA, PDF, serta Ma’had Aly Andalusia sebagai perguruan tinggi berbasis agama yang mengajarkan ilmu sastra bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya.Sebagai seorang ulama yang alim dalam banyak disiplin ilmu, nama beliau dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Sosok beliau bagaikan cahaya mentari yang menyinari seluruh pelosok negeri dengan ilmu, keimanan, dan akhlak yang luhur.


Di sela-sela kesibukan beliau mendidik para santri, Abah Anam juga kerap menghadiri berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, yang datang bersilaturahmi kepada beliau bukan hanya kalangan ulama atau tokoh agama, tetapi juga masyarakat luas, termasuk pejabat, tokoh masyarakat, wali santri, hingga rakyat biasa. Banyak yang datang untuk berkonsultasi, memohon nasihat, atau meminta doa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Rumah beliau pun menjadi tempat yang terbuka bagi siapa saja.


Meskipun beliau sangat sibuk, jika waktu memungkinkan, beliau akan meluangkan waktu menyambut tamu dengan ramah, tanpa membeda-bedakan status sosial. “Teh hangat manis” menjadi suguhan khas untuk para tamu, diiringi dengan makanan ringan dan aneka lauk-pauk. MasyaAllah, sungguh teladan mulia dari sosok guru kita semua yang memuliakan setiap tamunya secara setara.
Para santri juga mengetahui bahwa ketika pesantren kedatangan para ulama besar dari Timur Tengah, Abah Anam sangat antusias menjamu mereka. Beliau menyiapkan tempat istirahat terbaik, menyuguhkan beragam minuman, serta berbagai hidangan khas Timur Tengah seperti roti khas Timur Tengah, nasi kebuli lengkap dengan lauk pauk, dan sajian lainnya. Ini menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap tamu-tamunya.

Setiap tamu yang datang pun selalu merasa terharu dan simpati atas keramahan serta ketulusan beliau dalam menjamu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
**﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا﴾ – QS. Al-Ahzab: 53
Hadis Nabi SAW juga menegaskan keutamaan memuliakan tamu:
وعن أبي شُرَيحٍ خُويْلد بن عمرو قال: أبصرت عيناي رسول الله ﷺ وسمعتْهُ أذناي حين تكلم به، قال: “من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفَهُ جائزتَهُ”، قالوا: وما جائزتُه؟ قال: “يومٌ وليلةٌ، والضيافة ثلاثة أيام، وما كان بعد ذلك فهو صدَقةٌ عليه” [رواه البخاري ومسلم]
Menemui para ulama saat menghadapi permasalahan hidup adalah langkah yang tepat. Di satu sisi mereka adalah ahli ilmu, di sisi lain mereka adalah sosok yang dekat dengan Allah SWT, memiliki hati yang suci dan tulus.


Saya teringat akan syair dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah:
فلا تصحب أخا الجهل * وإياك وإياه
فكم من جاهل أردى * حليماً حين آخاه
يقاس المرء بالمرء * إذا ما المرء ماشاه
Artinya:
“Jangan bersahabat dengan orang bodoh, dan jauhilah dia.
Berapa banyak orang bodoh yang mencelakakan orang yang santun saat menjadi kawannya.
Seseorang dinilai dari dengan siapa ia berjalan (berteman).”
Syair ini sejalan dengan dawuh KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), mertua dari KH. Zuhrul Anam Hisyam. Ulama besar yang zuhud itu pernah menyebut Abah Anam sebagai:
“رَجُلٌ كَامِل” Laki-laki yang sempurna.
Sebutan itu bukanlah pujian kosong. Abah Anam memang ulama yang paripurna—bukan hanya dalam keilmuan, tapi juga dalam akhlak, kepemimpinan, dan keteladanan. Semoga kita semua dapat mencintai beliau dengan tulus.
Sebagaimana sabda Nabi SAW:
“المرءُ مَعَ مَن أَحبّ” Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.
Semoga kecintaan kita kepada para ulama, khususnya kepada KH. Zuhrul Anam Hisyam, menjadikan kita bersama mereka di dunia dan akhirat. Aamiin.

Oleh : Umar Ubaidillah
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA










Tinggalkan Balasan