Mahad Aly Andalusia , Dunia politik kampus kembali diguncang, bukan oleh gempa, tapi oleh getaran tawa dan spekulasi tajam setelah Ihsan Nur Sholih resmi menyatakan diri maju sebagai calon presiden Mahasantri. Tak lama berselang, dua tokoh kuat, Khazmi dan Imdad, memberikan tanggapan mereka , satu dengan dahi berkerut, yang lain dengan puisi setengah sinis.

Khazmi, sang kandidat serius dari Partai Kompas, menanggapi dengan gaya khasnya: datar tapi mengandung sindiran.
“Saya kira setiap orang punya hak untuk nyapres. Bahkan orang yang hobi bawa tensimeter sekalipun. Tapi kita perlu bedakan antara strategi politik dan strategi pertolongan pertama,” ujar Khazmi sambil tersenyum tipis.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemilu bukanlah arena hiburan, tapi ladang pengabdian. “Kalau semua bicara pakai humor, nanti negara kita ini jalan pakai meme,” katanya saat ditemui di depan ruang pertemuan Kompas, sambil menyapu debu di pin partainya.
Di sisi lain, Imdad, capres nyeni yang dikenal dengan gaya puitis dan meledak-ledak dalam diam, menanggapi dengan bait sarkas:
“Jika kursi diperebutkan oleh tangan penuh balsem,
dan suara rakyat dibeli dengan minyak angin,
maka demokrasi telah berubah jadi puskesmas malam minggu.”
Meski begitu, Imdad mengaku menghormati Ihsan secara pribadi. “Dia teman seperjalanan yang tahu kapan diam, kapan tertawa. Tapi politik bukan hanya soal tahu titik refleksi, tapi tahu titik kekuasaan.”

Beberapa pengamat melihat tanggapan Khazmi sebagai bentuk kecemasan tersembunyi. Sementara Imdad, yang elektabilitasnya lebih fluktuatif daripada stok air galon, justru bisa terdampak langsung oleh naiknya popularitas gaya “humor-rakyat” Ihsan.
Di tengah itu, Ihsan tetap santai.
“Saya nyapres bukan buat cari kursi. Kalau mau duduk enak, saya mendingan di poliklinik pakai kipas angin. Tapi kan ini tentang hati rakyat, bukan dinginnya ruang UKP,” ujarnya sambil menawarkan minyak kayu putih ke wartawan.
Akankah dinamika ini mengubah peta kekuatan Pemilu Mahasantri? Atau justru menyulut gelombang baru politik “slengekan tapi nyantol”? Satu hal pasti: demokrasi Mahad Aly belum pernah seberisik ini .


- UKM Jurnalistik dan Literasi Andalusia Cetak Karya Kedua, Buku Tafsir 234 Halaman Resmi Terbit
Post Views: 51 Banyumas, 4 Juni 2026 — UKM Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia… - Pondok Bukan Tempat Pelarian atau Lembaga Rehabilitasi, Orang Tua Wajib Paham!
Post Views: 101 Pondok pesantren merupakan tempat yang sangat mulia. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan… - Ikhtibar Semester Genap Ma’had Aly Andalusia Tahun Akademik 2025–2026 Resmi Berakhir
Post Views: 162 Banyumas — Ma’had Aly Andalusia resmi menyelesaikan rangkaian Ikhtibar Semester Genap Tahun… - Ponpes Andalusia Gelar Shalat Idul Adha dan Kelola 9 Ekor Hewan Kurban.
Post Views: 319 Banyumas, 27 Mei 2026—Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan begitu terasa di Pondok… - Bedah Buku Pengetahoean tentang Karang-Mengarang dan Jurnalistik Karya KH. Zainuddin Fananie
Post Views: 292 Sembilan puluh dua tahun yang lalu, tepatnya pada 1 Januari 1934 di…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA #IMDADSUBIANTO #IHSANNURSHOLIH










Tinggalkan Balasan