menggali kebenaran bahasa suryani

Belum lama ini, Dunia maya sedang digemparkan dengan seorang muslim Indonesia yang mengaku ahli dalam berbicara menggunakan bahasa Suryani. Agak lain lagi, Ia mengklaim dirinya dapat berbicara dan berkomunikasi dengan hewan seperti semut, cacing, harimau, bahkan dengan malaikat dan nabi khidr. Hal ini pun agak mencengangkan warga, dan tidak sedikit warga mulai bertanya-tanya, benarkah klaimnya tersebut? Lalu sebenarnya apa bahasa suryani itu?
Dikutip dari Wikipedia Bahasa Suryani atau bahasa Suriah adalah sebuah bahasa Aram Timur yang pernah dipertuturkan di sebagian besar wilayah Bulan Sabit Subur meliputi negara-negara Irak, Suriah, Lebanon, Wilayah Palestina, Yordania, Mesir bagian utara, serta daerah utara Kuwait, daerah tenggara Turki dan bagian barat Iran.
Seperti halnya Bahasa Arab, Bahasa Suryani juga di tulis dari kanan ke kiri, dan tentunya bahasa suryani memiliki abjadnya sendiri, yang di pertuturkan sekitar abad 1 sampai 14 masehi, dan secara bentuk memang Abjad Suryani ini sedikit mirip dengan Abjad Arab dan Abjad Ibrani. Dan untuk sekarang Bahasa Suryani sudah jarang di gunakan, karena kita ketahui bahwa Negara Suriah hari ini bahasa nasionalnya menggunakan Bahasa Arab, Bahasa Suryani hanya di gunakan pada daerah tertentu saja.
Dalam Islam sebagian Fuqoha seperti Imam Suyuthi dan Imam Ilmudin Al Bulqini mengatakan bahwa Bahasa Suryani adalah bahasanya para ahli kubur, dengan landasan bahwa Bahasa Suryani adalah bahasanya arwah dan malaikat.
وفي تفسير ابن أبى حاتم عن سفيان الثوري، قال: لم ينزل وحي إلا بالعربية، ثم يترجم كل نبي لقومه بالسريانية، قَالَ: ولسان يوم القيامة السريانية، ومن دخل الجنة تكلم العربية
Di dalam Tafsir Ibnu Abi Hatim Imam Sufyan At Tsauri berkata bahwa wahyu tidak di turunkan kecuali dengan Bahasa Arab,kemudian di terjemahkan oleh setiap Nabi kedalam Bahasa Suryani yang di peruntukan untuk kaumnya, kemudian Imam Sufyan At Tsauri berkata lagi bahwa pada hari kiamat bahasa yang digunakan adalah Bahasa Suryani, dan barangsiapa yang masuk surga maka akan berbicara dengan bahasa Arab.

Sebagian ulama juga mengatakan bahwa bahasa yang di gunakan manusia pertama yaitu Nabi Adam A.S saat di turunkan di bumi yaitu menggunakan Bahasa Suryani, seperti halnya Imam Ahmad bin Hambal dalam kitabnya Al Alal Wa Marifatu Ar Rijal di dalam hadist nomor 5822 juz 8
حدثني نصر بن علي قال حدثنا نوح بن قيس قال حدثنا الأشعث بن جابر عن الحسن قال خرج آدم من الجنة ولغته السريانية
Nasr bin Ali meriwayatkan kepadaku, dia berkata: Nuh bin Qais meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Al-Ash’ath bin Jabir meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat Al-Hasan, dia berkata: Adam keluar dari surga, dan bahasanya adalah Bahasa Suryani.
Lantas, Apakah bahasa yang di tuturkan oleh mbah ghufron ini merupakan bahasa suryani asli ?
Jika di lihat dari banyak kata yg di ucapkan oleh mbah ghufron,tidak ada sama sekali kata-kata yang mirip dengan bahasa suryani asli,malahan agak mirip dengan bahasa Arab hanya saja sebagian kata ada yang di ubah pelafazdanya. Dari segi harakat dan susunan, kata tersebut tidak sesuai dengan kaidah gramatika bahasa Arab sehingga tidak bisa di pahami.
Kosakata Bahasa Arab yang sering di ucapakan meliputi :
-مقلي (maqoli) artinya sesuatu yang di goreng atau gorengan jika dibaca yang benar “maqliy”
-رحمة artinya kasih sayang.
-إن artinya sesungguhnya.
-سيدي (siidi) artinya tuanku.
Dan masih banyak lagi .
Kosakata tersebut memang Bahasa Arab hanya saja mbah ghufron ini menggunakan dan menyusunya tidak sesuai kaidah gramatika Arab sehingga tidak bisa di pahami maksudnya,
” فقالي إن كلمة أمتي في إن كلمة في مع الله”ucap mbah ghufron pada salah satu ceramahnya.
Ada juga kata yang tidak bisa di katagorikan
sebagai bahasa suryani maupun bahasa arab
seperti أشيدي(asyidi).
Kebohongan klaim mbah ghufron bisa berbahasa suryani juga didukung dengan video2 nya yang beredar, dimana dia berbicara dengan bahasa yang ia klaim bahasa suryani dengan mengulang kata yang sama dengan kehendak makna yang berbeda.
Penulis : Malyterasi Putra (Ma’had Aly Andalusia Literasi)










Tinggalkan Balasan