Di Balik Keselarasan Gerakan Saman

Di Balik Keselarasan Gerakan Saman

Gedung Lantai Satu Pondok Putri malam itu, yang didominasi oleh suara kekompakan antara tepukan dari gerakan para peserta Saman yang selaras dengan lantunan nyanyian sebagai pengiringnya. Kekompakan gerakan yang mereka tampilkan seakan menyalurkan energi kepada para penonton, sehingga seakan ikut merasakan keasikan dan menikmati gerakan yang mereka tampilkan.

Sorakan para peserta dan irama musik yang berpadu membuat suasana malam itu terasa hidup, hingga pandangan mata orang orang disekitar seolah hanya tertuju pada setiap gerakan yang ditampilkan dengan penuh keselarasan dan semangat.

Di tengah barisan para peserta, tampak para penanggung jawab (PJ) berdiri dengan penuh perhatian memperhatikan setiap gerakan. Tak sesekali terdengar teguran dan arahan yang mereka sampaikan demi menjaga keserasian, kekompakan, serta ketepatan porsi para peserta, agar sesuai dengan ketentuan yang ada. Dengan Ketelitian para PJ sehingga perlahan membentuk penampilan saman menjadi lebih indah dan memukau untuk disaksikan.

Kritik dan teguran terus diutarakan para PJ di sela sela para peserta latihan, demi memperbaiki penampilan peserta. “Jangan lupa senyum, power-nya!” teriak salah satu PJ, Anggita (19), yang sontak membuat para peserta menjadi lebih perhatian dan meningkatkan kualitas gerakan mereka.

Dalam latihan Saman, daya ingat dan fokus para peserta menjadi kunci utama untuk menciptakan penampilan yang indah dan maksimal. Kesalahan kecil dalam gerakan dan kurangnya keserasian antar peserta membuat latihan harus dilakukan berulang kali hingga tercipta kekompakan dan keselarasan yang diharapkan.

Hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dalam benak saya mengenai bagian tersulit yang ada pada saat latihan yang menjadikan pengulangan gerakan berkali kali pada saat latihan. “Menurutmu apa part tersulit kalo latihan ?”. “kadang masih ada yang lupa dan keblibet sama gerakan yang cepet” . jawab salah satu peserta bernama Syifa Fauzia (17). Oleh karena itu, diperlukannya latihan secara berulang ulang agar setiap gerakan benar-benar melekat di luar kepala para peserta. Kekompakan, fokus, dan ketepatan gerakan menjadi hal yang terus diasah demi menghasilkan penampilan yang selaras dan memukau.

Dalam pelatihan ini tidak hanya penari saja yang memiliki tanggung jawab atas hasil nantinya yang akan ditampilkan. Penyanyi juga mempunyai tanggung jawab tersendiri dan memiliki peran besar dalam latihan ini. Sehingga keserasian antara nyanyian dari penyanyi dan gerakan yang di bawakan oleh penari harus selalu beriringan agar menghasilkan tempo yang tepat dan sesuai ketentuan.

Banyak orang menikmati keindahan dan kekompakan gerakan Saman saat ditampilkan di atas panggung. Namun, tidak semua orang mengetahui proses panjang dan tantangan yang dirasakan para pemain di balik penampilan tersebut. Hal itu kemudian saya tanyakan pada salah satu pemain mengenai hal-hal yang tidak akan di ketahui seseorang, sebelum dia benar-benar terjun langsung menjadi bagian dari tim Saman.

“Apa yang kamu tau tentang perjuangan di Saman yang poin itu kamu tau setelah kamu menjadi personel Saman?” tutur ku pada salah satu peserta yang sama yaitu Syifa “ternyata kalo menurut kita udah maksimal ternyata itu tetep masih ada kekurangannya, ngga kaya yang kita kira.”

Pertanyaan yang serupa juga ku tujukan pada salah satu penyanyi Saman. Mahmeda (17) yang menjawab dengan kata kata ” ternyata harus kerja keras dan mantep kalo latian, dan gabisa cuman buat seneng seneng doang” ujarnya kepada ku.

Dari jawaban para personel tersebut terlihat bahwa di balik penampilan Saman yang tampak kompak dan memukau, terdapat proses latihan yang panjang serta usaha yang tidak mudah.

Kekompakan gerakan, ketepatan tempo, hingga kekuatan suara harus terus dilatih agar menghasilkan penampilan yang baik. Karena itu, para pemain Saman dituntut untuk memiliki semangat, kesabaran, dan kerja sama yang kuat satu sama lain.

Meski latihan dilaksanakan di tengah kesibukan para peserta yang membutuhkan waktu, tenaga, serta kesiapan fisik dan mental, semua itu akan terasa lebih ringan ketika mereka mengingat kembali perasaan atas pencapaian yang mereka raih dengan berhasilnya mengikuti Saman di sini.

Suatu kebanggan tersendiri karena berhasil menjadi salah satu personel Saman, perasaan ini juga dirasakan oleh salah satu peserta, Syifa. Saat aku bertanya pada dirinya ” apa perasaan kamu dan kesan kamu jadi salah satu peserta disini?”. “Pastinya seneng banget karena ini salah satu impian ku mulai dari kelas 8 mba”, jawabnya dengan wajah ceria.

Setelah latihan berlangsung selama kurang lebih dua jam para peserta beristirahat disela sela itu mereka mendengarkan evaluasi dari PJ yang menuturkan poin-poin yang perlu ditingkatkan lagi dengan melihat progres latihan pada malam itu.

Dengan adanya latihan pada malam ini bukan hanya tentang gerakan dan kekompakan, tetapi juga tentang proses, perjuangan, serta semangat para peserta dalam mencapai penampilan terbaik mereka. Di balik gerakan peserta yang selaras sehingga menimbulkan kesan indah, terdapat kerja keras, fokus, dan impian yang terus mereka perjuangkan bersama.

Oleh: Regina Awalailatul K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JURNALISTIK MA’HAD ALY ANDALUSIA

Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia telah mempublish Website “Kompas walimah”

Komunitas penerjemah, Syu’aro dan wadah literasi mahsantri

merupakan placement bagi karya digital Mahasantri Ma’had Aly Andalusia

dikelola Tim Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia

MA’HAD ALY ANDALUSIA

Lembaga pendidikan tinggi  pesantren yang terletak di Jln. Ditowongso, Dsn. Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, 53172

Didirikan Oleh Syaikuna KH. Zuhrul Anam Hisyam

الأخبار اليومية