Perang Badar merupakan peristiwa agung yang menjadi pemisah antara kebenaran dan kebatilan (Yaumul Furqan), yang terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Dalam kitab Mukhtashar Shahih Muslim, peristiwa ini terekam sebagai sebuah momentum yang memperlihatkan besarnya pertolongan Allah kepada kaum mukminin yang jumlahnya sangat terbatas dibandingkan kekuatan musuh.
Keberangkatan Rasulullah ﷺ dan para sahabat pada mulanya bukanlah untuk melakukan konfrontasi militer berskala besar. Tujuan utama saat itu adalah untuk mencegat kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan guna mengambil kembali hak-hak kaum Muslimin yang dirampas di Makkah. Namun, skenario Allah menetapkan hal yang lebih besar, di mana kafilah dagang berhasil meloloskan diri dan pasukan perang Quraisy dari Makkah justru datang menantang. Peristiwa ini terdapat pada sebuah hadits,dalam kitab Mukhtasor Shahih Muslim karya imam Al-Mundziri, pada bab perang badar 1162:
عَنْ أَنَسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنْ رَسُولَ اللهِ ﷺ شَاوَرَ حِينَ بلغَهُ إِقْبَالُ أَبِي سُفْيَانَ ، قَالَ : فَتَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ، فَأَعْرَضَ عَنْهُ، ثُمَّ تَكَلَّمَ عُمَرُ ، فَأَعْرَضَ عنہ فَقَامَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ: إِيَّانَا تُرِيدُ يَا رَسُولَ اللَّهُ؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ؛ لَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نُخِيضَهَا البَحْرَ لَأَخَضْنَاهَا، ولَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نَضْرِبَ أَكْبَادَهَا إِلَى بَرْكِ الغِمَادِ؛ لَفَلْلنا.
Ketimpangan kekuatan sangat terlihat jelas dalam catatan sejarah ini, di mana pasukan Muslim hanya berjumlah sekitar 313 hingga 319 orang dengan perlengkapan seadanya. Di sisi lain, kaum kafir Quraisy membawa kekuatan penuh sebanyak 1.000 personel yang dilengkapi dengan baju besi, kuda, dan senjata lengkap. Kondisi ini menempatkan kaum Muslimin pada situasi yang sangat kritis secara militer.
Menyadari gentingnya keadaan, Rasulullah ﷺ menunjukkan teladan spiritual yang luar biasa dengan menghabiskan waktu berdoa di dalam tendanya (al-arisy). Beliau berdoa dengan sangat khusyuk hingga selendangnya terjatuh dari bahu, memohon agar Allah memenangkan kaum Muslimin. Beliau bersabda,”اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تُعبد في الأرض ” yang artinya: Ya Allah, jika kelompok kecil ini binasa, Engkau tidak akan disembah lagi di bumi ini,” sebuah doa yang menggetarkan langit.
Allah menjawab doa tersebut dengan mengirimkan bala bantuan yang luar biasa berupa ribuan malaikat untuk memperkuat mental dan barisan kaum Muslimin. Dalam riwayat Muslim, diceritakan pengalaman ajaib para sahabat yang mendengar suara cambuk malaikat dan seruan : أقدم حيزوم “Majulah, wahai Haizum!”, yang merupakan nama kuda salah satu malaikat. Pertolongan langit ini membuat pasukan Quraisy kocar-kacir meskipun mereka unggul secara jumlah.
Kekalahan kaum Quraisy juga ditandai dengan tewasnya tokoh-tokoh kunci mereka, termasuk Abu Jahl yang dijuluki sebagai “Firaun-nya umat ini”. Abu Jahl tewas di tangan dua pemuda Anshar yang sangat bersemangat memburu pemimpin kaum kafir tersebut karena kebencian mereka atas penghinaan yang sering dilakukan Abu Jahl terhadap Rasulullah ﷺ. Kematian tokoh ini mematahkan semangat tempur sisa pasukan Makkah.
Setelah kemenangan diraih, muncul perdebatan penting mengenai nasib para tawanan perang yang berjumlah 70 orang. Umar bin Khattab dengan ketegasannya mengusulkan agar mereka dieksekusi demi memutus akar kekafiran, sementara Abu Bakar Ash-Shiddiq yang berhati lembut mengusulkan agar tawanan dibebaskan dengan tebusan (fidyah) untuk membantu kondisi ekonomi kaum Muslimin di Madinah.
Rasulullah ﷺ awalnya cenderung mengambil pendapat Abu Bakar untuk menerima tebusan, namun kemudian Allah menurunkan wahyu dalam Surah Al-Anfal ayat 67. Ayat tersebut memberikan teguran dan bimbingan agar kaum Muslimin lebih tegas di fase awal perjuangan untuk memberikan efek jera kepada musuh. Hal ini menjadi pelajaran berharga dalam fikih jihad yang tercatat rapi dalam Mukhtashar Shahih Muslim.
Oleh : Alfina Chalimatus Sa`diyah
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan