Mahad Aly Andalusia — Setelah hiruk pikuk majunya Ihsan Nur Sholih sebagai capres slengekan dengan aroma minyak kayu putih dan strategi politis ala UKP, banyak pihak mulai berspekulasi: siapa dalang di balik kemunculan tokoh yang datang merangkak dari kamar pembimbing ke panggung kampanye? Nama Fazal Hijazi, Ketua Umum Partai API yang beberapa hari ini jarang muncul di hadapan publik, langsung dikaitkan. Dan benar saja, saat ditemui di depan Zawiyah usai ngopi di warung uus , Fazal tersenyum ambigu.
“Saya cuma nyalain api. Kalau nyamber jadi unggun atau kebakaran, itu urusan angin dan bensin,” ucapnya, sambil mengelap keringat dari jidatnya dengan tangan kanannya.

Fazal memang dikenal sebagai pemikir strategis yang lebih suka mengatur dari balik layar. Beberapa saksi menyebut bahwa Ihsan sudah ‘diproyeksikan’ sejak sanah 1 untuk dijadikan kartu cadangan yang bisa dilempar saat peta suara mulai stagnan antara dua kutub besar: Khazmi yang serius dan Imdad yang sastrawi.
“Ihsan itu bukan boneka. Dia itu produk kaderisasi yang tumbuh di tengah tekanan. Kaya krupuk dijemur sambil ditindih kitab,” kata Fazal. “Dia tahu cara ngeruk suara dari rakyat kecil, karena dia pernah tidur di ruang kesehatan yang AC-nya cuma kipas manual.”
Ditanya soal tuduhan bahwa Partai API hanya ingin menggembosi suara Khazmi, Fazal tertawa:
“Lho, kita ini bukan mau gembosi siapa-siapa. Kita cuma kasih opsi. Masa rakyat cuma disuruh milih antara serius dan semi-serius? Kan perlu juga yang agak ngelantur tapi nyambung.”
Dalam forum internal partai, Fazal disebut menyoroti elektabilitas Khazmi yang terlalu tajam tapi mulai jenuh, dan Imdad yang kadang terlalu puitis sampai rakyat perlu kamus. Ihsan, menurutnya, adalah figur yang bisa masuk ke celah itu — dengan gaya “humor rakyat, tapi paham regulasi.”


Kabar burung juga menyebut Fazal sempat memanggil Ihsan secara pribadi dan berkata:
“Yang kuat itu bukan yang paling banyak omong, tapi yang tahu kapan harus jadi bisik-bisik, dan tetap bikin ruang rapat berubah arah.”
Saat ditanya apakah dia akan maju juga, Fazal menggeleng pelan.
“Saya bukan pemain depan. Tapi saya pastikan bola gol… atau minimal kena tiang.”
Apakah ini berarti Fazal tengah membangun koalisi bayangan lewat jalur slengekannya Ihsan? Ataukah ini hanya bagian dari tarian politik Mahad Aly yang memang tak pernah bisa ditebak arahnya , kecuali oleh yang ngerti betul cara main catur pakai bidak manusia? Satu hal yang jelas: Fazal sedang bermain. Dan papan sudah bergerak.
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA #IMDADSUBIANTO #IHSANNURSHOLIH









Tinggalkan Balasan ke Iah Batalkan balasan