Pesantren Attaujieh Al Islamy 2 Andalusia, atau yang biasa dikenal dengan Andalusia, dalam lingkup pesantren semestinya memiliki banyak kegiatan bermanfaat bagi santri, yang mestinya baik untuk kehidupan dunia dan nantinya yang menjadi bekal akhirat.
Kehidupan sehari-hari para santri di Andalusia dipenuhi dengan berbagai aktivitas yang mendidik, melatih kedisiplinan, serta membentuk akhlak dan karakter yang baik. Mulai dari kegiatan mengaji yang wajib diikuti seluruh santri, sekolah yang berbasis boarding school, kewajiban hafalan bagi seluruh santri, semuanya berjalan dengan tertata dan teratur.
Di Andalusia, para santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, namun juga ilmu umum yang sangat mendalam. Pesantren ini terkenal dengan pembelajaran ilmu nahwu, sharaf, balaghah, serta ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan bahasa Arab dan kitab kuning. Para ustazah dan guru selalu membimbing santri agar memahami ilmu dengan baik dan benar.
Selain itu, para santri juga diajarkan pentingnya tata krama, sopan santun, dan adab terhadap guru maupun terhadap temana teman di sekitarnya. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mengenal Andalusia sebagai pesantren yang memiliki kualitas keilmuan dan etika yang baik.
Namun, di balik semua kegiatan yang berjalan dengan baik tersebut, tentu terdapat beberapa permasalahan yang harus diperbaiki bersama. Salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah kurangnya kesadaran sebagian santri untuk mengikuti salat berjamaah di aula putri. Banyak santri yang enggan turun ke aula dengan berbagai alasan. Ada yang merasa lelah, mengantuk, terlalu nyaman berada di kamar, atau bahkan menunda waktu hingga akhirnya tidak ikut berjamaah bersama teman-temannya.
Permasalahan ini tentu menjadi perhatian besar bagi keluarga dalem dan para pembimbing pondok. Mereka merasa prihatin apabila jumlah santri yang mengikuti jamaah semakin sedikit. Salah satu dawuh dari Ibu Nyai yang sangat menyentuh adalah, “Santri akeh kok seng jamaah titik, ojo ketok apik ngarepe tok tapi jerone engga.” Maksud dari dawuh tersebut adalah seorang santri tidak hanya harus terlihat baik dari luar saja, tetapi juga harus memiliki kesungguhan dalam menjalankan kewajiban dan kegiatan pondok.
Bu Idhofah juga pernah dawuh, “Iki seng jamaah ndi kok titik, ndang diopraki.” Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa para pembimbing, terlebih ibu yang menjadi pengasuh pondok pesantren sangat memperhatikan kedisiplinan santri dalam berjamaah.
Dari permasalahan tersebut, akhirnya diadakan musyawarah bersama untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan pondok pesantren. Setelah dipertimbangkan dengan baik, muncullah kegiatan yang disebut dengan “Oprak Santri Andalusia.” Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membangun kedisiplinan santri dan membiasakan mereka untuk mengikuti jamaah bersama.
Para pembimbing dan pendamping dibagi sesuai bagian yang telah ditentukan untuk membangunkan serta mengajak santri menuju aula. Kegiatan oprak ini memang bukan hal yang mudah. Para pendamping harus sabar dalam membangunkan santri, terutama saat waktu subuh. Ada santri yang mudah dibangunkan, tetapi ada juga yang sangat sulit bangun dan memilih kembali tidur.
Meskipun demikian, para pembimbing tetap berusaha menjalankan amanah tersebut dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Mereka percaya bahwa semua usaha yang dilakukan demi kebaikan santri akan membawa hasil yang baik pula.
Banyak santri yang awalnya bertanya-tanya mengapa kegiatan oprak harus dilakukan. Sebagian dari mereka merasa keberatan karena diharuskan untuk berangkat berjamaah sesuai waktu yang telah di tentukan. Namun, para pembimbing selalu berusaha menjelaskan dengan kata-kata yang baik dan memotivasi mereka. Kegiatan oprak bukan dilakukan untuk menyusahkan santri, melainkan untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti jamaah bersama, para santri juga dapat mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar teman.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan oprak mulai menunjukkan hasil yang baik. Aula putri yang sebelumnya terlihat sepi kini mulai dipenuhi oleh santri yang berjamaah bersama. Hal tersebut menjadi kabar baik bagi pondok pesantren karena menunjukkan adanya perubahan positif dalam diri santri. Walaupun masih ada beberapa anak yang sulit diatur, para pembimbing tidak menyerah begitu saja. Mereka tetap berusaha memberikan arahan dan motivasi dengan cara yang lembut agar santri dapat memahami tujuan dari kegiatan tersebut.
Selain manfaat yang terlihat secara langsung, kegiatan oprak juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap pembentukan mental santri. Santri yang terbiasa dibangunkan dan diajak berjamaah akan belajar menghargai waktu serta memahami pentingnya istiqamah dalam melakukan kebaikan. Kebiasaan sederhana seperti bangun tepat waktu, segera berwudu, dan berjalan menuju aula untuk salat berjamaah merupakan latihan yang sangat berharga. Dari kebiasaan tersebut, santri akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Sikap inilah yang nantinya akan sangat berguna ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi santri yang cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat tinggi, dan kebiasaan baik yang akan terus melekat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan oprak bukan sekadar rutinitas membangunkan santri, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk membentuk generasi yang taat beribadah, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan bagi orang lain.
Dari kegiatan oprak ini kita dapat mengambil banyak pelajaran berharga. Kedisiplinan tidak dapat tumbuh secara instan, tetapi harus dibiasakan sedikit demi sedikit. Selain itu, kebersamaan dan kepedulian antar sesama juga sangat penting dalam kehidupan di pesantren.
Harapan ke depannya, kegiatan “Oprak Santri Andalusia” dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh santri. Semoga para santri semakin semangat dalam mengikuti jamaah, lebih disiplin menjalankan kegiatan pondok, serta menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Pesantren Attaujieh Al Islamy 2 Andalusia dapat terus berkembang menjadi pesantren yang lebih baik dan melahirkan generasi santri yang bermanfaat bagi agama, keluarga, bangsa, dan masyarakat.
Oleh : Latifatul Husna
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial









Tinggalkan Balasan