Dalam ajaran Islam, ziarah kubur merupakan amalan yang memiliki nilai spiritual yang tinggi. Ia bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang mengandung pelajaran tentang kehidupan dan kematian. Salah satu dasar penting mengenai adab ziarah kubur terdapat dalam Mukhtaṣar Ṣaḥīḥ Muslim, karya Imam Muslim, pada bab:
(باب التسليم على أهل القبور والترحم عليهم والدعاء لهم)
yaitu bab tentang memberi salam kepada penghuni kubur, memohonkan rahmat, dan mendoakan mereka. Hadis tersebut diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia mengisahkan bahwa pada suatu malam Rasulullah ﷺ keluar dari rumahnya secara perlahan. ‘Aisyah yang terbangun merasa heran dan sempat diliputi rasa cemburu karena mengira beliau mendatangi istri yang lain. Namun ternyata Rasulullah ﷺ pergi menuju pemakaman Baqi’ di Madinah untuk mendoakan para penghuni kubur.
Pemakaman yang dimaksud adalah Baqi’ al-Gharqad, yang dikenal sebagai kompleks pemakaman para sahabat di Madinah. Di tempat itu, Rasulullah ﷺ berdiri cukup lama, mengangkat tangan beliau, dan mendoakan mereka. Hal ini menunjukkan perhatian dan kasih sayang beliau kepada umatnya, bahkan kepada mereka yang telah wafat. Berikut teks hadis tentang doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika berziarah kubur:
السَّلامُ عليْكم أهلَ الدِّيارِ مِن المؤمنينَ والمسلمينَ، ويَرْحمُ اللهُ المُستقْدِمينَ منَّا والمُستأخِرينَ، وإنَّا إنْ شاءَ اللهُ بكم للاحِقُونَ
Artinya:”Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur, dari kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan yang datang belakangan. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian.” (H.R. Muslim no. 974)
Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Pertama, adanya ucapan salam sebagai bentuk penghormatan kepada ahli kubur. Kedua, pengakuan bahwa mereka adalah saudara seiman. Ketiga, kesadaran bahwa setiap yang hidup pasti akan menyusul dalam kematian. Keempat, permohonan keselamatan (al-‘āfiyah) bagi yang telah wafat dan yang masih hidup.
Hadis ini juga menjadi dalil disyariatkannya ziarah kubur dalam Islam. Rasulullah ﷺ pernah melarang ziarah kubur pada masa awal Islam, kemudian membolehkannya agar umat mengingat akhirat. Dengan demikian, tujuan utama ziarah kubur adalah mengambil pelajaran dan memperbanyak doa, bukan untuk meminta sesuatu kepada penghuni kubur atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan tauhid.
Selain itu, hadis ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah ﷺ dalam menghadapi ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ketika beliau mengetahui bahwa ‘Aisyah mengikutinya karena rasa cemburu, beliau tidak memarahinya dengan keras. Sebaliknya, beliau menjelaskan dengan lembut bahwa kedatangannya ke Baqi’ adalah atas perintah Malaikat Jibril untuk mendoakan para penghuni kubur.
Kesimpulannya, ziarah kubur merupakan ibadah yang mengingatkan manusia akan kefanaan dunia dan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat. Melalui hadis ini, umat Islam diajarkan adab berziarah: mengucapkan salam, mendoakan ampunan dan rahmat, serta menjaga kemurnian tauhid. Dengan memahami dan mengamalkannya, seorang Muslim tidak hanya menghormati mereka yang telah wafat, tetapi juga memperbaiki diri sebagai persiapan menuju kehidupan setelah mati.
Penulis: Wardah Aulia Unnisa
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan