Dalam lingkup pesantren kita sering kali mendengar kata علماء السوء (Ulama su’) yaitu orang-orang yang menjual agama mereka demi keuntungan duniawi. Fokus utama mereka hanyalah harta dan kedudukan, sedangkan sarana mereka adalah dengan mendekatkan diri (menjilat) kepada para penguasa. Lidah mereka kelu (terikat) untuk mengingkari keburukan para penguasa tersebut, namun lidah mereka sangat panjang (aktif) dalam mencemarkan nama baik para ulama yang jujur dan para penuntut ilmu.
Sungguh Nabi ﷺ, para sahabat, dan tabi’in telah memperingatkan bahaya mereka karena dampak kerusakan mereka yang sangat besar terhadap agama dan umat.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
ستكون فتن، وستنقض عرى الإسلام عروة عروة، فأولها نقضًا الحكم وآخرها الخشوع
“Akan terjadi fitnah-fitnah, dan ikatan-ikatan Islam akan terlepas satu demi satu. Yang pertama kali lepas adalah urusan hukum (pemerintahan) dan yang terakhir adalah kekhusyukan.”
Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah. Sungguh, urusan hukum telah runtuh sejak lama.
Manusia telah berhukum dengan selain Kitabullah dan Sunnah Nabi ﷺ, hingga berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah menjadi hal yang dianggap biasa (lumrah) di hati masyarakat awam.
Kemudian kekhusyukan hampir saja diangkat hingga nyaris tidak menemukan orang yang khusyuk. Namun, kekhusyukan tidaklah diangkat secara keseluruhan (total), melainkan umat ini masih memiliki kebaikan di dalamnya,dan kebaikan itu akan terus berlanjut di dalam umat ini hingga datangnya hari kiamat.
Adapun sabda Nabi ﷺ: “Akan terjadi fitnah-fitnah,” maksudnya: akan terjadi berbagai perkara menjelang hari kiamat.
Sesungguhnya orang-orang menganggap besar (masalah) berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah. Dan hal itu memang benar-benar perkara besar serta musibah yang sangat dahsyat.
Namun, musibah yang lebih dahsyat lagi adalah para (oknum) ulama yang menjadi ujian bagi umat ini… Mereka adalah orang-orang berilmu, namun tidak mengamalkan apa yang mereka ketahui.
Bahkan, rasa hasad dan kebencian mendorong mereka untuk memusuhi “putra-putra” kebangkitan umat (shahwah) dan para pemudanya, dengan klaim bahwa mereka adalah kelompok ekstremis, tidak berpendidikan, bukan spesialis, dan hanyalah orang orang tersesat
Sifat-sifat ulama su’ (buruk)
Mereka itu adalah ulama yang di akui keilmuannya, namun mereka menggunakan ilmunya bukan untuk agama. Mereka mencari dunia, kekuasaan, dan kedudukan dengannya; mereka berdiri di pintu-pintu penguasa dan duduk di meja makan para pejabat. Maka apakah ini disebut ilmu, hidayah, dan takwa?!
Mereka tahu sebagaimana orang lain tahu bahwa kebangkitan (Shahwah) adalah satu-satunya musuh mereka, maka mereka harus menyingkirkannya dengan cara apa pun. Mereka pun mulai menyebarkan aduan/fitnah di antara kita dan para pejabat agar kita terbunuh sejak di buaian. Tapi mustahil, sangat mustahil!!! karena ini adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla.
Oleh karena itu, mereka mendatangkan kepada kita orang-orang yang baligh (pandai retorika) lagi fasih, lalu mereka berbicara dengan ucapan yang alangkah indahnya, alangkah bagusnya, alangkah baiknya, dan alangkah cantiknya! Hingga setiap penonton dan setiap pendengar berkata: “Sesungguhnya kebenaran ada pada ucapan ini, dan sesungguhnya ulama ini adalah ulama yang sebenarnya.
Kemudian mereka mendatangkan seseorang yang “pada hakikatnya” tidak layak untuk berdakwah ke jalan agama Allah ‘Azza wa Jalla, ia berbicara dengan ucapan yang sebagiannya konyol dan sebagiannya lagi bodoh, lalu berkatalah orang yang melihatnya: “Inilah para pemuda yang disebut sebagai pemuda Sahwah (kebangkitan) atau pemuda dakwah.
Dalil-Dalil tentang Ulama buruk (ulama su’)
Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi ﷺ bersabda:
إن أخوف ما أخاف على أمتي من بعدي الأئمة المضلون
Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa umatku setelahku adalah para Pemimpin/Ulama yang menyesatkan
Nabi ﷺ menyebut mereka “para pemimpin” karena mereka adalah imam, khatib, pemberi nasihat, ulama, tokoh, dan politisi. Nabi ﷺ takut terhadap mereka karena mereka menghiasi kebatilan sehingga tampak di mata manusia seolah-olah itu adalah kebenaran yang tidak ada kebenaran lain setelahnya.
Oleh karena itu, seorang alim ulama (yang buruk) merusak agama dan umat lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh seratus komandan, pemimpin, atau presiden; karena orang-orang melihat ulama tersebut sebagai representasi Islam, dan perantara antara mereka dengan Allah ‘Azza wa Jalla dalam memahami kalam Allah dan menerjemahkannya bagi umat awam.
Bahkan Syekh hasan abu asybal berkata
أول ما تسعر النار بالعالم الذي لم يعمل بعلمه والمرائي به الذي طلبه لغير الله عز وجل، إنما طلبه تفاخرًا ورياءً وسمعة وإعجابًا.
“Orang yang pertama kali digunakan untuk menyalakan api neraka adalah orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan orang yang riya dengannya, yang menuntut ilmu bukan karena Allah ‘Azza wa Jalla, melainkan menuntutnya demi kesombongan, riya, popularitas (sum’ah), dan kekaguman diri.”
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:
إن أخوف ما أخاف عليكم تغير الزمان، وزيغة عالم، وجدال منافق بالقرآن، وأئمة مضلين يضلون الناس بغير علم
Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kalian adalah berubahnya zaman, ketergelinciran orang alim, perdebatan orang munafik dengan menggunakan Al-Qur’an, dan para pemimpin menyesatkan yang menyesatkan manusia tanpa ilmu
sesungguhnya kami hanya mengharap wajah Allah Ta’ala dengan hal ini, dan Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah penilai kami atas hal ini. Sedangkan orang selain kami yang memerangi kami, mereka mengharap dunia dengan ilmu dan lisannya, dan Allah Tabaraka wa Ta’ala akan membalas masing-masing sesuai niatnya.
Ketahuilah wahai saudaraku bahwa ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.
Allahu a’lam
Penulis : Mujiburrohman
Sumber rujukan:
الدفاع عن الله ورسوله وشرعه ٥/١ — حسن أبو الأشبال الزهيري (الرد على علماء السوء)
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan