Mahad Aly Andalusia ,,Aura panas Pemilu Mahasantri semakin terasa ketika muncul manuver politik tak terduga dari Fazal Hijazi, sang maestro strategi yang dikenal lebih suka diam daripada berdebat. Kali ini, Fazal disinyalir memainkan kartu cadangan: Ihsan Nur Sholih, mahasantri Sanah 2 yang dikenal dengan gaya slengekan, ketawa khas, dan aroma minyak kayu putih dari UKP.

Banyak pihak menduga, pencalonan Ihsan bukan sekadar spontanitas. Di balik wajah santainya, tersembunyi ketelitian seorang kader yang dibentuk dari dalam: pendamping kamar, anggota Kemendagri, dan tenaga medis darurat dengan sertifikat ala kadarnya. Tapi jangan salah, dia tahu cara mengurus rakyat, karena dia pernah menjadi bagian dari mereka dan lebih sering diminta antar obat ketimbang antar visi.
“Iya, saya nyapres bukan karena ambisi. Tapi karena kalau semua nyapres serius, nanti Pemilu ini jadi seminar, bukan hiburan demokrasi!” ujar Ihsan sambil menyeduh kopi sachet di tangga masjid, tempat dia biasa menyusun strategi sekaligus menjemur handuk.
Menurut bocoran dari internal Partai Api, Ihsan didorong maju sebagai penyeimbang Khazmi, capres dari Partai Kompas yang belakangan ini terlalu rapi, terlalu sopan, dan terlalu tidak ngantuk. Fazal sendiri enggan berkomentar, tapi sumber yang tak mau disebut namanya karena takut dipanggil rapat mengatakan, “Kalau Khazmi itu terlalu idealis, maka Ihsan itu terlalu realistis. Dan Fazal? Dia cuma terlalu banyak diam, itu aja.”
Ketika ditanya soal tudingan dirinya hanya pion dari Fazal, Ihsan menanggapi santai, “Kalau saya pion, ya biar aja. Kadang pion bisa nyampe ujung papan dan ganti jadi ratu. Gitu kan di catur? Nggak tau deh di politik.”
Dalam debat bayangan, Ihsan tampil beda. Alih-alih memaparkan program, ia membuka dengan membaca tekanan darah lawan dan membagikan minyak angin. “Kalau saya presiden, UKP bukan cuma Unit Kesehatan Pondok, tapi jadi Unit Kebijakan Penuh. Kita obati bukan cuma tubuh, tapi juga sistem!”


Para analis politik mahasantri menyebut kemunculan Ihsan adalah “plot twist paling mengejutkan sejak sepekan ini .” Sementara itu, elektabilitasnya perlahan naik, terutama di kalangan santri yang bosan dengan politik penuh janji tapi miskin aksi. Apakah Ihsan benar-benar akan jadi kuda hitam, atau sekadar pelawak demokrasi yang menghibur sebelum pencoblosan? Waktu (dan mungkin tensimeter) yang akan menjawab.

- UKM Jurnalistik dan Literasi Andalusia Cetak Karya Kedua, Buku Tafsir 234 Halaman Resmi Terbit
Post Views: 51 Banyumas, 4 Juni 2026 — UKM Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia… - Pondok Bukan Tempat Pelarian atau Lembaga Rehabilitasi, Orang Tua Wajib Paham!
Post Views: 101 Pondok pesantren merupakan tempat yang sangat mulia. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan… - Ikhtibar Semester Genap Ma’had Aly Andalusia Tahun Akademik 2025–2026 Resmi Berakhir
Post Views: 162 Banyumas — Ma’had Aly Andalusia resmi menyelesaikan rangkaian Ikhtibar Semester Genap Tahun… - Ponpes Andalusia Gelar Shalat Idul Adha dan Kelola 9 Ekor Hewan Kurban.
Post Views: 319 Banyumas, 27 Mei 2026—Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan begitu terasa di Pondok… - Bedah Buku Pengetahoean tentang Karang-Mengarang dan Jurnalistik Karya KH. Zainuddin Fananie
Post Views: 292 Sembilan puluh dua tahun yang lalu, tepatnya pada 1 Januari 1934 di…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA #IMDADSUBIANTO #IHSANNURSHOLIH










Tinggalkan Balasan