Baru-baru ini, fenomena sound horreg tengah marak diperbincangkan dan menuai pro kontra. Fenomena ini berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, khususnya Kota Blitar. Sound horreg pertama kali muncul dan populer sekitar tahun 2014. Awalnya, istilah ini dikenal dari sebuah pawai di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menggunakan sistem audio berukuran besar sehingga menghasilkan suara menggelegar. Kata horreg sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “getaran” atau “bergetar.”


Kepopuleran sound horreg semakin meningkat ketika salah seorang ulama asal Pasuruan mengeluarkan fatwa haram dalam forum Bahtsul Masail FSM Pondok Besuk. Fatwa tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Bagi pihak yang mendukung fatwa tersebut, penggunaan sound horreg dianggap merugikan masyarakat sekitar karena menimbulkan idza’ (gangguan/menyakiti). Gangguan tersebut mencakup kebisingan yang mengganggu orang sakit hingga kerugian materiil akibat getaran yang dihasilkan.
Sementara pihak yang menolak fatwa tersebut menilai kebijakan itu merugikan para penyedia jasa rental sound horreg, bahkan berpotensi mematikan mata pencaharian mereka. Tidak sedikit pula yang salah paham, mengira yang diharamkan adalah sound system-nya. Padahal, yang dimaksud dalam fatwa tersebut adalah rangkaian kegiatan sound horreg yang sering disertai perilaku maksiat, seperti pesta minuman keras dan joget pargoy.
Seorang pendakwah asal Blitar juga berpendapat bahwa kegiatan sound horreg yang digelar hingga pelosok desa justru menjadi sarana penyiaran kemaksiatan secara bebas dan terbuka. Fenomena ini dianggap menyerupai “diskotek berjalan,” yang awalnya hanya bisa diakses orang kota berduit, kini dapat dinikmati semua kalangan, bahkan anak di bawah umur.
Di tengah maraknya pro dan kontra, muncul satu nama yang mendadak populer di media sosial: Thomas Alva Edisound Horreg. Julukan ini diberikan kepada seorang operator sound horreg bernama asli Edi Purnomo, atau yang akrab disapa Memed Operator Sound Horreg, dari salah satu rental bernama Brewog Audio. Ia viral karena gayanya yang cuek dan ekspresi datarnya saat mengoperasikan sound system. Meski dijuluki “penemu sound horreg,” ia sendiri membantah anggapan tersebut, menegaskan bahwa dirinya hanya operator, bukan pencipta fenomena ini.
Oleh : Idris Ziee
Kabar Terkini dari Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial











Tinggalkan Balasan