Tak terasa, Harlah dan Haflah Akhirussanah Andalusia yang ke-13 semakin dekat. Tahap demi tahap persiapan acara mulai disiapkan untuk memeriahkan acara ini.
Kegiatan tahunan ini tidak cukup dilaksanakan dalam satu hari saja. Haflah tahun ini mengangkat tema “Menebar Akhlak, Menguatkan Ilmu, Membangun Generasi Bangsa Mandiri di Era Digital untuk Ketahanan Pangan, Energi, dan Kedaulatan Bangsa”, ujar Ustaz Khanifudin selaku Wakil Ketua Pentas Seni (Pensi) Santri 2026.
Rapat koordinasi rutin digelar demi memaksimalkan penampilan santri. “Rapat koordinasi dipimpin oleh Ustaz Ahmad Zuhril Wafa selaku Ketua Pensi dan Ustaz Khanifudin selaku Wakil Ketua Pensi 2026,” ujar Kang Husna Ananta selaku anggota pelatih (PJ) Jurumiyah.
Untuk pentas seni, ada penampilan yang menunjukkan capaian hafalan santri atau muhafadzoh dan pentas kreasi seni. Dalam muhafadzoh, santri akan tampil sesuai jenjangnya masing-masing. Adapun kitab-kitab yang akan ditampilkan dalam muhafadzoh antara lain:
1. Jurumiyah Jawa dan Jurumiyah Matan oleh peserta kelas 1 Tsanawiyah dan isti’dad (santri baru)
2. Al-Imrithi oleh peserta kelas 2 Tsanawiyah;
3. Alfiyah 1 oleh peserta kelas 3 Tsanawiyah
4. Alfiyah 2 oleh peserta kelas 1 dan 2 Aliyah
5. Alfiyah Syahadah (lulusan) oleh peserta kelas 3 Aliyah.
Selain itu, ada satu penampilan tambahan yaitu khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh santri kelas 1 Tsanawiyah dan isti’dad. Untuk waktu penampilan pentas kreasi santri dimulai tanggal 20-21 Juni. Dan setiap harinya menampilkan 3 penampilan wajib yaitu :
1. Khataman Al-Qur’an yang ditampilkan tanggal 20 Juni pagi hari
2. Jurumiyah Jawa dan Jurumiyah Matan yang ditampilkan tanggal 20 Juni malam hari (malam puncak hari pertama)
3. Al-Imrithi yang ditampilkan tanggal 20 Juni sore hari
4. Alfiyah 1 yang ditampilkan tanggal 21 Juni pagi hari
5. Alfiyah 2 yang ditampilkan tanggal 21 Juni sore hari
6. Alfiyah Syahadah (lulusan) yang ditampilkan tanggal 21 Juni malam hari (malam puncak hari kedua)
Diantara penampilan wajib ini akan di isi oleh pentas kreasi santri, seperti:
1. Nasyid junior maupun senior;
2. Drama musikal berbahasa Arab;
3. Grand opening malam puncak;
4. Demonstrasi baca kitab.
Dan yang paling dinantikan pemirsa adalah tari Saman. Selain yang telah disebutkan, masih banyak penampilan lain dari santri putra maupun santri putri.
Jumlah peserta Jurumiyah tidak sedikit. “Untuk peserta santri baru sendiri berkisar sekitar 656 anak, mencakup 326 santri putri dan 330 santri putra,” ujar Ustadz Mubarok Furi selaku Koordinator 1 Penampilan Jurumiyah (ketua Pj Jurumiyah).
Latihan demi latihan terus berjalan diiringi semangat peserta dan pelatih
Selain muhafadzoh, akan ditambah beberapa penampilan di dalamnya. “Memang betul, insyaallah nanti akan ditambah penampilan pembacaan biografi pengarang kitab dan tanya jawab,” ujar Kang Muzaki Ahdian selaku Wakil Koordinator Penampilan Jurumiyah. Untuk sesi tanya jawab akan diwakili oleh 4 peserta dengan rincian 2 santri putra dan 2 santri putri. Mereka akan diberi pertanyaan oleh Ustaz Wildan Khabibie yang akan menjadi host dalam acara.
Untuk Jurumiyah sendiri, latihan dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yaitu setiap malam Senin di Aula Reborn dan malam Rabu di Aula Bedeng. Latihan mencakup teknis masuk, duduk, berdiri, keluar panggung, serta tidak lupa murajaah hafalan kitab. Adapun bab-bab yang akan ditampilkan telah ditentukan oleh para musyrif. Latihan dimulai pukul 22.00 WIB sampai selesai.
Selain Jurumiyah santri baru juga akan tampil penampilan khataman Al Qur’an. di khataman Al Qur’an ini anak anak seperti biasanya membaca suratan. dimulai dari surat ad Dhuha sampai dengan surat An Nas kemudian doa.
ditambah dengan pembacaan biografi (sejarah) turunnya Al Qur’an. selain biografi ditambahi sesi tanya-jawab yang melibatkan 4 santri putra dan putri. pastinya dipandu oleh ustadz yang merupakan alumni Andalusia yaitu Ustadz Dahyu Arjabu. Latihan al quran ini dilaksanakan setiap Malam Kamis di aula reborn dan Malam Sabtu di aula bedeng.
Di setiap latihan, para santri baru ini menunjukkan semangat yang tinggi. Mereka tidak mau kalah dengan kakak-kakak tingkatnya. Untuk target dari para pelatih pada bulan Mei, alhamdulillah sudah tercapai.
Latihan ini sudah dimulai sejak pertengahan Desember dan akan diakhiri dengan gladi kotor dilanjutkan gladi resik. Gladi kotor akan dilaksanakan pada awal Juni, kemudian dilanjutkan dengan gladi resik yang dilaksanakan H-2 sebelum rangkaian acara dimulai.
Rangkaian acara akan dimulai pada tanggal 18 dan selesai pada tanggal 21 Juni. Berikut rangkaian acara secara global:
1. Karnaval dilaksanakan pada tanggal 18 Juni;
2. Seminar dilaksanakan pada tanggal 19 Juni;
3. Selawatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni malam;
4. Pentas Kreasi Santri dilaksanakan pada tanggal 20-21 Juni.
Event ini tentunya bukan event kaleng-kaleng. Selain penampilan, ada gebrakan lain seperti seminar yang akan dihadiri oleh narasumber:
1. Ustadz Nururuddin dari sukabumi jawa barat
2. Lora Ismail Al-Asqoly dari bangkalan madura
Selain itu, ada juga mauizah hasanah yang akan diisi oleh:
1. KH. Said Aqil Siradj (muhtasyar PBNU) dari Cirebon Jawa Barat
2. KH. Abdullah Ubab Maemun dari Rembang Jawa tengah
Dan masih ada kejutan-kejutan lainnya.
“Dengan adanya event tahunan seperti ini diharapkan santri bisa lebih percaya diri dan tidak takut tampil di masyarakat ke depannya,” harap Kang Muzaki Ahdian selaku Wakil Koordinator Jurumiyah. Kami berharap seluruh elemen, mulai dari pengurus, pelatih, santri, dan semua pihak yang ikut andil dalam event ini diberikan kesehatan sampai acara selesai.
Penulis: Muzaki
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan