Di Mahad Aly, kadang politik datang bukan dengan selebaran, tapi dengan gelas teh dan suara toa plastik yang serak. Bukan dengan baliho, tapi dengan poster miring buatan tangan yang ditempel pakai isolasi ujung-u jungnya.Dari sinilah kisah ini muncul. Dari balik tikar pandan yang usang dan pena yang tintanya tinggal sedikit. Dari sosok yang dulu dianggap tak peduli, padahal ia sedang menyiapkan jeda.

Namanya: Imdadurrohman. Tapi beberapa hari ini, ia mulai dipanggil dengan nama panggung yang lebih : Imdad Subianto. Begitu kira- kira orang memanggilnya. Setelah sekian lama cuma jadi suara samar di pojok-pojok diskusi warung kopi, kini ia mulai menampakkan diri. Bukan Imdadnya yang ngomong. Tapi para pendukungnya yang mulai keluar dari sarang dan mulai bersuara dengan caption yang berani:
“Sudah lama kami menunggu komando.”
Salah satu loyalisnya yang paling vokal, Khalim bahkan sudah terang-terangan siap jadi timses. Saat ditemui, dia tidak bawa map visi-misi. Tapi bawa satu kantong plastik berisi lelucon dan keyakinan.
“Kita ini bukan cuma dukung orang, kita dukung atmosfer. Imdad itu bukan hanya calon presiden, dia itu genre,” ujarnya, sambil mengikat sarung, seolah siap tempur di mimbar atau di musyawarah.
“Kalau Mahad Aly ini republik, maka Imdad itu bukan pemimpin. Dia itu jeda yang bikin orang-orang sadar: eh, kok sepi ya? Ya karena belum ada Imdad!”

Dan benar saja. Pendukungnya mulai pakai sound TikTok, pakai lagu “oke gas oke gas”.tapi gaya mereka tak pernah benar-benar serius. Mereka tahu: kalau politik terlalu kaku, nanti jadi khutbah. Kalau terlalu cair, malah jadi wedang.
Jadi mereka pilih jalan tengah: berpolitik sambil bercanda, tapi bercandanya tetap bikin lawan cemas. Banyak yang bilang ini strategi ala Prabowo 2024: mainkan gimmick, tonjolkan kegemoyan, lalu tunggu momen menyerang. Bedanya, Imdad nggak punya helikopter. Di grup WA, meme-meme mulai menyebar:
Imdad duduk sambil nulis syi’ir, dengan caption:
“Presiden yang bisa bikin rencana sambil nulis bait cinta.”
Lalu ada lagi: foto dia lagi di kantin, dikasih teks:
“Calon yang tidak hanya paham bahtsul masa’il, tapi juga paham harga tahu isi.”
Tanggal 20 Mei makin dekat. Tapi dari suasana, rasanya ini bukan sekadar pemilu. Ini kayak pertunjukan teater politik, lengkap dengan drama, komedi, dan kadang sedikit horor… apalagi kalau debat udah masuk pasal-pasal.


Imdad sendiri? Masih diam. Tapi diamnya bukan tanpa makna. Kata Khalim ,
“Imdad itu bukan nggak mau ngomong. Dia cuma menunggu kita semua siap mendengar. Karena kalau semua bicara, siapa yang mau mikir?”
Ia lalu menambahkan,
“Kalau nanti menang, kita bilang: Ini jalan takdir. Kalau kalah, kita bilang: Ini bagian dari setting. Tapi yang jelas: kami tidak diam karena takut. Kami diam karena sedang ngatur sound system.”
Jadi, apakah Imdad Subianto benar-benar siap jadi calon? Kami tidak tahu. Tapi kami tahu satu hal:
Kami sudah lama menunggu komando.
- Ramah Tamah Bu Mus, Penjual Kantin Favorit Mahasantri Andalusia
Post Views: 65 Kantin sederhana yang berada di dekat Kampus Ma’had Aly Andalusia selalu ramai… - Ketika Secangkir Kopi Menjadi Tempat Pulang
Post Views: 104 Di sebuah sudut desa yang tenang di Randegan, Banyumas, berdiri sebuah tempat… - Kandang Culture: Cara Pesantren Mengajarkan Tanggungjawab Melalui Ternak
Post Views: 205 Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, menyisakan semburat jingga yang membelah… - Eka Prasetya Comeback
Post Views: 182 Waktu menuju pemungutan suara di Mahad Aly Andalusia semakin menyempit. Di koridor-koridor… - Malam Waktu Ritual Merawat Ilmu
Post Views: 242 Malam Selasa di Andalusia merupakan waktu yang istimewa. Di saat kebanyakan orang…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA #IMDADSUBIANTO #2025GEMOY











Tinggalkan Balasan