Era digital menghadirkan lanskap baru dalam cara manusia bertahan hidup dan memperoleh penghasilan. Shopee Affiliate, pembuatan template CapCut, perdagangan aset kripto, hingga jual beli akun prof kini bukan lagi fenomena pinggiran, melainkan realitas arus utama. Di tengah arus tersebut, mahasantri, sebagai penuntut ilmu tingkat lanjut kerap berada dalam posisi dilematis, antara menjaga fokus keilmuan atau ikut terjun demi kemandirian ekonomi, meringankan beban keluarga, dan menepis rasa bersalah karena merasa “sudah dewasa tetapi belum berpenghasilan”.
Kegelisahan ini bukan persoalan remeh. Banyak mahasantri menyimpan rasa tidak enak hati kepada orang tua, merasa menjadi beban, terlebih ketika melihat teman sebaya telah mapan secara finansial. Namun di sisi lain, mereka juga sadar bahwa proses menjadi manusia berilmu menuntut waktu, ketekunan, dan konsentrasi yang tidak sedikit. Ketika dua dunia ini dijalani bersamaan tanpa kendali, realitas sering berbicara jujur, fokus terpecah, waktu terbuang sia-sia tanpa disadari, dan kualitas akademik perlahan menurun.
Al-Qur’an memberikan fondasi perspektif yang penting dalam menimbang persoalan ini. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Dan apabila dikatakan kepadamu: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah; niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Ayat ini bukan sekadar seruan etis, melainkan janji ilahi. Ilmu yang ditempuh dengan sungguh-sungguh, dibarengi iman dan keyakinan, memiliki jaminan pengangkatan derajat dari Allah sendiri. Karena itu, orientasi utama mahasantri sejatinya adalah membangun fondasi keilmuan yang matang, sebab dari sanalah martabat, arah hidup, dan bahkan kemandirian ekonomi jangka panjang dapat tumbuh.
Penting ditegaskan, terjun ke dunia ekonomi digital bukanlah dosa, apalagi aib. Aktivitas seperti Shopee Affiliate dan bentuk usaha digital lainnya bisa menjadi sarana belajar, melatih kepekaan zaman, bahkan menjadi wasilah penghidupan. Namun persoalannya bukan pada apa yang dijalani, melainkan kapan dan seberapa besar ia menyita orientasi hidup. Ketika pencarian uang menjadi tujuan utama di fase pembentukan ilmu, sering kali hasilnya justru paradoksal, ilmu tidak matang, kepakaran tidak terbentuk, dan penghasilan pun berhenti di level sesaat.
Mahasantri dituntut untuk cermat membedakan antara sarana dan tujuan. Uang adalah sarana, bukan orientasi awal. Ilmu adalah orientasi, yang kelak membuka banyak pintu, termasuk pintu ekonomi, melalui jalur yang lebih bermartabat dan berkelanjutan. Orang berilmu tidak tertutup dari kemandirian finansial, justru ilmulah yang menjadikan ekonomi memiliki arah, etika, dan nilai.
Karena itu, batas ideal yang perlu dijaga oleh mahasantri adalah kejujuran pada diri sendiri, apakah aktivitas ekonomi yang dijalani mendukung proses keilmuan, atau justru menggerogotinya secara perlahan. Belajarlah pada bidang yang disenangi dan memiliki potensi kepakaran di masa depan, bukan sekadar mengikuti gelombang tren dan rasa takut tertinggal (fear of missing out). Zaman memang terus berubah, tetapi kemampuan berselancar di dalamnya hanya dimiliki oleh mereka yang berbekal ilmu, bukan sekadar kecepatan ikut arus.
Mahasantri tidak berdosa ketika mencari penghasilan. Namun ia akan merugi besar jika kehilangan kesempatan langka untuk menjadi manusia berilmu yang matang. Sebab uang dapat dicari kapan saja, sementara usia muda, daya pikir tajam, dan lingkungan ilmu yang kondusif tidak akan pernah terulang. Pada fase inilah, pilihan orientasi hidup menentukan kualitas masa depan, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara intelektual dan spiritual.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan