Oleh: Umar Toyib ‘Ubaidillah
Sekarang sedang ramai di bicangkan oleh khalayak umum dan menjadi viral di berbagai halaman media sosial,program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,yaitu makan siang dan minum susu gratis.Masyarakat Indonesia hendaknya mengetahui terlebih dahulu apa itu program makan siang dan minum susu gratis, serta apakah program ini memiliki peran untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah dan pesantren. Sebelum penulis mengulas program tersebut menurut prespektif hukum islam, penulis terlebih dahulu akan menguraikan program tersebut dari sudut pandang formal.
Sebagaimana yang tertulis dalam jurnal STIKES HUSADA BORNEO, makan siang gratis merupakan program unggulan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto,dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini akan disalurkan kepada murid-murid SD, SMP, SMA, dan SMK, hingga santri di pesantren.Bahkan program ini akan mencakup bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
Manfaat utama dari program ini adalah mengurangi stunting dengan cara meningkatkan gizi siswa. Setelah mendapatkan gizi yang terpenuhi,siswa akan memiliki asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan,dan meningkatkan kefokusan mereka dalam belajar.
Tertuang juga dalam artikel yang berjudul True Cost of Food: School Meals Case Study, makanan yang bergizi di sekolah berdampak sangat positif bagi kesehatan siswa, yaitu mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi para siswa, sehingga para siswa akan lebih sehat dan bisa mengikuti kegiatan pembelajaran lebih baik.
Sekarang kita telah mengetahui bahwasanya program ini merupakan keputusan resmi dari pemimpin tertinggi negara,yaitu presiden, yang dimana hukum patuh terhadap pemimpin sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Imam Sya’rawi dalam kitab Tafsir Assa’rowi, merupakan keharusan yang harus di laksanakan selama tidak bertentangan dengan Al Quran dan Hadis.
“Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Quran, kewajiban patuh kepada perintah Nya, utusan Nya, serta pemimpin. Adapun patuh kepada pemimpin bersifat mengekor kepada kepatuhan terhadap Allah SWT, dan utusan Nya. Telah menjadi kewajiban kepada seorang mukmin untuk patuh kepada keputusan pemimpin, selagi tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai yang telah di ajarkan oleh Allah SWT, dan utusan Nya”.
ثم يأتي في أمر طاعة أولى الأمر فيقول الحق:{يا أَيُّهَا الذين آمَنُواْ أَطِيعُواْ الله وَأَطِيعُواْ الرسول وَأُوْلِي الأمر مِنْكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى الله والرسول إِن كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بالله واليوم الآخر ذلك خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا}.[النساء: ٥٩] .إن الحق لم يورد طاعة أولي الأمر مندمجة في طاعة الله والرسول، لتكون طاعة واحدة. لا. إن الحق أورد طاعة أولي الأمر في الآية التي يفرق فيها بين طاعة الله وطاعة الرسول، ثم من بطن طاعة الرسول تكون طاعة أولي الأمر. لماذا؟ لأنه لا توجد طاعة ذاتية لأولي الأمر؛ لأن الرسول ﷺ َ له الطاعة الذاتية. أما طاعة أولي الأمر فهي مستمدة من طاعة أولي الأمر لله ورسوله، ولا طاعة لأولي الأمر فيما لم يكن فيه طاعة لله وللرسول ﷺ َ
Setelah penulis tinjau , program ini tidak- bertentangan dengan ketentuan Allah SWT dan utusan Nya. Karena program ini di laksanakan tidak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal dan pendidikan agama.
Dari sisi lain,madrasah maupun pondok pesantren merupakan tombak utama untuk menyebarkan keilmuan islam. Dengan berbagai metode pembelajaran di dalamnya, pondok pesantren ratusan tahun telah berhasil melahirkan banyak sekali tokoh islam yang memiliki peran mumpuni dalam kancah nasional maupun internasional.
Sejak dahulu para santri di pesantren di ajarkan hidup sederhana (prihatin),dengan tujuan para santri memiliki jiwa yang tangguh dan tidak gampang mengeluh, karena sejak dini telah ditempa hidup penuh penderitaan, sehingga setelah para santri lulus di harapkan memiliki andil yang besar untuk masyarakat luas.
Akan tetapi pada masa sekarang, masyarakat memiliki pola pikir yang berbeda,terkait dengan kesederhanaan para santri. Sehingga masyarakat lebih cenderung enggan memondokan putra putri nya di pesantren yang kurang layak, baik dari segi sarana prasarana,sistem pendidikan yang tertinggal, serta makanan para santri di nilai kurang layak untuk di konsumsi.Sehingga masyarakat lebih memilih pesantren modern yang di penuhi dengan fasilitas super mewah, dan sistem pendidikan yang terbarukan.
Sayid Ali ‘Abdi Rasid menerangkan Kata بلغة yang terdapat pada si’ir Imam Syafi’i:
ذكاء وحرص واصطبار وبلغة… وصحبة أستاذ وطول زمان
رابع قوله: (البلغة): ما يتبلغ به من العيش، فهذا قول الشاعر الآخر لطالب العلم، وهو البلغة فعليه أن تكون مع طالب العلم البلغة، فإن لم تكن معه، لا يسير له العلم قط، وقد سار مثلًا عند العرب “البطنة تذهب الفطنة
فالبطنة هي الجوع، والفطنة هي العقل، فإذا لم يكن مع طالب العلم الطعام، يذهب عقله، وإذا ذهب عقله لا يحرز عقله شيئًا في العلم، فإذا كان طالب العلم جوعانًا، لا يعي شيئًا مما هو يتعلم من العلوم:”Bekal merupakan aspek yang penting bagi pencari ilmu,karena tanpa adanya bekal yang cukup pencari ilmu akan merasa kesulitan waktu belajar,ada peribahasa Arab yang terkenal berbunyi rasa lapar menghilangkan kecerdasan akal.Ketika pencari ilmu tidak memiliki makanan yang cukup, maka kecerdasan akalnya akan hilang, dan ketika kecerdasan akalnya hilang, dia sedikitpun tidak dapat fokus dalam belajar، ketika pencari ilmu merasakan kelaparan, maka dia tidak dapat memahami apa yang dipelajari “
Program makan siang dan minum susu gratis tidak lain merupakan metode yang sangat efektif untuk menekan angka stunting di Republik ini,karena sangat banyak masyarakat yang memiliki gizi buruk,karena kurangnya asupan bergizi yang mereka konsumsi.Program ini bukan hanya untuk menghilangkan rasa lapar semata, akan tetapi program ini memiliki tugas yang lebih penting yaitu meningkatkan kesehatan kemanusiaan.
Syaikh Muhamad bin Husain bin Hasan Al-Jizani dalam Kitab Ma’alimul Usul Fiqh ‘Inda Ahli Sunah Waljamaah, menyebutkan
:” pembagian ke dua dari maslahah mursalah yaitu maslahah yang bersifat kebutuhan, yaitu maslahah/kepedulian yang di peruntukan karena adanya kebutuhan,bukan karena adanya keadaan terdesak,metode untuk merealisasikannya dengan cara memberikan kemudahan serta memperoleh kemanfaatan”القسم الثاني: المصلحة الحاجية، وتسمى جلب المصالح، وهي: ما كانت المصلحة فيها في محل الحاجة لا الضرورة فيحصل بتحقيق هذه المصلحة التسهيل وتحصيل المنافع، ولا يترتب على فواتها فواتُ شيء من الضروريات، وذلك كالإجارة والمساقاة
Dari sejumlah dalil para ulama yang telah di sebutkan, kita dapat simpulkan bahwasanya program makan siang dan minum susu gratis sangat meningkatkan mutu pendidikan di madrasah dan pesantren, karena menjadikan para santri memiliki gizi yang terpenuhi,sehingga dapat belajar dengan fokus dan giat, serta meningkatkan perekonomian di madrasah atau pesantren, di sebabkan meningkatnya pemasukan pesantren oleh adanya program makan siang dan minum susu gratis.
#litersi #malyterasi #indonesiaemas #programmakangratis



Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website official kami: maalyandalusia.ac.id.
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!










Tinggalkan Balasan