Laporan Khusus: Dari Balik Tirai Strategi Kampanye Calon Presiden Mahasantri Mahad Aly 2025
Mahad Aly Andalusia, 17 Mei 2025 , Setelah pengumuman resmi PPS pada Jumat sore, suhu politik kampus semakin memanas. Dari tiga nama calon presiden mahasantri yang diumumkan — Eka Prasetya, Ihsan Nur Sholih, dan Khazmi — hanya satu nama yang disebut-sebut “lahir dari rahim partai asli”, bukan hasil tarik-ulur dua partai atau efek shadow politics dari kekuatan gelap organisasi. Dialah: Eka Prasetya, calon tunggal dari Partai Smart Generation (PSG).
Untuk membongkar strategi, arah gerak, dan membaca peta pertarungan ini, kami melakukan wawancara khusus dengan Adam Fatah, sosok di balik mesin pemenangan PSG. Adam Fatah duduk tenang di ruang perpustakaan gedung Zawiyah lantai 2. Dengan kemeja batik dan pin PSG di kerah kanan, ia tidak hanya menjawab , tapi membongkar.

Wartawan:
Pertama-tama, bagaimana Anda menyikapi penetapan resmi PPS yang menyebut Eka lolos sebagai salah satu dari tiga calon Presma Mahad Aly 2025?
Adam Fatah:
“Kami sudah mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari. Bahkan sebelum lawan kami berpikir untuk mencalonkan siapa pun. Eka bukan hasil instan. Dia proses. Dan ketika PPS mengetuk palu kemarin, kami tidak kaget. Kami bersiap bukan untuk mendaftar, tapi untuk menang.”
Wartawan:
PSG mencalonkan Eka secara tunggal, tanpa koalisi. Apakah ini bentuk percaya diri atau karena partai lain tidak membuka ruang?
Adam Fatah:
“Koalisi itu kadang perlu. Tapi kalau tujuannya hanya bagi-bagi jatah, kami tidak tertarik. PSG tidak main cantik. Kami main catur. Semua bidak sudah kami tempatkan sejak awal. Eka bukan calon kompromi. Dia adalah presiden yang kami rancang.”
Wartawan:
Lawan-lawan Anda punya narasi kuat: Ihsan diusung dua partai (FKM dan Anomali), Khazmi didukung Partai API yang dikenal tegas. Bagaimana Anda menanggapi mereka?
Adam Fatah (tersenyum tipis):
“Ihsan? Dia komedian politik. Lihat saja: hari ini bareng FKM, besok dicium Anomali. Itu bukan kerja politik, itu operasi kucing-kucingan. Dan Khazmi… saya salut, dia tenang. Tapi terlalu diam, terlalu steril. Dalam dunia yang ribut, pemimpin harus bersuara.”
“Kami tidak takut dengan dua partai yang dukung satu calon. Karena dua partai itu sendiri tidak sepakat soal kenapa mereka mendukung dia.”
Wartawan:
Bagaimana Anda membangun citra Eka sebagai calon yang pantas memimpin Mahad Aly?
Adam Fatah:
“Kami tidak menjual ‘kesalehan’ atau ‘kelucuan’. Kami jual kapabilitas. Eka punya jejak panjang di organisasi, dari kamar hingga komite. Dan yang paling penting: dia bersih dari manuver-manuver siluman. Itu nilai jual kami.”
Wartawan:
Ada rumor Eka ini sebenarnya ‘calon titipan’ para senior PSG dan bahkan beberapa dosen muda. Benarkah itu?
Adam Fatah (menajamkan mata):
“Kalau disebut titipan, ya jelas: titipan para harapan. Tapi kalau dimaksud intervensi atau titipan kuasa gelap? Kami tidak punya deal-deal bawah meja. Lawan kami mungkin lebih paham dunia itu.”
Wartawan:
Bagaimana strategi pemenangan yang akan dilakukan PSG?
Adam Fatah:
“Kami akan menyentuh nalar, bukan sekadar emosi. Lawan kami mungkin ramai di media dan suara-suara lantang, tapi kami menyasar hati santri dan mahasantri yang berpikir jangka panjang. ‘Kata bijak di kertas’ tidak cukup untuk menyapu suara pemilih. Kami akan turun langsung — satu kamar, satu suara, satu komitmen.”
“PSG tidak menari di atas panggung. Kami membangun panggungnya.”
Wartawan:
Tanggapan soal debat capres nanti? Anda yakin Eka siap?
Adam Fatah:
“Eka bukan orator, dia pemikir. Tapi jangan salah, kami sudah siapkan materi yang bisa membuat satu Mahad Aly berpikir ulang soal apa itu kepemimpinan. Dan kalau nanti lawan kami mulai drama… kami juga siap panggil aktor.”
Wartawan:
Terakhir, apa pesan Anda untuk pemilih Mahad Aly?
Adam Fatah (tegas):
“Kalau kalian ingin Mahad Aly hanya jadi arena drama dan dagelan — kalian sudah tahu mau pilih siapa. Tapi kalau kalian ingin lembaga ini dipimpin oleh orang yang tahu arah, punya jejak, dan bukan hasil ‘operasi senyap’… maka pilih Eka.”
Dalam konstelasi politik Mahad Aly tahun ini, Eka mungkin terlihat sunyi. Tapi dari balik sunyi itulah strategi disusun. Dan dari tangan dingin orang seperti Adam Fatah, PSG bukan hanya menjagokan Eka , tapi menciptakan sistem yang bergerak senyap, pasti, dan mematikan. Lawan-lawan mungkin punya massa. Tapi PSG punya mesin.
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial
#SANTRILELERMENDUNIA









Tinggalkan Balasan