Tafsir secara bahasa berarti penjelasan (al-idhaah) dan penerangan (at-tabyiin). Hal ini merujuk pada firman Allah Ta’ala pada QS. Al-Furqan: Ayat 33
وَلَا يَأْتُوْنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاَحْسَنَ تَفْسِيْرًاۗ
Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik. Kata Tafsir ini diambil dari akar kata Al-Fasru, yang bermakna menampakkan (al-ibanah) dan menyingkap (al-kasyfu). Maka banyak sekali ulama yang menjelaskan kata Al-Fasru. Diantaranya adalah:
Penjelasan Ulama tentang kata Al-Fasru
Imam Al-Fairuzabadi berkata di dalam kitabnya Al-Qamus: “Al-Fasru adalah menjelaskan dan menyingkap sesuatu yang tertutup, sebagaimana kata at-tafsir.” (Al-Qamus Al-Muhith, 2/110) Penulis kitab Lisanul ‘Arab (Ibnu Manzhur) juga berkata: Al-fasru adalah penjelasan. Kata kerja fasara terhadap sesuatu, dan fassarahu (dengan tasydid) bermakna ia telah menjelaskannya, dan kata at-tafsir semakna dengannya (sebagai bentuk penguatan/intensitas). Kemudian Imam Ibnu Manzhur juga berkata: Al-fasru adalah menyingkap sesuatu yang tertutup (secara fisik/umum), sedangkan At-Tafsir adalah menyingkap maksud yang terkandung dalam lafaz yang sulit dipahami . (Lisan al-‘Arab, 6/361)
Imam Abu Hayyan berkata dalam kitab Al-Bahr al-Muhith: “Kata At-Tafsir juga digunakan untuk makna ‘penelanjangan/penyingkapan’ (melepaskan pelana) agar (kuda) bisa melaju cepat.” Imam Tsa’lab berkata: “Kalimat Al-Fasru itu seperti engkau mengucapkan: Fasartul Farasa, artinya: Aku melepaskan penutup punggung kuda agar ia dapat berlari kencang tanpa hambatan dalam pacuannya.” Makna ini pun merujuk kembali pada arti “menyingkap” (al-kasyf). Seolah-olah seseorang menyingkap punggung kuda tersebut demi tujuan yang diinginkannya, yaitu berlari kencang. (Bahrul Muhith, 1/13). Dari sini menjadi jelas bagi kita bahwa secara etimologi, At-Tafsir digunakan untuk penyingkapan yang bersifat fisik (al-kasyf al-hissi) maupun penyingkapan makna-makna rasional (al-ma’ani al-ma’qulah), dan penggunaannya pada jenis yang kedua lebih banyak daripada yang pertama.
Penjelasan tafsir menurut terminologi Ulama
Tafsir secara terminologi (istilah): Sebagian ulama berpendapat bahwa Tafsir bukanlah termasuk jenis ilmu yang perlu dipaksakan untuk memiliki definisi batasan (hadd/definisi formal) yang kaku. Karena Tafsir bukanlah sekadar kumpulan kaidah atau kemahiran (malakah) yang lahir dari penerapan aturan-aturan tertentu، sebagaimana ilmu-ilmu lain yang memungkinkan untuk diserupakan dengan ilmu-ilmu rasional (seperti logika atau matematika). Cukuplah dalam menjelaskan Tafsir dengan mengatakannya sebagai: “Penjelasan kalam (firman) Allah”, atau “Ilmu yang menerangkan lafaz-lafaz Al-Qur’an beserta pemahaman-pemahamannya.”
Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa Tafsir termasuk dalam kategori persoalan parsial (masail juz’iyyah), kaidah-kaidah universal (qawa’id kulliyyah), atau kemahiran (malakah) yang lahir dari penerapan aturan-aturan tersebut secara terus-menerus. Oleh karena itu, mereka bersusah payah untuk merumuskan definisi formal baginya, dengan menyebutkan berbagai disiplin ilmu lain yang dibutuhkan dalam memahami Al-Qur’an. Seperti ilmu bahasa (leksikografi), saraf (morfologi), nahwu (sintaksis), qira’at (tata cara bacaan), dan lain sebagainya. Jika kita menelusuri pendapat para ulama yang telah berupaya keras merumuskan definisi (hadd) bagi Tafsir, kita akan mendapati bahwa mereka telah mendefinisikannya dengan rumusan yang sangat banyak. Namun, seluruh definisi tersebut (pada hakikatnya) dapat dikembalikan kepada satu muara saja.
Sebab, meskipun definisi-definisi itu berbeda dari sisi redaksi (lafadz), namun semuanya bersatu (sejalan) dari sisi makna serta tujuan akhir yang ingin dicapai. Penjelasan terminologi tafsir menurut Imam Abu Hayyan. Imam Abu Hayyan mendefinisikannya dalam kitab Al-Bahr al-Muhith:
عِلْمَ يَبْحَثُ عَنْ كَيْفِيَّةِ النَّطْقِ بِأَلفاظ الْقُرْآنِ وَمَدْلُولَاتِهَا، وَأَحْكَامِهَا الْإِفْرَادِيةِ وَالتَّرْكِيبِيَّةِ وَمَعَانِيهَا الَّتِي تُحْمَلُ عَلَيْهَا حَالَةَ التَّرْكِيبِ، وَتَتِمَاتٍ لِذَلِك
(Tafsir) adalah Ilmu yang membahas tentang tata cara pengucapan lafaz-lafaz Al-Qur’an . Serta tentang makna-makna yang terkandung di dalamnya, hukum-hukumnya baik secara mandiri maupun saat disusun dalam kalimat. Serta makna-makna yang terkandung saat kata-kata tersebut berada dalam susunan kalimat, serta hal-hal lain yang menjadi penyempurna bagi pembahasan tersebut.
Penguraian definisi Imam Abu Hayyan
Imam Abu Hayyan menguraikan definisi tersebut: Kata “Ilmu” adalah jenis (jins) yang mencakup seluruh disiplin ilmu secara umum. Ungkapan “Yang membahas tentang tata cara pengucapan lafaz-lafaz Al-Qur’an” merujuk pada Ilmu Qira’at. Ungkapan “Makna-makna yang terkandung di dalamnya” maksudnya adalah makna dasar dari lafaz-lafaz tersebut، dan ini merupakan Ilmu Lughah (Leksikografi) yang sangat dibutuhkan dalam ilmu ini. Ungkapan “dan hukum-hukumnya secara mandiri maupun susunan” mencakup Ilmu Tashrif (Morfologi), Ilmu I’rab (Sintaksis/Nahwu), serta Ilmu Bayan dan Ilmu Badi’ (Balaghah).
Ungkapan “Serta makna-makna yang terkandung saat kata-kata tersebut berada dalam susunan kalimat” mencakup makna yang ditunjukkan secara hakiki (haqiqah) maupun secara kiasan (majaz). Sebab، terkadang sebuah susunan kalimat secara lahiriah menuntut makna tertentu، namun ada penghalang (shadd) yang mencegah pemaknaan secara lahiriah tersebut، sehingga perlu dialihkan ke makna lain (metafora) yang disebut Majaz. Ungkapan “serta hal-hal lain yang menjadi penyempurna bagi pembahasan tersebut.” maksudnya adalah pengetahuan tentang Nasakh (penghapusan hukum), Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat), serta kisah-kisah yang menjelaskan hal-hal yang masih samar dalam Al-Qur’an, dan semisalnya. (Bahrul Muhith, 1/13-14)
Penulis: Mujiburrohman
Sumber rujukan:
التفسير و المفسرون
الشيخ محمد حسين الذهبي
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan